
Saat akan mendekati bangsal 6-p, tiba-tiba Bernard menghentikan langkahnya.
Tunggu dulu!
Dia merasa ada yang tidak benar, dia yang seharusnya di periksa karena tidak enak badan, kenapa sekarang istrinya yang disuruh untuk memeriksakan diri.
Viona heran melihat suaminya yang tiba-tiba berhenti, dan raut wajahnya seperti agak lain.
"Kenapa kak?" tanya Viona khawatir, dia takut sakit suaminya semakin parah.
"Istriku...apakah kamu tidak merasa heran?"
"Heran? apa maksud kakak?" Viona bingung.
"Bukankah aku yang sakit, tapi kenapa kamu yang harus diperiksa ke bagian kandungan?" tanya Bernard dengan pandangan yang bingung memandang bangsal 6-p.
Viona tiba-tiba terdiam, dia pun baru tersadar.
Otaknya berputar untuk berpikir, apa maksud dari Dokter Internis tadi.
"Iya, benar!" katanya bingung.
Bernard mencoba mencerna lagi ucapan Dokter tadi.
Tadi Dokter itu mengatakan kalau dia baik-baik saja, tidak ada sakit apapun.
Tapi, kemudian malah menanyakan tentang datang bulan istrinya.
Matanya tanpa sadar terbuka melebar, jantungnya tiba-tiba berdegup kencang.
Dag! dig! dug!
Di tatapnya wajah Viona nanar, dia menatap Viona lekat-lekat.
__ADS_1
Tubuhnya tanpa sadar mulai gemetar, dan dia entah kenapa jadi gugup.
Jangan katakan...!
Bernard tidak bisa untuk melanjutkan apa yang ada dipikirannya, dia takut salah tebak dan membuat dia kecewa.
"Sayang....apakah akhir-akhir ini kamu ada merasakan sesuatu yang tidak enak di dirimu?" tanyanya hati-hati.
"Tidak, aku baik-baik saja kak!" kata Viona bingung menatap suaminya.
"Dan tentang datang bulan istriku?" tanya Bernard lagi hati-hati.
"Biasanya akan datang akhir bulan, ini kan belum akhir bulan kak!" kata Viona bingung dengan pertanyaan Bernard.
"Apakah kamu tidak merasa bingung dengan perkataan Dokter Internis tadi? dia mengatakan agar kamu memeriksakan diri kebagian kandungan?" kata Bernard, suaranya sedikit bergetar karena merasa mulai gugup.
"Iya kak!" kata Viona mulai sadar akan sesuatu.
Apakah aku hamil? pikir Viona.
Dia harus membawa istrinya untuk memeriksakan diri, dan akan mengetahui hasilnya.
"Ayo, mari kita kedalam untuk memeriksakan diri istriku untuk memastikannya!" kata Bernard meraih tangan Viona untuk melanjutkan langkah mereka masuk ke bangsal 6-p.
Mereka menelusuri koridor bangsal 6 tersebut, mencari ruang 6-p.
Dan akhirnya mereka temukan.
Bernard semakin gugup untuk memasuki ruang spesial kandungan tersebut, jantungnya berdegup kencang.
Dag! dig! dug!
Punggungnya terasa berkeringat dingin, dia begitu gugup.
__ADS_1
Bernard menggenggam tangan Viona erat, dan Viona juga sama gugupnya.
Dia membalas genggaman tangan suaminya dengan erat juga.
Viona menghela nafas panjang, dia mencoba menenangkan perasaannya yang mulai semakin gugup.
Untung pasien kandungan hari ini lagi kosong, jadi Viona bisa langsung diperiksa.
Bernard perlahan mengetuk pintu ruang Dokter spesialis kandungan tersebut, dan terdengar suara seorang wanita dari dalam untuk mempersilahkan mereka untuk masuk.
Bernard membuka pintu, tampak seorang Dokter wanita setengah baya duduk dibelakang meja menghadap ke pintu masuk.
"Silahkan masuk, Tuan!" kata Dokter tersebut seraya bangkit dari duduknya, setelah Bernard dan Viona memasuki ruangannya.
Bernard menarik satu kursi untuk Viona, lalu kemudian satu lagi untuk dirinya.
Dokter tersebut tersebut tersenyum pada Viona.
"Anda sangat cantik Nona, dan masih muda, pasti si bayi akan tumbuh sehat!" kata Dokter tersebut mendekati Viona.
Bernard dan Viona membeku ditempat mereka duduk, mereka sama-sama tidak bisa bicara sangking shock nya.
Bayi?
Degup jantung Bernard semakin kencang, sementara Viona sangat gugup, dia tidak percaya kalau dirinya hamil.
"Dokter Herry baru saja menelepon, memberitahukan padaku perihal apa yang dialami oleh Tuan Bernard!" kata Dokter tersebut tersenyum ramah.
Dokter tersebut mendekati tempat tidur pasien, membenarkan letak bantal dan sprei nya.
"Silahkan Nona, berbaring disini!" kata Dokter mempersilahkan Viona untuk berbaring ditempat tidur pasien.
Viona tanpa sadar menelan ludahnya gugup, dia merasa bermimpi berjalan ke tempat tidur pasien tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....