
Anna sekali lagi memeluk Leo, baru setelah itu dia pun keluar dari kamar meninggalkan Leo untuk beristirahat.
Esok hari di Mansion kastil, seperti biasa Bernard selalu yang lebih dahulu bangun pagi.
Dia akan jogging untuk membakar tubuhnya agar tetap segar karena selalu lemas dan mual-mual di pagi hari.
Drrrtt!
Ponselnya bergetar di nakas.
Dengan rasa enggan untuk mengambil ponselnya yang bergetar, Bernard tidak memperhatikan nama yang ada dilayar ponsel.
Dia memencet tanda hijau dan membawanya ke telinganya.
" Hallo..." sahutnya.
Bernard mendengar apa yang dikatakan orang yang menelepon diseberang sana.
" Apa?!" wajah Bernard terlihat kaget, setelah mendengar apa yang dijelaskan si penelepon, Bernard kemudian mematikan ponselnya.
Bernard mendekati tempat tidur, dengan perlahan dan lembut dia menggoyang tangan Viona.
" Istriku...sayang " panggilnya dengan lembut.
" Hmm..." Viona bergerak.
" Bangun istriku...ada sesuatu yang akan kukatakan padamu " sahut Bernard masih dengan suara yang lembut.
Perlahan Viona membuka matanya, dan memandang Bernard yang duduk di tepi tempat tidur.
Mata Viona pun perlahan terbuka, dan perlahan bangkit untuk duduk tegak.
Bernard membantu Viona duduk dengan memegang tangannya.
" Ada apa kak?" tanya Viona setelah duduk tegak.
" Leo dan Nona Anna akan menikah hari ini " kata Bernard memberitahukan apa yang baru saja disampaikan Leo padanya.
" Apa?!" Viona terkejut.
" Iya sayang...aku juga terkejut mendengar apa yang dikatakan Leo " kata Bernard.
" Wah, begitu Anna menyatakan cintanya...langsung diajak menikah " gumam Viona seakan kepada dirinya sendiri.
Dia ingat kalau Anna akan menyatakan cintanya pada Leo.
" Orang tua Nona Anna, begitu tahu kalau Leo pacaran dengan Nona Anna, mereka langsung menyuruh Leo untuk menikahi Nona Anna " kata Bernard menjelaskan.
" Eh..!" ternyata Viona salah menduga.
Yang mengajak menikah ternyata orang tua Anna.
__ADS_1
" Benarkah?" tanyanya menatap wajah Bernard tidak percaya.
" Iya " angguk Bernard, " Pagi ini mereka akan mulai mengurus pernikahan mereka...aku akan memberitahukan berita ini kepada Jos, agar dia memberitahukan kepada semuanya...Leo tidak mempunyai orang tua lagi, kita akan menjadi wali di pernikahannya untuk menggantikan orang tua Leo " kata Bernard.
" Iya suamiku...aku bersedia " kata Viona.
" Sepertinya pagi ini kita sudah harus bersiap-siap...aku akan membantumu untuk mandi istriku...ayo " Bernard menarik selimut yang menutupi badan Viona.
" Iya kak.." Viona bergerak bangkit turun dari tempat tidur.
Bernard langsung membopong Viona begitu istrinya tersebut duduk ditepi tempat tidur, membawanya ke kamar mandi.
Meletakkan Viona dengan hati-hati didepan wastafel untuk menyikat gigi.
Selagi Viona sikat gigi, Bernard membantu untuk membuka pakaian istrinya.
Tubuh Viona pun polos setelah Bernard menanggalkan pakaian istrinya tersebut.
Bernard melihat perut istrinya sudah mulai menonjol kedepan, dan juga dada istrinya yang semakin padat membesar.
Dengan lembut tangannya mengelus perut buncit Viona, dia sangat menyukai mengelus tonjolan perut istrinya yang sudah mulai kelihatan.
Dikecupnya punggung Viona yang polos, lalu naik mengecup leher Viona.
" Kak.." sahut Viona yang lagi sikat gigi.
" Aku hanya mengecup saja sayang...apakah sudah selesai menyikat giginya?" tanya Bernard sembari masih mengecup sekitar leher Viona.
