Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
46. Pesta yang menghebohkan.


__ADS_3

Malam hari jam setengah tujuh malam Viona dan Bernard bersiap-siap akan berangkat menghadiri undangan Hotel Angkasawan.


Bernard terlihat sangat tampan dengan jas dan dasi kupu-kupunya.


Setelan formal yang dikenakan Bernard khusus dirancang hanya untuk Pemimpin perkumpulan bawah.


Viona mengenakan gaun pesta yang sangat anggun, long dress semata kaki. Dipadu dengan satu set kalung berlian yang dibeli tadi siang.


Viona terlihat sangat cantik sekali, kulitnya yang putih bersih semakin kelihatan cerah.


Di padu dengan sepatu high heels model tebuka membuat Viona semakin cantik bagaikan model.


"Istriku..kamu terlihat sangat cantik sekali!" kata Bernard memuji istrinya, lalu mengecup pipi Viona, wajah Viona tersipu malu mendapat pujian dari suaminya.


"Suamiku..kamu juga tampan sekali malam ini!" kata Viona memuji suaminya juga.


"Hanya malam ini saja?" tanya Bernard dengan nada merajuk.


Viona hampir mau tertawa ngakak mendengar nada suara Bernard yang merajuk.


"Maksudku malam ini luar biasa tampan nya, kalau hari-hari biasa tentu saja tampan!" kata Viona setengah tertawa, dia merasa lucu melihat Bernard yang terlihat cemberut.


"Terimakasih istriku" kata Bernard tersenyum senang, di ciumnya sudut bibir Viona.


Pipi Viona semakin merona dengan tindakan suaminya itu.


"Ayo kita berangkat!" Bernard menyodorkan lengannya agar dirangkul Viona.

__ADS_1


Viona memandang lengan suaminya itu, dan langsung mengerti maksud dari Bernard menyodorkan lengannya, dengan mesra tangan Viona pun merangkulnya.


Mereka saling menatap sembari tersenyum manis.


Sebuah mobil Limousin Rolls Royce Phantom mewah menunggu mereka di halaman Mansion.


Dua Bodyguard Bernard telah berdiri di dekat mobil menunggu mereka.


Jos, Asisten sekaligus Bodyguard Bernard, membukakan pintu mobil untuk Bernard dan Viona.


Bernard mempersilahkan Viona naik terlebih dahulu, baru setelah itu dia pun menyusul masuk kedalam mobil mewah itu.


Mobil perlahan meninggalkan halaman Mansion.


Sepanjang perjalanan Bernard terus menggenggam tangan Viona, malam ini istrinya sangat cantik sekali.


Bernard rasanya tidak rela berbagi rasa kagum, memandang istrinya yang cantik dengan lelaki di undangan itu nantinya.


Bernard sesekali mengecup punggung tangan istrinya, dia terlihat seperti anak muda yang lagi kasmaran.


Viona tersenyum melihat tingkah suaminya, dan diam saja apa yang dilakukan suaminya.


Mereka pun sampai di pusat kota dan menuju Hotel Angkasawan.


Mobil dengan perlahan berhenti di pelataran lobby Hotel.


Bodyguard Bernard turun untuk membukakan pintu untuk Tuannya.

__ADS_1


Setelah pintu mobil dibuka, Bernard turun, lalu kemudian membantu istrinya untuk turun.


Bernard memberikan tangannya untuk dirangkul Viona.


Mereka berjalan di red karpet yang dihamparkan untuk tamu undangan Hotel.


"Halo Tuan Bernard..senang melihat anda datang juga, saya kira anda tidak akan datang seperti tahun-tahun lalu!" seorang pria seumuran Bernard menyambut mereka di pintu lobby Hotel.


Pria tersebut terlihat tersenyum lebar begitu senang nya dengan kehadiran Bernard.


"Apakah ini istri anda...halo Nyonya..senang melihat anda hadir juga di acara hari jadi Hotel saya!" Pria tersebut membungkukkan tubuhnya sedikit, menunjukkan rasa sopan pada pasangan Bernard dan Viona.


"Silakan Tuan...sebelah sini!" kata Pria itu mempersilahkan Bernard dan Viona untuk masuk ke dalam.


"Hei...lihat itu, bukankah itu anak tiri anda?" bisik seorang undangan wanita paruh baya pada seorang wanita yang tak lain adalah Ibu tiri Bernard.


"Bukankah dia anak tiri mu yang tidak berguna, kenapa dia bisa datang ke acara hari jadi Hotel Angkasawan?" tanya yang lain.


Bisik-bisik dikalangan para undangan di aula Hotel tersebut jadi ramai.


Bernard terlihat tenang saja tidak begitu peduli dengan bisikan orang-orang mengenai dirinya.


"Maaf Tuan-tuan!" sahut Pria yang tadi menyambut Bernard di pintu masuk aula Hotel dengan menggunakan mikrofon.


"Tuan Bernard adalah tamu istimewa saya malam ini, saya adalah sebagai pengembang Hotel Angkasawan..sementara pemilik sah gedung Hotel Angkasawan adalah Tuan Bernard!" katanya lantang.


Ruang aula Hotel langsung heboh mendengar penjelasan sang Tuan rumah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2