
Suara Irina terdengar berteriak terus memanggil nama Bernard, dia berusaha berontak dari pegangan Bodyguard Bernard, Jos.
"Nona, jangan membuat anda mendapat kesulitan, Tuan Bernard masih bermurah hati menyuruh anda pergi, kalau Tuan Bernard benar-benar marah, anda akan menyesal nantinya...silahkan pergi Nona!" kata Jos memperingati Irina.
"Aku mau Bernard, aku masih mencintainya, jangan pisahkan aku darinya!" teriak Irina sambil terus menarik tangannya dari pegangan Jos.
"Tuan Bernard sudah memiliki istri, anda tidak ada hak untuk memisahkan mereka, dan lagi pula Tuan Bernard tidak ingin melihat anda lagi, juga dia tidak mencintai anda lagi semenjak pergi kuliah keluar Negeri!" kata Jos.
"Tidak!! itu tidak mungkin, dia masih mencintaiku!!" teriak Irina tidak terima dengan penjelasan Jos.
"Tuan Bernard tidak mencintai anda Nona, jangan mempermalukan diri anda sendiri!"
Jos membuka pintu mobi Irina, dan mendorong Irina masuk kedalam mobil.
"Silahkan pergi Nona, saya harap kedepannya anda jangan datang lagi kemari, saya tidak bisa menjamin keselamatan anda aman kalau anda mencoba datang lagi!" kata Jos, lalu menutup pintu mobil Irina.
Irina menghentakkan kakinya tidak senang, dengan perasaan jengkel membawa mobilnya pergi dari halaman Mansion Bernard.
"Pastikan jangan sampai dia masuk lagi, kalau tidak kita semua akan dipecat Tuan Bernard!" kata Jos pada anak buah Bernard yang berjaga didepan Mansion.
__ADS_1
"Baik!" angguk mereka patuh.
Sementara itu Viona sudah tidak ingin lagi bercanda pada suaminya.
Bernard memandang Viona yang tampak tenang saja.
"Apakah ada yang ingin kamu katakan atau tanyakan istriku?" tanya Bernard melihat istrinya terlihat tenang saja.
"Tidak ada!" kata Viona menggelengkan kepalanya.
"Apakah kamu tidak ingin menyentuhku lagi istriku? sudah tidak ada pengganggu, kamu boleh melakukannya sekarang" kata Bernard tersenyum.
"Lukisan diruang galeri, bukankah itu lukisanmu bersama dengan Mama mu dan Irina, suamiku?" tanya Viona mengalihkan pembicaraan.
Bernard tampak berpikir mendengar perkataan Viona, dia sepertinya lupa dengan lukisan yang dimaksud oleh istrinya tersebut.
"Kapan kamu melihat lukisan itu?" tanya Bernard, wajahnya seperti mengkhawatirkan sesuatu.
"Pertama kali datang kesini, aku pergi melihat-lihat setiap ruangan Mansion!" kata Viona.
__ADS_1
Bernard menarik tangan Viona, dia membawa Viona menuju ruang galeri.
"Apakah yang itu?" tanya Bernard menunjuk lukisan disudut ruang galeri tersebut.
"Iya!" angguk Viona.
"Apakah gadis kecil itu mirip dengan Irina?" tanya Bernard.
Viona memperhatikan lukisan tersebut, dia mengamati dengan seksama, melihat setiap sudut lukisan gadis kecil tersebut.
Sepertinya tidak ada mirip, tapi sewaktu melihat Irina, entah kenapa dia melihat Irina kemungkinan adalah gadis kecil dalam lukisan itu.
"Tidak!" kata Viona menggeleng, "Tapi bukankah suamiku teman masa kecil Irina? jadi kemungkinan gadis kecil itu adalah Irina!"
"Dia gadis kecil yang ditolong Mama saat terjatuh kedalam selokan, waktu itu hujan deras, gadis kecil itu terlambat dijemput oleh orang tuanya pulang sekolah, dia mencoba pulang sendiri, dan tanpa sadar salah jalan dan masuk kedalam selokan, untung saat itu Mama melihatnya, lalu menolongnya!" kata Bernard menjelaskan tentang gadis kecil dalam lukisan tersebut.
"Waktu itu umurnya baru lima tahun, semenjak itu dia jadi teman Mama karena telah menolongnya, dia gadis kecil yang pandai mengingat kebaikan orang lain, dia selalu mencari Mama, dan Mama memperkenalkannya padaku, hingga suatu hari gadis kecil itu ingin dilukis seorang seniman pinggir jalan bersama Mama dan aku" kata Bernard.
Viona memandang lukisan tersebut lekat-lekat, ketiga orang dalam lukisan terlihat akrab dan tersenyum bahagia.
__ADS_1
Bersambung....