Kemudian berbalik menghadap Bernard.
" Hmmm...wangi " Bernard mengendus bibir Viona.
Viona tersenyum melihat wajah suaminya yang terlihat lucu saat mengendus mulutnya.
" Sekarang waktunya mandi " kata Bernard.
Dengan cepat Bernard menanggalkan pakaiannya, dia akan ikut mandi bersama juga dengan istrinya.
" Ayo " Bernard menarik tangan istrinya dengan lembut kebawah shower.
Bernard mengambil sabun, dan mulai membantu istrinya untuk membersihkan badan.
Bernard menarik tengkuk Viona setelah tubuh Viona bersih dari sabun, mengecup bibir istrinya dengan lembut.
Viona sangat suka dengan cara suaminya mengecup bibirnya, dia mengalungkan tangannya keleher Bernard.
Lalu membalas ciuman suaminya dengan lembut juga, dan tentu saja Bernard sangat suka istrinya membalas ciumannya.
Mereka saling mengulum dengan perlahan, menikmati ciuman mereka dengan lembut.
Bernard memasuki bibir Viona, memilin dengan lembut lidah istrinya tersebut.
__ADS_1
Tangannya mengelus tubuh polos Viona dengan perlahan, lalu turun kebawah meremas bokong istrinya dengan lembut dan menekannya merapat ke tubuhnya.
Bibir Bernard perlahan turun mengecup leher Viona, dan perlahan semakin turun mengecup dada Viona.
Memberi tanda pada dada Viona yang semakin terlihat indah membengkak karena kehamilannya.
Bernard menyesap ujung dada Viona dengan lembut, memainkan lidahnya disana.
Viona berdesir menahan rasa melayang karena tindakan suaminya, digigitnya bibir bawahnya menahan rasa yang berpendar di perutnya.
" Suamiku.." bisik Viona melihat bibir suaminya yang mengulum ujung dadanya.
Bernard menyudahi perbuatannya tersebut, lalu kembali mengecup bibir Viona.
Viona merasakan ada sesuatu yang keras menekan perutnya, perlahan tangannya menyentuh benda tersebut.
" Ah..." Bernard begitu senang merasakan tangan kecil istrinya memegang ereksi nya yang mengeras.
Viona memperdalam ciumannya pada bibir suaminya, menarik tengkuk Bernard semakin menunduk.
Bernard menuruti apa yang diinginkan istrinya tersebut, dia semakin terbuai dengan elusan tangan istrinya pada ereksi nya.
" Sayang " gumam Bernard parau.
Viona perlahan menurunkan tubuhnya, dengan kaki terbuka karena kehamilannya, Viona menumpukan lututnya dilantai kamar mandi.
Bernard langsung mendongakkan kepalanya begitu merasakan apa yang dilakukan istrinya dibawah sana.
" Ah..." Bernard sangat menyukai apa yang dilakukan istrinya tersebut.
Semenjak Viona hamil, Bernard tidak pernah lagi memasuki istrinya.
Jadi, Viona berinisiatif untuk memuaskan Bernard dengan melakukannya dibawah sana dengan bibirnya.
Dia tidak ingin suaminya merasa diabaikan karena keinginannya untuk merasakan dirinya tidak terpenuhi karena kehamilannya.
Kebutuhan mereka sebagai suami-istri, Bernard pasti tersiksa karena tidak tersalurkan.
Ada cara yang bisa membuat mereka tetap mesra, walau mereka tidak bisa saling merasakan didalam sana.
" Ahh..." akhirnya Bernard merasakan tubuhnya meledak dan bergetar lalu mendesah panjang.
Tubuhnya terasa lemas, nafasnya memburu.
Dia semakin mencintai istrinya.
Perlahan Bernard menarik tubuh istrinya yang berlutut dilantai, lalu memeluk tubuh mungil itu dengan erat.
Mengecup puncak kepala Viona dengan penuh sayang, lalu mengelap cairan miliknya dibibir istrinya tersebut.
Mereka kemudian kembali membersihkan diri.
__ADS_1
Bersambung......