Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
141. Cintaku semakin dalam.


__ADS_3

Bernard mengecup puncak kepala Viona berkali-kali, dan membenamkan wajahnya ke balik leher Viona.


"Terimakasih sayang telah mengandung anakku, aku mencintaimu, aku sangat bahagia" gumam Bernard ditelinga Viona.


Viona mengeratkan pelukannya mendengar gumaman suaminya tersebut.


"Iya kak, aku juga bahagia, akhirnya kita memiliki bayi" kata Viona.


Bernard melepaskan pelukannya, air matanya mengalir di pipinya.


Begitu juga dengan Viona, mereka sama-sama menangis terharu karena akan memiliki seorang bayi. Buah cinta mereka.


Jemari Bernard mengelap air mata Viona yang mengalir membasahi pipinya.


Viona pun melakukan hal sama, mengelap air mata suaminya yang mengalir membasahi pipinya.


Dokter kandungan yang memperhatikan mereka, bisa merasakan betapa dalamnya cinta mereka.


Dokter tersebut mulai menulis resep obat untuk Bernard dan Viona.


Bernard menerima resep obat yang diberikan Dokter kandungan tersebut untuk mereka tebus di apotik Rumah sakit.


"Setiap bulan, bawalah istri anda datang kemari untuk rutin periksa, Tuan!" pesan Dokter tersebut.


"Baik Dok!" angguk Bernard.


Mereka kemudian keluar dari ruang Dokter kandungan tersebut.


Jos yang menunggu diluar bangsal, begitu melihat Tuan dan Nyonya keluar dari ruang Dokter kandungan langsung berdiri tegak.


Bernard menyerahkan resep obat yang harus ditebus pada Jos.


Jos langsung mengerti kertas apa yang diberikan oleh Tuannya tersebut, diapun bergegas untuk menebus obat tersebut.

__ADS_1


Bernard menggenggam tangan istrinya dengan erat, dia begitu sangat bahagia, hatinya berbunga-bunga.


Mereka menunggu Jos menebus obat didalam mobil.


Bernard kembali menarik Viona kedalam dekapannya, mengecup puncak kepala istrinya tersebut tanpa bosan.


Hatinya sangat bahagia.


"Sayang...aku begitu bahagia!" kata Bernard lagi, lalu kembali lagi mendekap Viona.


Rasanya Bernard seperti bermimpi.


"Aku juga suamiku" kata Viona membalas dekapan Bernard.


"Sepertinya kita sudah waktunya mulai membeli keperluan bayi!" kata Bernard dengan wajah berbinar.


Viona terkekeh mendengar perkataan suaminya tersebut, Viona mengelus tangan Bernard dengan lembut.


"Kita harus mengetahui jenis kelaminnya dulu, baru kita bisa membeli keperluan bayi kita suamiku!" kata Viona.


Dia terlalu bersemangat, janin baru memasuki usia dua minggu, jadi belum bisa mengetahui jenis kelaminnya.


Tidak berapa lama Jos datang membawa bungkusan kecil ditangannya.


Setelah masuk Jos memberikan bungkusan tersebut kepada Bernard.


Kemudian Jos membawa mobil keluar dari area parkir Rumah sakit.


Mereka kembali ke Resort, karena liburan mereka belum selesai.


Hari sudah menjelang sore saat mereka sampai di pantai.


Bernard membantu Viona keluar dari mobil.

__ADS_1


"Hati-hati melangkah sayang!" sahut Bernard.


"Hari ini istirahat saja dikamar ya, kita lihat pantai di teras kamar saja, istriku, kamu tidak boleh banyak melakukan aktivitas!" kata Bernard lagi.


"Baik kak!" kata Viona menurut.


Setelah sampai dikamar Bernard membuka jendela kaca lebar-lebar, mengambil bantal untuk ditaruh di kursi malas.


Bernard akan bersantai dengan Viona melihat laut didepan kamar sambil berbaring di kursi malas.


Bernard membantu Viona untuk membuka sepatunya setelah berbaring di kursi malas.


Lalu kemudian menelepon Jos untuk memesan camilan sore hari dan minuman, dia tidak akan lagi membiarkan istrinya melakukan apapun.


Di rahim istrinya telah tumbuh bayi mereka, dia tidak ingin terjadi apa-apa pada anaknya dan juga istrinya.


Bernard mengambil kursi kecil, lalu duduk di dekat kaki istrinya.


"Kak..mau apa?" tanya Viona heran melihat Bernard duduk dekat kakinya.


"Mau mengurut kaki kamu, agar peredaran darahnya lancar!" kata Bernard.


Dia mulai mengurut telapak kaki Viona.


Viona memandang suaminya yang tengah mengurut kakinya tersebut.


Dia sangat bahagia bisa memiliki suami seperti Bernard, hatinya sangat bahagia sekali.


Lelaki yang dulu diam-diam dia sukai ternyata adalah lelaki yang begitu lembut padanya.


Semenjak mereka menikah walaupun ada ke salah pahaman diantara mereka, suaminya tetap menyayanginya.


Viona tersenyum bahagia menatap suaminya tersebut, cintanya hari ke hari semakin dalam saja pada suaminya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2