
Anna semakin erat memeluk Leo, dia begitu sangat bahagia sekali.
Akhirnya dia mengungkapkan cintanya pada Leo, dan Leo juga ternyata mencintainya juga.
Leo mengecup ujung kepala Anna.
Dia tidak menyangka perasaannya selama beberapa hari ini terjawab sudah, ternyata dia jatuh cinta pada Anna.
Dan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, ini sungguh luar biasa, bahagia sekali rasanya.
" Aku ingin mengenalkan kak Leo pada orang tuaku " kata Anna.
" A..apa?" Leo reflek melepaskan pelukannya untuk melihat wajah Anna, dipegangnya kedua bahu Anna.
" No..eh..salah..Anna apa yang kamu katakan?"
" Aku ingin mengenalkan kak Leo pada orang tuaku " Anna mengulang perkataannya tadi.
" Apakah kamu sungguh-sungguh ingin serius denganku?"
" Iya "
" Anna...ada suatu hal yang ingin ku katakan padamu mengenai tentang diriku...siapa aku dan juga tentang keluarga ku " ucap Leo dengan nada sedikit bergetar.
" Aku siap mendengarkan apa yang akan kak Leo katakan...katakanlah " kata Anna dengan penuh keyakinan, dia sudah mencintai Leo.
Jadi dia akan mendengarkan tentang siapa Leo sebenarnya, dan dia juga akan memberitahukan tentang dirinya.
" Bagaimana kalau kita pergi bicara ditempat yang tenang?" usul Leo.
__ADS_1
" Iya..ayo kak" kata Anna melepaskan tangannya dari memeluk Leo.
Mereka kemudian keluar dari antara para pasangan yang masih berdansa.
Mencari tempat sepi untuk bicara dengan tenang.
Leo menggenggam tangan Anna menelusuri taman restoran tersebut, dan mereka menemukan tempat yang sangat cocok untuk berdua saja.
Sebuah bangku panjang didekat danau.
Leo membawa Anna untuk duduk, dan merekapun duduk berdampingan.
Leo masih menggenggam tangan Anna.
Dia menghela nafas terlebih dahulu sebelum mulai menjelaskan siapa dirinya.
" Anna...aku seorang pria yang hidup sendiri semenjak usia belasan tahun, Mamaku menikah lagi saat aku umur lima belas tahun...aku tidak mempunyai saudara kandung, Mama sangat mencintai keluarga barunya...dan aku diabaikan oleh Mamaku..." kata Leo mulai mengungkapkan siapa dirinya.
Anna memandang Leo menyimak apa yang dikatakan Leo, matanya begitu lekat menatap mata Leo.
" Semenjak Papaku sakit-sakitan keuangan keluarga kami jadi merosot karena biaya rumah sakit, dan akhirnya Papa meninggal juga walaupun sudah menghabiskan banyak uang...dan aku hanya mengenyam sekolah sampai Sekolah Menengah Atas saja..." kata Leo melanjutkan cerita mengenai dirinya.
Anna meremas tangan Leo yang berada dalam genggamannya, menyimak cerita Leo.
Anna tersentuh.
" Setelah Papa meninggal, usiaku baru limabelas tahun..dan Mama menikah lagi setelah Papa meninggal, dan aku tidak diperhatikan lagi oleh Mama..."
Leo menjeda ceritanya, dan Anna masih setia menyimak.
__ADS_1
Menatap mata Leo tanpa pernah kemanapun dialihkan nya.
" Aku sering tidak masuk sekolah karena biaya sekolahku tidak diberikan Mama lagi...dan aku sering ditindas Papa tiriku...dan itu sering kualami sampai umur 22 tahun..bahkan tidak pernah diberi makan..." Leo menjeda lagi perkataannya.
Sementara Anna, tidak percaya mendengar cerita Leo mengenai perjalanan hidup Leo.
Ditelantarkan Ibunya dan ditindas Ayah tirinya, sungguh kejam.
Hati Anna sakit mendengar kisah hidup Leo, tanpa sadar Anna menelan ludahnya dengan getir.
" Aku bertemu dengan Tuan Bernard saat usia 22 tahun...saat itu aku sekarat dan nyaris tidak tertolong lagi...dan karena pertolongan Tuan Bernard, aku akhirnya bisa terselamatkan...dan menjadi salah satu anak buahnya di pulau..."
Leo kembali menjeda penjelasanku, dan Anna tetap menyimak, menunggu kisah Leo lagi.
" Aku pernah mencoba untuk mencari Mamaku...tapi dia tidak tetap tidak perduli padaku, dia sudah memiliki anak lagi dari suami keduanya...dan sampai sekarang kami tidak pernah bertemu lagi " kata Leo
Anna semakin terharu mendengar kisah hidup Leo, diremas nya lagi tangan Leo dengan lembut.
" Kapan terakhir kali kalian bertemu?" tanya Anna dengan suara yang sedikit bergetar.
" Sepuluh tahun lalu " jawab Leo.
Anna tanpa sadar memeluk Leo, dia tidak menyangka kehidupan seorang seperti Leo sangat menyedihkan.
Leo yang berbadan besar, Leo yang kekar, dan memiliki aura yang menakutkan, ternyata memiliki masa kecil yang suram.
Tanpa sadar Anna meneteskan air matanya, dia menangis.
Leo membalas pelukan Anna, dia tidak bermaksud untuk membuat Anna sedih dengan menceritakan kisah hidupnya.
__ADS_1
Dia hanya ingin Anna tahu siapa dirinya sebagai kekasih Anna, agar Anna bisa menjawab pertanyaan orang tua Anna kalau mereka bertanya tentang dirinya.
Bersambung.....