Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
72. Istriku jadi liar.


__ADS_3

Sesampai di Mansion Bernard sudah terlihat acak-acakan akibat ulah Viona.


Kancing kemejanya sudah terbuka semua, begitu juga Viona.


Bernard menutupi tubuh Viona dengan jasnya.


Dan kemudian Bernard membopong istrinya masuk kedalam Mansion


Sementara Viona sudah seperti lintah menempel pada Bernard, mengalungkan tangannya dileher Bernard dengan erat.


Tubuhnya terus saja menggeliat, mengecup leher Bernard dan menggesekkan lidahnya dileher suaminya itu.


"Jangan bergerak dulu istriku, aku tidak bisa naik keatas kalau kamu tidak bisa diam!" kata Bernard bersusah payah membawa istrinya untuk naik tangga menuju kamar mereka.


Dan akhirnya Bernard berhasil membawa istrinya masuk kekamar, meletakkan tubuh istrinya yang terus menggeliat kepanasan.


Viona membuka seluruh pakaiannya, melemparkan nya kesembarang arah.


"Suamiku, panas sekali!" gumam Viona serak, tangannya mengelus lehernya dan kemudian turun ke dadanya dengan gerakan yang membuat Bernard menelan ludahnya berkali-kali.


Viona membuka sisa pakaiannya, hingga tubuhnya pun akhirnya polos.


Bernard menggeram melihat tubuh indah istrinya tersebut, dia pun dengan cepat dan tergesa-gesa membuka pakaiannya.


Lalu meraih tubuh istrinya kedalam dekapannya, kemudian mencium kembali bibir istrinya.


Tubuh Viona merespon setiap sentuhan tangan Bernard ditubuhnya, dia merasa sangat nyaman dengan belain tangan suaminya.


Tangan Viona pun tidak bisa diam, jemarinya merayap membelai dada suaminya, lalu menjalar kebawah.

__ADS_1


Bernard membeku merasakan tangan istrinya menyentuh ereksi nya, dia memperdalam ciumannya pada bibir istrinya tersebut.


Viona melepaskan ciumannya, dan kemudian menurunkan wajahnya kebawah sana.


Lagi-lagi Bernard tersentak dengan tindakan istrinya, kepalanya sampai mendongak keatas merasakan panas dibawah sana.


Ini benar-benar gila!


"Istriku sayang..." gumam Bernard serak, istrinya menjadi liar karena pengaruh obat yang mengalir ditubuhnya.


Bernard merasakan bibir istrinya sangat menikmati apa yang dilakukannya dibawah sana.


Bernard kembali mendongakkan kepalanya merasakannya sensasi yang diberikan oleh istrinya tersebut.


Cukup sudah!


Dia sudah tidak tahan! Bernard menarik istrinya tersebut, dan membaringkannya ditempat tidur.


Malam ini, malam yang terasa panjang mereka rasakan, karena obat yang mengalir ditubuh Viona, membuat istri Bernard tersebut begitu liar.


Dan, dia tidak merasakan capek sama sekali.


Mereka melakukannya dengan berbagai posisi, sampai tubuh mereka berpeluh.


Dan Viona dengan suara manjanya merengek pada suaminya ingin terus dibelai oleh Bernard, dan ingin lagi dan lagi merasakan suaminya didalam dirinya.


Bernard bekerja keras menyenangkan istrinya tersebut, nafas mereka sudah memburu karena melakukan aktivitas mereka yang panjang.


Rengekan manja istrinya membuat Bernard bersemangat, dan merasakan ereksi nya semakin mengeras didalam istrinya.

__ADS_1


Dia sangat menyukai suara manja istrinya tersebut, terasa merdu di telinganya.


Dan itu membuat Bernard semakin melayang merasakan istrinya dibawah sana.


Bernard mencium istrinya sambil melakukan pergerakan di pinggulnya.


Sampai akhirnya mereka merasakan tubuh mereka sepertinya akan meledak.


Viona memeluk tubuh bsuaminya dengan erat, begitu juga dengan Bernard, memeluk tubuh Viona dengan erat.


Mereka saling berpelukan begitu eratnya, dan tidak lama kemudian tubuh mereka pun sama-sama bergetar.


Dan suara mendesah mereka terdengar memenuhi kamar mereka.


Bernard merasakan tubuhnya lemas, dia pun ambruk disamping istrinya.


Nafas mereka memburu, keringat mengalir membasahi tubuh mereka.


Bernard menarik Viona ke pelukannya, dan istrinya juga sudah terlihat begitu capek.


Viona sudah terlihat enang, tidak merasakan pengaruh obat lagi.


Bernard menatap istrinya yang telah memejamkan matanya.


Viona sudah mulai tertidur, Bernard membelai pipi Viona dengan lembut.


"Istriku, kamu sangat mengagumkan, tidak kusangka kamu cepat sekali belajar hal baru, membuatku melayang dan tidak bisa berkutik" gumam Bernard tersenyum membayangkan apa yang dilakukan istrinya tadi pada ereksi nya.


Bernard mengecup kening istrinya, lalu diapun memejamkan matanya sembari memeluk istrinya.

__ADS_1


Mereka pun tidur dengan keadaan puas.


Bersambung....


__ADS_2