
Bibir Bernard menjalar menyusuri rusuk Viona lalu berjalan ke perut rata istrinya.
Tubuh Viona semakin bergetar, suaminya tidak tahu kenapa bisa begini.
Apakah pengaruh dari alkohol membuat suaminya jadi lebih bersemangat.
Viona merasakan bibir Bernard mulai turun ke bawah pusar nya, membuat Viona terlonjak.
"Tidak!" Viona mencengkram bahu suaminya dengan kencang, dia berusaha menarik wajah Bernard untuk kembali naik ke atas.
"Kenapa istriku?" tanya Bernard serak, wajahnya terlihat sangat merona.
"Jangan di sana!" kata Viona semakin serak, wajahnya juga merona seperti Bernard.
"Aku ingin merasakannya istriku!" kata Bernard, suaranya juga terdengar semakin serak.
"Tidak!" Viona menggelengkan kepalanya.
"Kita suami-istri, jangan malu istriku, kita harus menikmatinya dengan berbagai cara, kita berhak melakukan nya, kamu adalah milikku, dan aku juga milikmu istriku" kata Bernard lalu mengecup perut Viona.
"Tapi aku tidak bisa, ini rasanya aneh suamiku!" kata Viona malu.
"Jangan malu, ayo kita coba, kamu juga bisa mencobanya padaku!" kata Bernard kembali mengecup daerah bawah pusar Viona.
Viona tersentak merasakan sensasi bibir suaminya dibawah sana, memang terasa lain, Viona merasa seperti melayang merasakan sensasi nya.
Ini benar-benar gila, ini pengalaman pertamanya, membuat tubuhnya bergetar hebat.
Lama Bernard melakukan aksinya, sehingga dia merasakan ereksi nya sudah tidak bisa di kontrol nya lagi.
__ADS_1
Dia ingin merasakan istrinya tersebut didalam sana, merasakan kehangatan tubuh istrinya yang membuat dia tidak pernah merasa merasa bosan.
Berlahan Bernard memasuki tubuh istrinya, dan sontak membuat Viona kembali terlonjak.
Bernard menggeram dengan senang, dia tersenyum bahagia. Istrinya sangat manis.
Bernard melakukan nya dengan lembut, dia ingin merasakannya lebih lama.
Mengecup kulit istrinya yang indah, memberi tanda di berbagai tempat.
Viona mengalungkan tangannya ke leher Bernard, mencium bibir suaminya itu dengan lembut.
Bernard menyambut ciuman istrinya, sembari dengan lembut tetap merasakannya dibawah sana.
Malam semakin larut, mereka melakukan dengan berbagai posisi.
Sudah dua kali Viona mengejang, tapi suaminya masih tetap belum puas.
Viona pasrah saja apa yang diinginkan suaminya, dia tetap melayani dengan lembut juga.
Bernard tidak tahu kenapa rasanya tidak puas untuk merasakan istrinya, rasanya ingin terus dan terus. Seperti candu.
"Istriku, aku tidak bisa berhenti, kamu sungguh menggairahkan, aku mencintaimu" gumam Bernard parau ditelinga istrinya.
"Aku juga mencintaimu suamiku" kata Viona mengelus punggung Bernard.
Bernard menggeram begitu bahagia mendengar kata-kata istrinya.
Peluh membasahi tubuh Bernard, dia akhirnya mencapai puncak.
__ADS_1
Dan Viona juga untuk yang ke tiga kalinya, tubuh mereka sama-sama bergetar.
Viona memeluk tubuh Bernard dengan eratnya, begitu juga dengan Bernard.
Mereka sama-sama mengeluarkan suara mendesah yang panjang.
Nafas mereka memburu, Bernard merasa puas.
Bernard ambruk ke atas tempat tidur, dia membalikkan tubuhnya seraya tetap memeluk Viona.
Posisi Viona sekarang berada di atas Bernard.
Bernard mengecup puncak kepala Viona dengan penuh sayang.
Bernard tetap memeluk istrinya yang masih berbaring dengan posisi di atas tubuhnya.
Tangan panjang Bernard meraih selimut, lalu menyelimuti tubuh polos mereka berdua.
Bernard merasakan cairan nya mengalir keluar dari tubuh istrinya, dia tidak memperdulikan nya.
Dia cukup lelah, sudah malas untuk bergerak lagi. Posisi nya masih didalam istrinya.
Bernard memejamkan matanya, mengajak istrinya untuk tidur.
Mereka pun tertidur dengan posisi masih menyatu.
Bernard merasakan hidup nya sangat bahagia sekali. Dalam tidur nya dia tersenyum bahagia.
Bersambung....
__ADS_1