Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
54. Jangan coba-coba menindas istriku.


__ADS_3

Naira merasa perasaannya tidak puas kalau tidak mencoba lagi merayu Bernard. Dia yakin pasti bisa mendapatkan Bernard dari Viona.


"Tuan Bernard, tunggu!" Naira mengejar Bernard dan Viona.


"Naira!!" teriak Tuan Philip, dia tidak habis pikir dengan putrinya yang satu ini. Sulit sekali diatur.


"Tuan Bernard, dengar aku mau beritahukan padamu, sebenarnya Viona berbuat curang padaku, dia sudah mengetahui siapa anda sebenarnya, jadi dia diam-diam menyimpannya sendiri untuk dirinya tidak memberitahukannya padaku!" kata Naira dengan nada yang dibuat dengan begitu lembut.


Naira dengan berani memandang mata Bernard saat bicara, walau sebenarnya dia merasa sangat takut dengan tatapan mata Bernard yang tajam.


Viona mengerutkan keningnya mendengar perkataan Naira, dari mana dia mendapat informasi yang menyimpang tersebut? pikir Viona bingung.


Dia sendiri tidak tahu kalau Bernard ternyata seorang pria Miliarder, dan dia juga tidak pernah menyelidiki tentang Bernard.


"Maaf kalau aku tadi berteriak seperti wanita yang tidak punya sopan santun, sebenarnya aku sangat kesal pada adikku Viona, karena dia merebut anda dariku!" kata Naira sedih.


"Begitukah?" tanya Bernard dengan wajah datar, suaranya terdengar sangat dingin.


"Iya benar Tuan!" angguk Naira cepat, dia merasa Bernard percaya padanya. Dia tersenyum dalam hati merasa sudah menang.

__ADS_1


"Tapi aku merasa tidak seperti itu, saat terakhir kali di Mall Gold Star kamu menghinaku, mengataiku sebagai sampah!" kata Bernard dengan dingin.


"A..aku!" Naira tidak bisa lagi berkata, dia ingat saat menghina Bernard di Mall Gold Star.


"Jadi jangan berakting di depanku, aku tidak tersentuh sedikitpun, mau bagaimanapun kamu mencoba ingin menarik simpatikku, aku tidak akan tertarik!" kata Bernard dengan tajam.


Wajah Naira menghijau karena malu, dia diam berdiri di tempatnya seperti orang bodoh.


"Kamu jangan coba-coba menindas istriku, aku pastikan Papa mertua yang akan menghukummu dengan tegas atas suruhanku!"


Naira berubah jadi pucat, pandangan mata Bernard menunjukkan bahwa kata-katanya akan terjadi bila dia tidak menurut.


Bernard menggenggam tangan Viona melanjutkan langkah mereka menuju mobil yang sudah menunggu mereka.


Sebelum Bernard membantu Viona masuk kedalam mobil, dia memperingatkan Naira lagi.


"Jangan menggangu istriku dengan taktik licikmu, aku tidak akan melepaskan orang yang mencoba menyakiti istriku, baik-baiklah kedepannya mengambil sikap!" kata Bernard dengan datar.


Bernard membuka pintu mobilnya untuk Viona, lalu menutup kembali pintu mobil.

__ADS_1


Bernard berputar untuk membuka pintu mobil disisi satu lagi masuk kedalam mobil.


Naira masih berdiri ditempatnya, dia melihat Viona benar-benar diperlakukan sangat istimewa oleh Bernard.


Naira menghentakkan kakinya sangat kesal, kenapa dia waktu itu menolak dinikahkan dengan Bernard.


Kalau tidak sekarang dia sudah menjadi berstatus Nyonya Bernard. Memang sungguh bodoh dia.


Kalau saja Bernard tidak bertampang seperti sampah waktu itu, dia pasti langsung setuju dijodohkan pada Bernard.


Kalau diperhatikan lebih dalam, sebenarnya Bernard sangat tampan. Tubuhnya tinggi dan kekar bagaikan model.


Kenapa sewaktu dulu dia tidak terlihat menarik sedikitpun? yang ada terlihat sangat menyeramkan, matanya yang tajam memandang orang, sangat tidak enak dilihat.


Adiknya memang lebih pintar melihat pria yang berkualitas, dia sangat kesal memikirkannya.


Dan pasti tinggal dirumah yang mewah dengan banyaknya Pelayan yang selalu melayaninya.


Naira semakin kesal, dia terus menghentak-hentakkan kakinya marah. Seharusnya dia yang menikmati itu semua, juga perhatian Bernard dan juga cinta Bernard. Bukan Viona.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2