Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
190. Ingin merasakannya.


__ADS_3

" Hu..hu..huaaa!" Anna tidak tahan lagi, dia menangis kencang.


Air matanya mengalir deras sejadi-jadinya, lalu dibenamkannya wajahnya ke dada Leo.


Hatinya terasa sakit sekali.


Dia sakit hati mendengar cerita Leo tentang masa kecilnya hingga sampai bertemu dengan Bernard.


" Anna...maaf aku bukan bermaksud untuk membuatmu bersedih, aku hanya ingin kamu tahu siapa aku...agar Papa dan Mamamu kalau bertanya tentang aku, kamu bisa menjawabnya " kata Leo seraya mengelus punggung Anna untuk memenangkan Anna.


" Huaaaa..." Anna semakin kencang menangis.


Hatinya terasa sakit.


Dia menangis memikirkan masa kecil Leo yang menderita, tidak ada yang perduli dan menyayanginya.


Anna jadi teringat pada Viona yang selalu diam-diam mencintai Bernard, walau orang menghina dan mengatakan Bernard sebagai sampah, Viona tetap mencintainya dan menjadi pengagumnya walaupun dari jarak jauh.


Sekarang Anna baru tahu sangat menyedihkan hidup diabaikan dan tidak dianggap.


Dan sekarang dia jatuh cinta pada seorang pria yang juga tidak dianggap juga oleh keluarganya sendiri, diabaikan dan tidak dicintai.


" Huaaa....!" Anna semakin menangis memikirkan itu semua.


Hati Anna sangat sakit memikirkan Leo yang selalu ditindas Ayah tirinya, dan tidak dicintai oleh Ibunya lagi.

__ADS_1


Anna merasakan hatinya seperti diremas-remas, sakit sekali, dan seakan ada jarum menusuk hatinya.


Leo memeluk Anna erat, mengelus punggung dan kepala Anna dengan lembut.


Semenjak Ibunya tidak menyayanginya lagi, Leo tidak pernah menangis meratapi kehidupannya yang miris.


Sekejam apapun penindasan yang diberikan Ayah tirinya, Leo tidak pernah menangis.


Dia hanya diam saja dan tidak melawan.


Sekarang ada seseorang yang menangis untuknya, peduli dengan masa kecilnya yang penuh penderitaan.


Leo berjanji dalam hati akan menjaga wanita yang sekarang akan menjadi bagian dari hidupnya.


Ini adalah hadiah terindah yang akhirnya dia dapatkan untuk membayar masa lalunya yang suram.


Kini hidupny akan penuh warna, warna yang indah yang akan menghiasi hari-harinya.


" Sayang...sudah jangan lagi menangis, itu hanya masa lalu...sudah berlalu!" ucap Leo dengan lembut.


Anna berangsur-angsur mulai tenang mendengar kata-kata Leo yang lembut, membuat hatinya mulai normal kembali.


Anna perlahan melepaskan pelukannya, lalu memandang wajah Leo.


Menangkup wajah Leo dengan kedua telapak tangannya yang kecil.

__ADS_1


" Kak Leo, apakah selama ini kamu tidak ada terpikir untuk menjalin hubungan dengan seseorang agar ada teman untuk berbagi cerita?" tanya Anna hati-hati.


" Hidupku sudah kulimpahkan untuk Tuan Bernard, aku akan selalu menjadi seseorang yang akan menjaga Tuan Bernard...karena dia penyelamat hidupku, aku tidak ada tertarik untuk mengenal seorang wanita...karena menurutku tidak akan ada yang mau denganku yang mempunyai masa lalu yang suram dan tidak mengenyam bangku Universitas " kata Leo menatap mata Anna mencari sesuatu disana.


Leo tidak senang mendengar Anna menanyakan kenapa dia tidak menjalin hubungan dengan seorang wanita lain selama ini.


Kalau dia menjalin hubungan dengan wanita lain, dia tentu tidak akan mengenal Anna.


" Untunglah...kalau tidak kita pasti tidak akan bisa saling mengenal " ucap Anna diluar dugaan Leo.


Ternyata Anna hanya sekedar bertanya saja, tidak ada keinginan untuk berharap Leo mengenal wanita lain sebelum dirinya.


" Iya, untung juga kamu belum mencintai lelaki lain " gumam Leo tersenyum senang.


Anna pun tersenyum juga, tangannya yang menangkup wajah Leo, perlahan membelai pipi Leo dengan lembut.


Mata Leo nanar menatap mata Anna, tangan Anna begitu lembut membelai pipinya.


Perlahan tangan Leo menarik tengkuk Anna, mendekatkan wajah Anna lebih dekat lagi ke wajahnya.


Mata Leo turun menatap bibir Anna yang begitu menggoda, dia ingin merasakannya.


Tubuh mereka yang begitu rapat membuat Leo dapat mencium aroma tubuh Anna, dan itu membuat Leo seakan menjadi mabuk.


Perlahan dia menurunkan wajahnya merapat kewajah Anna, dan memiringkan wajahnya untuk meraih bibir Anna ke bibirnya.

__ADS_1


Anna memejamkan matanya saat wajah Leo perlahan menunduk, dia menantikan ciuman pertamanya diambil oleh Leo.


Bersambung.....


__ADS_2