
Mereka pun sampai juga ke tujuan mereka, Restoran tepi danau.
Mobil Leo perlahan memasuki daerah parkir, lalu kemudian memarkirkan mobilnya.
Setelah mesin mobil mati, dengan cepat Leo melepaskan sabuk pengamannya.
Dan kemudian keluar, berjalan memutar menuju pintu penumpang.
" Terimakasih kak " ucap Anna pada Leo karena membukakan pintu untuknya.
Leo dengan sedikit gugup mengulurkan tangannya untuk membantu Anna turun dari mobil, dan Anna pun meletakkan tangannya kedalam telapak tangan Leo.
Dengan lembut Leo menggenggam tangan Anna, lalu menutup pintu mobil setelah Anna keluar dari mobil.
Lalu Leo memberikan lengannya untuk dirangkul Anna, dan dengan cepat Anna merangkul lengan Leo.
Mereka pun masuk kedalam restoran.
Di pintu masuk seorang pelayan menyambut mereka dengan senyuman ramah.
" Selamat datang Tuan dan Nyonya...meja kosong masih ada, indoor dan outdoor " sahut Pelayan restoran tersebut dengan ramah.
" Kami pilih outdoor " kata Leo.
" Silahkan Tuan...sebelah sini " Pelayan tersebut membawa Leo dan Anna menuju taman samping dekat tepi danau.
Suasana outdoor terlihat begitu indah dengan pemandangan alam sekitar, dan danau yang indah.
Ditengah taman ada aula kecil yang dijadikan panggung untuk menyayangi menghibur para pelanggan restoran.
__ADS_1
Terlihat seorang penyanyi tengah menyanyikan sebuah lagu romantis yang mengalun lembut.
Pelayan tersebut membawa Leo dan Anna ke meja yang kosong.
Leo menarik kursi untuk Anna duduk, dan setelah itu menarik kursi sendiri untuknya.
Pelayan tersebut memberikan buku menu kepada mereka, dan kemudian mereka memilih beberapa menu makanan.
Sebelum Pelayan tersebut pergi, dia menuangkan sedikit anggur kedalam gelas berkaki tinggi yang telah tersedia diatas meja tersebut pada Leo dan Anna.
Setelah itu barulah Pelayan pergi untuk menyiapkan menu makan malam Leo dan Anna.
Di aula kecil ditengah taman seorang penyanyi menyanyikan lagu romantis dengan indah dan suara penyanyinya terdengar sangat merdu.
Anna tanpa sadar mengetuk-ngetuk jemarinya diatas meja mengikuti irama lagu tersebut.
Leo menyesap sedikit anggur yang diberikan Pelayan tadi.
" Tempat ini sungguh indah, udaranya terasa sejuk dan terasa sangat nyaman " sahut Anna pelan.
" Iya " kata Leo mengiyakan perkataan Anna.
Tidak berapa lama pesanan mereka pun datang, dan mereka sangat menyukai tiap menu yang disajikan.
Anggur yang kosong diisi kembali oleh Pelayan tadi.
" Apakah kak Leo bisa dansa?" tanya Anna tiba-tiba.
" Eh..!"
__ADS_1
" Lihat...mereka berdansa, aula kecil itu bisa untuk berdansa " kata Anna melihat ada tiga pasang pelanggan restoran tersebut tengah berdansa di aula panggung mini taman tersebut.
" Apakah Nona ingin berdansa?" tanya Leo.
" Iya " angguk Anna sambil tersenyum, dia tampak bersemangat.
Leo menelan ludahnya, dia tidak pandai dansa. Dia bukan penggemar musik, yang dia tahu hanyalah bertinju dan menendang orang.
Tanpa sadar tangan Leo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia tampak kurang yakin untuk berdansa.
" Pelan-pelan saja kak...pasti bisa, santai saja....ikuti saja alunan musiknya perlahan " kata Anna.
Leo berpikir sebentar, dan akhirnya dia pun mengangguk setuju.
Mereka pun bangkit dari kursi mereka, dan berjalan menuju aula mini tersebut.
" Pegang tanganku satu kak, dan satu tangan lagi memegang pinggangku " kata Anna memberi arahan pada Leo.
Dengan gugup Leo mengikuti apa yang dikatakan Anna, memegang tangan kecil Anna kedalam telapak tangannya yang besar.
Tangannya satu lagi memegang pinggang ramping Anna yang menurut Leo sangat kecil.
Anna meletakkan satu tangannya kebahu Leo, dan karena badan Anna pendek kepalanya jadi mendongak untuk menatap Leo.
Dan Leo menunduk untuk menatap Anna.
Mereka pun mengikuti irama alunan musik perlahan dan kaki mereka bergerak dengan perlahan juga.
Bersambung......
__ADS_1