Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
47. Para penjilat.


__ADS_3

Bernard terlihat santai dan tenang mendengar kehebohan di aula Hotel itu.


William Ayah Bernard dan Lisa Ibu tiri nya, hanya bisa diam seribu bahasa mendengar Tuan rumah pesta memberitahukan kalau Bernard pemilik sah gedung Hotel Angkasawan.


Viona tidak terkecuali, dia juga kaget mengetahui suaminya pemilik gedung Hotel tersebut.


"Sejak kapan dia memiliki gedung, bukankah selama ini dia adalah orang yang tidak bisa diharapkan?" bisik-bisik para tamu undangan terdengar tidak mempercayai apa yang dikatakan Tuan rumah.


"Kalau ada yang ingin bekerja sama dengan Tuan Bernard untuk mengembangkan usaha, Tuan Bernard bisa menyediakan gedung buat usaha anda!" Sahut Tuan rumah pesta.


Bisik-bisik terdengar lagi. Semua merasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Saya merekomendasikan satu gedung untuk para Tuan pikirkan...sekarang di lantai dua puluh lima Mall Gold Star sedang di renovasi, bila ada yang ingin buka usaha barang branded bisa bernegosiasi dengan Tuan Bernard..karena dia pemilik gedung Mall Gold Star tersebut!"


Kehebohan terdengar lagi, sangat riuh.


Siapa yang tidak tahu Mall Gold Star, tempat penjualan barang dan pakaian merk terkenal.


Mall termahal di kota mereka, dan saham penjualan disana selalu melonjak naik.


Penggila barang branded selalu saja datang berbelanja ke Mall tersebut.

__ADS_1


Viona kembali terkejut mendengar perkataan Tuan rumah.


"Suamiku...apakah benar yang dikatakan nya?" tanya Viona berbisik.


"Semua usaha yang ku buat untukmu istriku, aku ingin memanjakan istriku yang cantik...jadi aku harus mencari uang yang sangat banyak, supaya istriku tidak perlu bekerja lagi!" bisik Bernard ditelinga Viona.


Viona hanya bisa terdiam mendengar perkataan suaminya itu, ternyata benar.


Dia tidak percaya, ini seperti mimpi, dia tidak pernah berharap untuk menyukai pria kaya.


Dan, ternyata dia mencintai pria yang super kaya.


Ayah Bernard dan istrinya terdiam ditempat mereka berdiri, mereka juga tidak percaya dengan apa yang baru mereka dengar.


Beberapa pria yang dikenal kalangan elit di kota mereka mendekati Bernard, mereka tampak tersenyum mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan Bernard.


"Halo Tuan Bernard...ternyata anda pemilik gedung Mall Gold Star, sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan anda di sini, kenalkan nama saya Thomas..saya ingin bekerja sama dengan anda!"


"Tuan Bernard...kenalkan saya....!"


"Tuan Bernard saya senang mengenal anda..."

__ADS_1


"Tuan Bernard... saya ingin mengundang anda untuk makan malam...!"


"Tuan Bernard...saya ingin mengajak anda bermain golf..."


Para penjilat mulai berkerumun untuk mengambil simpati Bernard.


"Tuan Bernard...apakah anda ada luang untuk mengunjungi bar saya...saya menyediakan wanita-wanita yang sangat cantik dan aduhai, bila anda perlu hiburan...anda bisa datang ke bar saya, saya akan melayani anda dengan layanan spesial!" seorang pria dengan senyum yang mengembang memberikan kartu namanya pada Bernard.


Wajah Bernard terlihat dingin memandang orang tersebut, dirangkul nya pinggang Viona dengan erat.


Apakah orang itu tidak melihat dia bersama istrinya berdiri di depannya.


Mau cari mati orang ini, sungguh menjengkelkan.


Menawarkan pelayanan khusus dengan wanita murahan, sangat menjijikkan.


Sepuluh wanita cantik ditawarkan didepannya, dia tidak akan tergoda.


Istrinya lah satu-satunya wanita yang paling tercantik, dan paling hot, dan wanita yang berkualitas tinggi.


Bernard menggerakkan tangannya seperti membuat suatu tanda.

__ADS_1


Beberapa Bodyguard Bernard tidak tahu entah datang dari mana, sudah berdiri didepan Bernard dan Viona, menghalau pergi para penjilat tersebut untuk menjauh dari Tuannya.


Bersambung.....


__ADS_2