Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
40. Dibawah shower.


__ADS_3

Viona merasakan tangan Bernard mulai nakal, jemari tangan suaminya membelai perutnya dengan lembut.


Mengecup tengkuk Viona, menjilat cuping telinga nya dan menggigit nya dengan pelan.


Tubuh Viona merinding merasakan kelakuan suaminya tersebut, tanpa sadar dia mendesah merasakan tangan Bernard meremas daerah dadanya.


"Suamiku" gumam Viona serak.


"Sstt..." bisik Bernard agar Viona diam saja, tangannya menjalar lebih turun kebawah.


Tangan Bernard memutar wajah Viona menghadap ke wajahnya, lalu Bernard mencium bibir Viona.


Mereka saling mengulum bibir, merasakan lidah mereka saling bertemu dan memilin.


Viona mengalungkan tangannya ke leher Bernard, memperdalam ciuman mereka.


Air shower mengalir membasahi rambut dan tubuh mereka.


Bernard menekan pinggul Viona merapat padanya. Viona merasakan ereksi Bernard menekan perutnya.


Viona jadi ikut-ikutan tertular nakal suaminya, tangannya berlahan membelai leher Bernard, meraba jakunnya yang menonjol tajam.


Bernard menggeram merasa senang dengan belaian tangan lembut istrinya.


Masih dengan posisi saling berciuman, tangan Viona turun membelai dada Bernard yang kekar, mengelusnya perlahan dengan lembut.


Sangat menyenangkan ternyata mengelus tubuh orang yang kita cintai, tangan Viona perlahan turun kebawah.

__ADS_1


Telapak tangannya merasakan perut Bernard yang sispek, membelai perut yang berotot tersebut dengan lembut.


Bernard merasakan kepalanya serasa mabuk, dia serasa melayang merasakan belaian tangan istrinya.


Bernard menghentikan ciuman nya, dia sudah tidak tahan.


Bernard memutar tubuh Viona, punggung mulus istrinya tersebut menghadap ke arahnya.


Bernard meletakkan tangan Viona menempel ketembok kamar mandi dengan posisi membelakangi nya, Bernard menekan pinggul Viona agar membungkuk.


Viona bingung apa yang diinginkan suaminya sebenarnya, dan tiba-tiba dia merasakan suaminya memasuki nya dari belakang.


Viona terkesiap merasakan ereksi Bernard memasuki tubuhnya, tanpa sadar dia menjerit.


Bernard merasakan sensasi yang berbeda dengan posisi seperti ini, dikecup nya punggung mulus istrinya.


"Suamiku" gumam Viona serak, suaminya memang tidak terduga.


Viona merasa Suaminya benar-benar punya banyak trik di kepalanya.


"Iya istriku..kamu sangat menggoda!" sahut Bernard parau.


Kaki Viona rasanya lemas merasakan kenakalan suaminya tersebut.


Bernard merubah posisi lagi, Viona hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan suaminya.


Dua jam mereka dikamar mandi dibawah kucuran air shower saling memadu kasih, dan lenguhan panjang menghentikan kegiatan mereka.

__ADS_1


Mereka saling berpelukan menetralkan deru nafas mereka yang memburu.


Dengan hati-hati Bernard melepaskan diri dari tubuh Viona.


Kemudian membantu Viona untuk membersihkan diri, setelah itu mengambil handuk untuk membalut tubuh polos Viona.


Mereka pun setengah jam kemudian turun dari kamar untuk sarapan.


Seperti permintaan Bernard, Viona yang memasak sarapan mereka.


Bernard selalu sangat menikmati masakan Viona, rasanya tidak ada duanya kelezatannya.


"Tuan..ini ada undangan untuk anda!" Kepala Pelayan Mansion memasuki ruang dapur.


Bernard menoleh menerima undangan yang disodorkan Kepala Pelayan tersebut.


Kepala Pelayan kemudian mundur keluar dari ruang dapur dengan sopan setelah menyerahkan undangan.


"Siapa yang menikah?" tanya Viona.


"Bukan...undangan untuk hari jadi Hotel Angkasawan, malam ini acaranya!" kata Bernard setelah membuka undangan tersebut.


"Mari ikut nanti malam untuk menghadiri nya!" kata Bernard melipat kembali undangan itu, "Setelah sarapan mari berbelanja pakaian pesta!"


"Baik" jawab Viona.


"Sepertinya Papa diundang juga, biasanya para petinggi dan orang kaya akan di undang dalam acara-acara seperti ini!" kata Bernard.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan mereka pun bersiap akan keluar untuk berbelanja.


Bersambung....


__ADS_2