Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
144. Makanan penutup.


__ADS_3

Perasaan Bernard yang merasa kesal mendengar nama Darius disebutkan menyukai istrinya, mulai tenang dengan remasan lembut tangan istrinya tersebut.


Bernard membalas genggaman tangan Viona, lalu membawa tangan Viona keatas pangkuannya.


Viona mengelus paha Bernard dengan lembut.


Bernard kembali tenang, dia melanjutkan makannya.


Anna dan Lidia pun bernafas dengan lega, mereka berjanji dalam hati, lain kali akan hati-hati kalau bicara.


Apa lagi menyangkut tentang pria lain yang menyukai Viona, bisa bahaya.


Mereka kemudian melanjutkan makan malam sambil bersenda gurau.


Makanan penutup Bernard memakan rujak, membuat Anna dan Lidia yang melihat itu merasa ngilu.


Jos dan Leo mencoba satu tusuk buah, dan mencelupkannya kedalam bumbu.


Lalu mencicipi nya, dan mengunyah nya dengan penuh percaya diri.


Belum ada hitungan tiga detik mereka sudah tidak tahan, mereka langsung mengambil gelas air minum.


Meminum air sekali teguk.


Jos dan Leo kepedasan, wajah mereka memerah.


Bernard santai saja makan tanpa merasa pedas.

__ADS_1


"Kalau tidak tahan, jangan dimakan! siapa suruh ikut-ikutan makan!" kata Bernard yang terlihat santai memakan rujak tersebut.


Anak buah Bernard yang lain terkekeh melihat tampang Leo dan Jos.


"Badan saja yang besar, tapi tidak tahan makan yang pedas!" kata mereka.


Lana dan Susi pun ikut-ikutan terkikik geli, apalagi melihat Leo dan Jos sampai menjulurkan lidah mereka karena kepedasan.


Lidia mengambil gelas dan menuang susu cair, lalu memberikannya pada Jos.


"Minum susu untuk menghilangkan pedasnya!" kata Lidia.


"Terimakasih!" Jos menerima gelas yang disodorkan Lidia padanya.


Leo yang masih kepedasan melihat Jos setelah meminum susu, ternyata tidak begitu kepedasan lagi.


Anna yang melihat Leo sepertinya ingin juga minum susu, gadis itupun menuangkan satu gelas dan memberikannya pada Leo.


"Terimakasih!" Leo dengan kedua tangannya menerima gelas yang diberikan Anna.


Lalu meneguk susu tersebut dengan sekali teguk, dan pedasnya pun berkurang.


Sementara Bernard santai saja memakan rujak tersebut, tapi keringat sudah mengucur di keningnya.


"Tuan, jangan terlalu banyak dimakan!" kata Jos merasa kalau Bernard sudah terlalu banyak memakan rujak tersebut.


"Sedikit lagi!" kata Bernard dengan santainya sambil mengunyah, wajahnya terlihat memerah, tapi dia merasa tidak kepedasan.

__ADS_1


"Sudah kak, cukup! sudah keluar keringat banyak!" sahut Viona, lalu mengelap kening Bernard dengan tissue.


Bernard pun akhirnya menghentikan makannya, lalu mengelap mulutnya dengan tissue.


Viona memberikan susu cair satu gelas pada Bernard, dan meminumnya dengan sekali teguk.


Bernard merasa puas.


"Malam ini terlihat cerah, bulan terlihat dengan penuh, bagaimana kalau kita jalan-jalan di pantai?" kata Viona pada suaminya.


"Ide bagus, Ayo!" Bernard meraih tangan istrinya, "Kalian bersenang-senanglah, Jos dan Leo bisa membantu Nona Lidia dan Anna untuk berkeliling melihat suasana Resort!"


"Baik Tuan!" angguk Jos dan Leo patuh.


"Ayo sayang!" Bernard menggenggam tangan istrinya.


Mereka dengan jalan santai berjalan menuju pantai, bergandengan tangan terasa sangat menyenangkan.


Sementara Leo dan Jos dengan perasaan canggung karena baru kali ini melayani wanita, mereka terlihat sangat kaku.


"Silahkan Nona!" kata Jos mempersilahkan Lidia dan Anna untuk berjalan terlebih dahulu.


"Terimakasih" ucap Lidia.


Anna dan Lidia berjalan terlebih dahulu, diikuti oleh Jos dan Leo dibelakang mereka.


Mereka ingin melihat-lihat Resort dulu baru menikmati jalan di pantai.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2