
Jos begitu malu keceplosan bicara, dia menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang memerah menahan malu.
Aishh! kenapa aku bisa mempermalukan diriku! bisik hatinya merasa sangat bodoh.
Viona tersenyum lucu mendengar perkataan Jos tadi, dia merasa Jos seperti anak kecil yang merajuk karena tidak diberi makanan kesukaannya.
"Kamu sudah cukup lama melajang, sebaiknya cobalah untuk berkenalan dengan seorang wanita!" kata Bernard pada Jos.
Jos membeku ditempatnya, dia paling tidak suka berkenalan dengan wanita.
Sifat Jos memang agak mirip dengan Bernard, pendiam dan suka menyendiri, juga kaku.
Jos adalah anak buah pertama Bernard, dia ditemukan Bernard hampir mati dikeroyok beberapa gangster.
Bernard menolong Jos, dan membantunya untuk berlatih menjadi seorang Bodyguard yang kuat.
Jos sangat menghormati Bernard sebagai penolongnya, dan menganggap Bernard sebagai keluarganya.
Berkat Bernard, Jos bisa merasakan hidup nyaman dan makan yang enak.
Bernard menyediakan sebuah Penthouse termewah untuk tempat tinggal Jos, Penthouse termahal di kota mereka.
Yang sekarang menjadi hak milik Jos, dan menjadi atas nama Jos.
Jos tidak memiliki keluarga lagi, pria itu seorang anak yatim-piatu yang dibesarkan di panti asuhan.
__ADS_1
Jos sudah mendedikasikan dirinya untuk menjadi bawahan Bernard, dan akan selalu mengutamakan kebutuhan dan perintah Tuannya.
Dan Jos adalah bawahan Bernard yang bergaji tinggi, dan setelah itu baru Leo.
Umur Jos hanya selisih dua tahun dari Bernard, tiga puluh tiga tahun.
Tapi menurut Jos, dia masih muda, belum ada berkeinginan untuk menikah.
Dia merasa belum sekuat dan sepintar Bernard menjadi seorang pengawal, dia ingin belajar lebih banyak lagi dari Tuannya tersebut.
"Kenapa? belum ada wanita yang cocok? biar istriku bantu mencarikan jodoh untukmu!" kata Bernard dengan santainya.
"Tidak Tuan, tidak! aku belum ada niat untuk menikah!" kata Jos menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Ya sudah kalau begitu, terserah kamu kalau belum mau menikah!" kata Bernard dengan tenang, dia menyesap anggurnya sedikit.
"Baiklah, kalian nikmati waktu santai kalian ya, aku dan istriku akan beristirahat lebih dahulu, malam ini sangat indah, lihat..bintang di langit sangat jelas terlihat dari sini!" kata Bernard lalu menunjuk keatas.
Semua menengadah melihat ke atas.
Ya, terlihat bintang dengan jelas di langit yang cerah tanpa awan.
Bernard meraih tangan Viona, dan perlahan membantu istrinya tersebut untuk berdiri.
Dan kemudian merangkul pinggang istrinya dengan erat.
__ADS_1
Bernard membawa Viona masuk ke kamar mereka.
Leo yang dari tadi menahan tawanya, akhirnya melepaskan tawanya dengan terbahak-bahak.
"Astaga Jos, benar-benar memalukan kamu, seperti anak kecil yang merajuk!" kata Leo.
"Diam!" bentak Jos, wajahnya tambah memerah.
Jos meraih sendok, dan melemparkannya pada Leo.
Dengan reflek Leo mengelak, sendok melayang melewati Leo.
Bodyguard yang lain ikut terkekeh, mereka juga akhirnya bisa melepaskan tawa mereka.
Lana dan Susi menutup mulut mereka menahan tawa, bahu mereka sampai terguncang menahan tawa geli.
Orang kalau sudah mabuk pasti akan bicara jujur, semua isi hatinya yang dia pendam akan dikeluarkan.
Wajah Jos semakin merah melihat Lana dan Susi ikut-ikutan menertawai dirinya.
Sekali teguk Jos menghabiskan anggurnya.
Sementara itu didalam suite room, Bernard masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Viona mengambil baju bersih untuk baju tidur Bernard, lalu meletakkannya diatas tempat tidur.
__ADS_1
Bersambung.....