
Anna menghampiri Lidia.
"Apakah ada yang luka?" tanyanya melihat bahu Lidia.
"Hanya lebam saja!" kata Lidia menunjukkan bahunya yang terlihat memerah.
"Dari semalam kamu terkena musibah terus, ada apa denganmu!" kata Anna merasa heran.
"Tidak tahu!" Lidia menggelengkan kepalanya.
"Itu Jos sudah datang dengan Dokter!" kata Anna melihat Jos begitu tergesa-gesa berjalan kearah mereka.
Lidia menoleh melihat Jos datang bersama Dokter Resort.
Viona dan Bernard yang tadi tidak memperhatikan apa yang terjadi, heran juga melihat Jos datang ke pantai bersama Dokter.
"Siapa yang terluka?" tanya Viona perlahan duduk tegak.
Bernard masih dengan posisi berbaring hanya menolehkan kepalanya saja melihat kearah mana Jos membawa Dokter.
Ternyata menuju arah Lidia.
"Lidia terluka lagi?" sahut Viona tidak percaya.
Mereka tetap di kursi malas memperhatikan Dokter memeriksa Lidia.
Wajah Jos terlihat khawatir melihat Lidia.
"Hanya lebam saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan!" kata Dokter menerangkan pada Jos.
Dokter mengoles lebam Lidia dengan obat oles.
"Apakah kaki anda masih terasa nyeri Nona?" tanya Dokter pada Lidia.
__ADS_1
"Sudah tidak lagi Dok!" jawab Lidia.
"Mumpung saya disini, saya sekalian akan periksa kaki anda" kata Dokter dengan ramah.
Dokter membuka gips di kaki Lidia, lalu memeriksa pergelangan kaki Lidia.
Menekan di sekeliling pergelangan kakinya untuk memastikan apakah Lidia masih merasakan sakit.
"Bagaimana, apakah masih ada sakit?" tanya Dokter.
"Iya masih ada sedikit Dok!" kata Lidia.
"Dua hari lagi pasti sudah tidak sakit lagi, saya akan oles obat dan gips kembali" kata Dokter.
Dokter membuka kotak P3k nya, mengeluarkan apa yang diperlukan untuk mengoles dan memasang kembali gips di kaki Lidia.
"Ingat jangan dibawa jalan dulu dan jangan terkena air!" kata Dokter setelah selesai memasang gips di kaki Lidia.
"Jangan lupa obatnya diminum!"
"Iya Dok"
Dokter pun kemudian meninggalkan pantai untuk kembali ke klinik.
"Apakah anda perlu sesuatu Nona?" tanya Jos setelah Dokter pergi.
"Tidak ada Jos, terimakasih sudah memanggilkan Dokter" kata Lidia.
"Tidak masalah Nona!" jawab Jos ramah.
Jos kembali bergabung duduk santai bersama para Bodyguard Bernard lainnya di bawah payung tenda.
"Kamu kayaknya perhatian sekali sama Nona Lidia!" kata Leo ngeledek Jos bercanda.
__ADS_1
"Dia teman Nyonya, kita harus perhatikan juga agar merasa nyaman berlibur disini!" kata Jos santai sambil mengangkat satu kakinya untuk di topangkan ke kaki satunya lagi.
Jos meraih kotak jusnya, lalu meminumnya perlahan melalui sedotan.
Panas matahari terasa hangat dengan hembusan angin laut yang menyegarkan.
Pengunjung pantai terasa semakin banyak menikmati sinar matahari disepanjang pantai di bawah payung tendanya masing-masing.
Anak-anak kecil senang bermain pasir membuat patung atau lain sebagainya.
Bernard dan Viona juga tampak berbaring santai di kursi santai dibawah payung tenda mereka.
Bernard meraih kotak jus dari meja untuk diberikan pada Viona.
"Minum sayang, hari terasa sangat panas, minum yang banyak supaya tidak panas dalam!" katanya.
Viona menerima kotak jus yang diberikan suaminya tersebut.
Mata para wanita yang sedang bersantai tidak jauh dari mereka selalu curi pandang melihat kearah Bernard.
Viona melirik kearah tiga wanita yang terang-terangan memandang Bernard dengan tatapan menggoda.
Viona tersenyum saja melihat wanita-wanita tersebut, dia tidak menyangka pesona suaminya begitu bersinar.
"Kenapa kamu tersenyum sayang?" tanya Bernard heran, wajahnya terlihat berubah.
Bernard merasa ada yang mencoba menggoda istrinya, dia merasa tidak senang.
Mata Bernard mencari sumber perhatian istrinya tersebut, kenapa dia bisa diam-diam tersenyum sendiri.
Bernard terdiam ditempatnya, pria itu melihat beberapa pasang mata wanita menatap kearahnya terang-terangan, dan tatapan mata mereka terlihat berbinar-binar menatap kearahnya.
Bersambung.....
__ADS_1