Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
159. Darius pembuat masalah.


__ADS_3

Darius menghentikan langkahnya mendekati Lidia, dia memandang Jos yang terlihat semakin dingin saja.


Membuat Darius merinding.


Aura Bodyguard Jos keluar, dia ingin melayangkan tinjunya pada Darius.


Lidia mencoba melangkah merapat keluar pintu, dia ingin mencairkan suasana yang terasa tidak nyaman di antara mereka bertiga.


Darius reflek akan membantu Lidia agar tidak terjatuh, karena Lidia hanya menggunakan satu kakinya saat melangkah.


Tapi dengan cepat dihalangi oleh Jos.


Sontak membuat Darius terkejut, dia memandang Jos yang tampak begitu menyeramkan.


"Darius, sudahlah! pergilah! Ini Jos, dia yang telah membantuku selama dua hari ini untuk keluar kamar!" kata Lidia menengahi keadaan yang semakin tegang.


Tangan Lidia mencoba menggapai Jos.


Dengan cepat Jos menangkap tangan Lidia.


Darius melihat adegan tersebut, kini dia sadar kalau Jos bukan pengawas pantai tersebut.


"Lidia, siapa dia! apakah kekasihmu? rasanya seingatku kalau kamu itu belum punya pacar, aku datang kesini kan ingin bertemu dengan kalian!" kata Darius mendekati Lidia ingin mendengar penjelasan dari Lidia.


Sia-sia dia datang kalau tidak bisa berkumpul dengan Lidia, Anna dan Viona.


"Sudah ku peringatkan jangan mendekat!" sahut Jos masih dengan nada yang tajam.


Tapi Darius sepertinya memang keras kepala, dia sudah tahu Jos menunjukkan sikap tidak senang melihat kehadirannya, malah semakin membuat Jos marah.


"Tidak apa-apa, biar saya yang membantu Lidia sekarang, terimakasih sudah membantunya dua hari ini!" kata Darius akan mengambil alih tangan Lidia yang dipegang Jos.


Bukk!


Satu tinju melayang mengenai wajah Darius, dan membuatnya terhuyung kebelakang.


Dan terjerembab terduduk ke tanah.

__ADS_1


Lidia dengan cepat menangkap tubuh Jos.


"Sudah Jos, biarkan dia, Ayo kita pergi!" kata Lidia memeluk Jos dari belakang.


Jos mendengarkan Lidia, dia pun berbalik menghadap Lidia.


Sekali angkat tubuh Lidia dibopong Jos, dan membawanya pergi.


Pintu kamar otomatis tertutup sendiri.


Darius memegang rahangnya yang kena tinju Jos.


Sial! sakit sekali! siapa dia sebenarnya, bisik hati Darius penasaran.


Dia memandang Jos dengan langkah panjang membopong Lidia pergi dari sana.


"Mau kemana dia membawa Lidia!" gumam Darius.


Darius perlahan bangkit, masih dengan mengelus rahangnya yang sakit dia mengikuti Lidia dan Jos.


Jos membawa Lidia ke taman, di depan kamar suite Bernard dan Viona.


Jos membawa Lidia untuk duduk di kursi yang kosong, meletakkan bokong Lidia perlahan keatas kursi.


"Kenapa lama sekali!" sahut Anna yang membantu Viona memanggang Daging.


Lidia dan Jos tidak menjawab, Jos mengambil dua gelas jus jeruk untuk mereka berdua.


"Lidia, Anna...Viona!" Seseorang memanggil ketiga wanita bersahabat tersebut.


Semua orang menoleh melihat seorang pria datang menghampiri mereka yang tengah berkumpul.


Wajah Bernard yang melihat siapa orang tersebut langsung berubah.


Dia tahu siapa pria tersebut, pria yang menyukai istrinya.


"Kenapa dia ada disini?!" tanya Bernard tidak senang.

__ADS_1


Viona tidak bisa menjawab, diapun heran kenapa Darius bisa datang hanya karena postingan yang dibuat Anna dimedia sosial.


Biasanya kalau mereka akan berkumpul membuat janji terlebih dahulu, baru mencari lokasi untuk kumpul bersama.


Darius semakin dekat melangkah mendekati tempat Viona yang tengah memanggang di grill.


Reflek Bernard berdiri, dan begitu juga dengan Jos.


Darius melihat Bernard yang tiba-tiba berdiri, langsung menghentikan langkahnya.


"Maaf, aku tidak bermaksud untuk mengacaukan acara kalian, aku temannya Viona, Anna dan Lidia, aku datang ingin mengajak mereka untuk reunian!" kata Darius menjelaskan maksud kedatangannya.


Bernard tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Darius.


Dia melangkah mendekati Darius, dan Darius sontak mundur.


"Mau mencoba menarik simpati istriku ya, apa kamu tidak tahu malu?!" sahut Bernard dengan tajam.


"Tidak, aku bukan bermaksud seperti itu...!" ujar Darius menggelengkan kepalanya.


"Pergilah!" sahut Bernard semakin tajam.


"Vio...Anna...Lidia!" panggil Darius pada ketiga wanita bersahabat tersebut.


"Brengsek!" maki Bernard, dia sangat marah mendengar Darius memanggil istrinya dengan panggilan spesial.


Bukk!


Satu tinju melayang ke wajah Darius, dan tubuh Darius terhuyung beberapa langkah kebelakang dan tersungkur ketanah.


"Sudah ku peringatkan pergi, kamu tidak mau dengar ya!" sahut Bernard dengan wajah menggelap.


"Kamu mau cari perhatian pada wanita yang sudah menikah, brengsek! dasar tidak tahu malu!" maki Bernard lagi dengan tajam.


Darius meringis menahan sakit di rahangnya, dia merasakan mulutnya asin.


Dia mengelap mulutnya yang terasa seperti basah.

__ADS_1


Darius melihat tangannya yang mengelap mulutnya tersebut, ternyata mulutnya berdarah.


Bersambung.....


__ADS_2