Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
173. Rangkulan tangan.


__ADS_3

Leo terpancing rayuan Anna, dan dia tidak tahu kenapa begitu senang Anna memanggilnya dengan sebutan 'kak Leo'.


Dan Anna terlihat tidak canggung lagi dengannya seperti saat di pantai.


Menurut Leo memang kakak Nyonya nya tersebut sungguh keterlaluan, selalu mengungkit tentang masalah 'merebut calon suami'.


Leo juga tahu peristiwa awal Tuannya akan menikah dengan Viona.


Naira menolak untuk menikah dengan Bernard, dan akan bunuh diri kalau dinikahkan dengan Bernard.


"Dimana manajer salonnya!" teriak Leo.


Seorang wanita dengan tergesa-gesa datang menghampiri Leo.


"Iya Tuan, maaf atas kenyamanan yang mendadak tidak nyaman ini, saya akan mengatasinya!" sahut Manajer tersebut.


"Ya, anda harus menyingkirkan Nona ini! dia membuat suasana tidak nyaman!" ujar Leo menunjuk Naira.


"Baiklah, saya akan mengurusnya!" sahut si Manajer salon.


"Dia membuat Nyonya Bernard tidak bisa untuk segera dilayani!" kata Leo.


Begitu nama Bernard disebutkan, Manajer salon ingat satu hari lalu Viona telah memesan pelayanan VVIP untuk tiga orang.


Si Manajer dengan cepat langsung berdiri di hadapan Naira.

__ADS_1


"Maaf Nona, anda sudah membuat keributan dan ketidak nyaman di sini, silahkan untuk mencari salon lainnya saja Nona!" kata Manajer salon dengan tegas pada Naira.


"Tidak mau! aku mau disini, aku yang lebih dahulu datang, mereka yang seharusnya pergi untuk cari salon lain!" kata Naira.


"Mereka sudah memesan ruang VVIP satu hari sebelumnya, jadi kami harus lebih mengutamakan mereka dari pada anda Nona!"


"Ruang VVIP?" Naira tidak percaya adiknya bisa menikmati layanan khusus dan termewah di salon tersebut.


Naira benar-benar semakin gila rasanya, memikirkan bahwa dialah yang seharusnya menikmati itu semua.


Tapi sekarang adiknya yang mendapatkan semua impiannya menjadi seorang istri dari pria Miliarder.


"Aku tidak mau!!" teriak Naira semakin emosi.


"Maaf, kami terpaksa harus bersikap kasar padamu Nona!" kata Manajer salon.


Dua orang sekuriti bergegas masuk untuk menarik Naira keluar dari dalam salon.


"Tidak mau!!" Naira berontak tidak ingin dibawa keluar.


Suaranya begitu histeris sampai pelanggan salon lainnya sangat terganggu dengan suara Naira yang berisik.


Leo berinisiatif ingin membantu petugas salon untuk memaksa Naira agar segera keluar dari dalam salon, tapi tangannya ditahan oleh Anna.


Anna dengan erat merangkul lengan Leo.

__ADS_1


"Biarkan saja kak, dia sendiri yang keras kepala tidak bisa jaga sikap, biarkan dia mempermalukan dirinya sendiri, dengan terus berontak akan membuat dia semakin di permalukan!" kata Anna.


Leo yang akan bergerak terpaksa mengurungkan niatnya, dia pikir benar juga apa yang dikatakan Anna.


Leo melirik tangan Anna yang masih terus memegang lengannya dengan erat, sudut bibir Leo tanpa sadar bergerak tersenyum senang.


Tapi tiba-tiba Leo mengedipkan matanya, tersadar dengan apa yang baru dirasakannya.


Dia menyukai kedekatan Anna pada dirinya.


Ada apa denganku? pikir Leo tidak percaya dengan apa yang barusan dia rasakan.


Sampai Naira dibawa keluar salon, tangan Anna tanpa sadar masih saja terus merangkul lengan Leo.


Viona akhirnya merasa lega, kakaknya yang arogan diusir dari salon tersebut.


Dia sebenarnya ada rasa kasihan dengan Naira karena di permalukan di depan umum, tapi sifat kakaknya tersebut tidak pernah akan berubah kalau dikasihani.


"Silahkan Nyonya, kami sudah menunggu anda sedari tadi, maaf karena ketidaknyamanan tadi, lain kali kami akan lebih cepat bertindak untuk mengatasi pengganggu yang meresahkan!" sahut Manajer salon sembari membungkukkan sedikit tubuhnya dengan sopan.


Anna tersadar kalau masih merangkul lengan Leo, dia dengan malu melepaskan tangannya yang terasa nyaman merangkul lengan Leo.


"Maaf kak, aku sungguh lancang!" kata Anna merasa malu.


Leo merasa kosong saat tangan Anna terlepas dari lengannya, dia ingin menahan tangan Anna agar tetap merangkul lengannya.

__ADS_1


Tapi itu sangat memalukan, tidak mungkin dia melakukan itu.


Bersambung....


__ADS_2