Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
109. Tidak bisa disinggung.


__ADS_3

Morgan dan Andreas gemetar melihat keberingasan Bernard, wajah mereka terlihat semakin pucat.


Mereka tidak bergerak ditempatnya.


Ramses terkapar menahan sakit, begitu juga dengan Paul.


Mereka mencoba bangkit berdiri untuk membalas Bernard.


Dari sudut bibir mereka telah menetes darah, dan wajah mereka terlihat lebam dan merah akibat pukulan Bernard.


Anak buah mereka yang lain sudah terkapar juga akibat serangan anak buah Bernard.


Semua melolong kesakitan, Klan Bernard memang tidak bisa dilumpuhkan.


Mereka terkenal di perkumpulan bawah sebagai tinju besi, tidak bisa dikalahkan.


William seperti mimpi melihat Bernard ternyata bisa berkelahi, jadi selama ini Bernard hanya berpura-pura bodoh.


Dan juga diam saja ditindas ataupun dimarahi oleh mereka.


Sekarang William sadar, sebenarnya orang yang bodoh adalah mereka, dan Bernard pasti diam-diam sudah menertawakan kelakuan mereka yang seperti kekanak-kanakan karena telah menindasnya.


Bisa saja dia waktu itu melawan atau membuat perhitungan kepada mereka, tapi Bernard tidak melakukannya.


Dia diam mau diperlakukan bagaimanapun, karena Bernard menganggap mereka tidak tahu apa-apa.


Dan disaat dia mengusir Bernard dari rumahnya, seharusnya Morgan dan Andreas sudah tahu bahwa Bernard tidak seperti yang kelihatannya tidak berguna.

__ADS_1


Banyaknya anak buah Bernard yang datang menjemputnya kala itu sudah bisa dilihat, bahwa Bernard bukan orang biasa yang mereka katakan sebagai sampah.


Anaknya yang bodoh benar-benar tidak bisa membaca situasi, ini suatu karma yang dia dapatkan karena mengabaikan dan membuang Bernard.


William tidak mempercayai kejadian ini, tubuhnya gemetar dan tanpa sadar William menelan ludahnya ketakutan.


Anak yang begitu dibencinya ternyata tidak bisa disinggung.


Tampak Bernard mendekati Ramses dan menarik baju pria tersebut, lalu menyeretnya kehadapan Morgan.


"Inikah pria yang kamu sewa untuk menakuti ku?" tanya Bernard dengan aura yang dingin pada Morgan.


Morgan tidak bisa menjawab.


Bernard meletakkan tubuh Ramses dengan kasar ke lantai.


"Kamu menghabiskan uang untuk menyewa mereka, agar aku takut padamu? jangan mimpi!" kata Bernard dengan tatapan tajam memandang Morgan yang masih ketakutan.


Morgan masih terduduk dilantai karena terkejut melihat Bernard bisa menumbangkan para Bodyguard tersebut.


"Apakah mereka tidak memberitahukan padamu? mereka adalah mantan anak buahku yang membangkang, aku menendang mereka pergi, dan hampir saja kehilangan nyawanya!" kata Bernard dengan nada yang sangat tajam.


Morgan semakin gemetar mendengar perkataan Bernard tersebut.


"Yang ini, mencoba ingin melengserkan aku, ku hajar sampai minta tolong!" kata Bernard menunjuk Ramses.


"Bukankah tadi kamu bilang akan membuat aku ketakutan? kenapa sekarang yang ketakutan adalah kamu?" tanya Bernard mendekatkan wajahnya kepada Morgan dengan tatapan ingin membunuh.

__ADS_1


Morgan tanpa sadar mundur ke belakang menyeret tubuhnya yang terduduk dilantai.


Bernard menunjukkan senyuman pyisco nya, membuat tubuh Morgan merinding ketakutan.


Bernard meraih tangan Ramses, kemudian memutarnya.


Krakkk!!


Terdengar suara patah tulang.


"Aaaa....!!" Ramses menjerit kesakitan.


"Kamu tahu aku siapa, tapi masih mau bekerjasama dengan saudara tiriku yang tidak mengenal siapa aku sebenarnya!" bisik Bernard didekat telinga Ramses, "Itu tandanya kamu mau cari mati! dasar bodoh!!"


Bernard meninju sekali lagi wajah Ramses.


Dan darah muncrat keluar dari mulutnya.


Tubuh Morgan semakin gemetaran melihat Bernard meninju wajah Ramses, dan kakinya tanpa sadar ikut bergetar karena melihat Bernard dengan begitu gampangnya mematahkan tangan Ramses, dan darah yang muncrat dari mulut Ramses.


"Kamu telah menyinggungku! akan ku buat kalian tidak bisa membual lagi!" kata Bernard dengan tajam nya.


Andreas juga semakin ketakutan, wajahnya terlihat semakin pucat.


Ini ide Morgan bukan dia. Andreas merasa sangat bodoh mau ikutan dengan ide Morgan tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2