Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
108. Bernard beraksi.


__ADS_3

Bernard dengan tatapan tajam memandang Morgan.


"Bersikap kasar? maksudnya kamu itu apa?!" tanya Bernard mendekati Morgan.


Tidak tahu kenapa aura Bernard terasa sangat menakutkan dirasakan oleh Morgan.


Tanpa sadar dia mundur dua langkah.


"Aku akan melakukan kekerasan padamu!" kata Morgan.


"Apa katamu?" Bernard tersenyum geli memandang Morgan.


"Aku akan membuat kamu menyesal karena tidak mendengar kata-kata ku!" ancam Morgan.


"Oh ya?!" Bernard semakin tersenyum lebar, senyum menyeringai yang membuat Ramses dan Paul bergidik.


"Apa yang akan kamu lakukan padaku?" tanya Bernard semakin mendekat pada Morgan.


Andreas pun merasakan aura Bernard sangat menakutkan, dia juga tanpa sadar ikut mundur.


Morgan mengangkat tangannya memberi kode pada Ramses dan Paul.


Melihat itu Jos mendekat ke sisi Viona, dia akan menjaga Viona dengan aman.


Ramses mengambil ponselnya dari saku celananya, lalu menekan satu nama dilayar ponselnya.


Tidak berapa lama lift terbuka, dan muncullah beberapa pria berbadan kekar.


Mereka melihat kode dari Ramses.


Mereka pun mendekat kearah Bernard.


Morgan dan Andreas tampak tersenyum senang, harapan mereka sebentar lagi akan terwujud.


Mereka akan mendapatkan aset bisnis Bernard, mereka terlihat sangat bersemangat.


Bernard tersenyum miring melihat pria-pria tersebut.

__ADS_1


Dan kembali lift terbuka, dan muncullah Leo beserta anak buah Bernard yang lain.


"Kamu yang menginginkan ini semua, jangan menyesal dengan apa yang telah kamu perbuat, aku tidak akan mengampuni mu dan ku pastikan kamu minta maaf pada istriku karena telah melukainya, kamu harus berlutut memohon ampun padanya!" kata Bernard tajam.


Morgan dan Andreas tertawa ngakak mendengar perkataan Bernard tersebut.


"Oh ya? aku akan lihat, apakah kamu bisa membuat ku memohon ampun padamu!" kata Morgan mengejek, dia sangat percaya diri dengan datangnya anak buah Ramses dan Paul.


"Baiklah!" kata Bernard tersenyum sinis dengan aura yang dingin.


Bernard dengan langkah cepat menghampiri salah satu anak buah Ramses.


Bernard tiba-tiba melayang dengan menginjakkan kakinya dengan tekanan kuat ke lantai, dan mendaratkan tendangannya ke wajah anak buah Ramses.


Bukkk!!


Brakk!!!


Tubuh pria yang ditendang langsung ambruk ke lantai beberapa langkah.


Dengan luwes tubuh Bernard memutar ke samping, lalu menendang rusuk pria lainnya dengan begitu kuat.


Brakk!!!


Dan lolongan kesakitan terdengar dari mulut pria tersebut.


"Aaaaa....!!"


Morgan dan Andreas terkejut bukan main melihat apa yang dilakukan Bernard.


Mereka jatuh terduduk saking kagetnya.


William juga terkejut, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Morgan dan Andreas pucat pasi melihat Bernard ternyata tidak main-main dengan perkataannya.


Mereka seperti tidak mengenal Bernard yang pendiam dan terlihat bodoh.

__ADS_1


Bernard berlari ke arah Ramses dan Paul.


Setelah dekat dengan sekali lompat dia melayangkan tinjunya ke wajah Ramses, tanpa memberi kesempatan pada pria itu untuk bergerak.


Ramses mencoba membalas Bernard, tapi dengan cepat Bernard dapat menghindari pukulan Ramses.


Paul mencoba membantu Ramses.


Paul menendang Bernard, dan lagi-lagi Bernard dapat menghindari tendangan Paul.


Dengan tinjunya yang sudah terkepal kuat, Bernard meninju kembali wajah Ramses.


Bukkk!!


Brakk!!


Tubuh Ramses tersungkur ke lantai.


Dan dengan cepat Bernard menghadap ke arah Paul.


Paul dengan sigap menghindari pukulan Bernard.


Dengan gerakan menipu, Bernard menendang rusuk Paul dengan kuat.


Brukk!!


Tubuh Paul terpental beberapa langkah.


"Aaa....!!" jerit Paul kesakitan.


Melihat Tuannya telah beraksi, Leo memberi kode pada anak buah Bernard untuk melumpuhkan semua anak buah Ramses dan Paul.


Pemandangan itu membuat William jatuh terduduk dengan pucat, dia seperti tidak mengenal Bernard.


Ini sangat mengerikan! darah keluar dari luka pria-pria kekar yang disewa Morgan.


Dan suara kesakitan terdengar melolong dari mulut pria-pria tersebut.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2