
Bernard tidak memberi belas kasihan pada anak buahnya yang tidak bisa diatur, dia tetap menjalankan apa yang telah keluar dari mulutnya.
Dia sangat tegas dalam menjalankan perkumpulan mereka, karena itulah dia cukup disegani.
Enam pria tersebut tidak dikasih ampun lagi oleh Bernard, dia tidak butuh Bodyguard yang tidak bisa mengikuti aturan.
Perkumpulan mereka tidak bisa berbuat sesuka hati siapapun yang ingin berbuat sekehendak hati mereka masing-masing, semua harus mengikuti arahannya.
Tangan Bernard merah terkena darah, dia mencucinya di wastafel.
Lalu memberikan arahan pada anak buahnya yang lain untuk menjalankan aturan yang ada, jangan sampai berakhir seperti enam orang tersebut.
Semua menunduk hormat mendengar arahan Bernard, mereka mengangguk menyetujui perkataan Bernard.
Lalu Bernard memerintahkan Jos untuk mengurus pesangon ke enam orang tersebut.
Dan Bernard kemudian memerintahkan para Bodyguardnya untuk berkumpul, dia akan menyeleksi tiga orang Bodyguard yang berpengalaman.
Ada orang penting yang akan merekrut mereka untuk menjadi pengawal.
Gudang yang luas itu ternyata tempat pelatihan para Bodyguard Bernard, dan tempat berkumpulnya perkumpulan mereka di seluruh negara.
Dan juga tempat penyekapan musuh, bila ada mata-mata yang masuk kedalam pulau. Jangan harap bisa keluar dari pulau dengan selamat.
Bernard menaiki ring yang ada di tengah-tengah gudang tersebut, tempat melatih para Bodyguardnya.
Bernard membuka pakaiannya, melemparkannya sembarangan kelantai.
__ADS_1
Tubuhnya yang bertato terlihat berkeringat, peluh telah membasahi tubuhnya karena menghajar keenam pria tadi.
Diatas ring dia menunggu bodyguard yang akan melawannya, tubuh Bernard terlihat semakin kekar setelah mengeluarkan tenaga setelah menghajar keenam pria tadi.
Seorang bodyguard hasil pelatihannya naik ke atas ring untuk menunjukkan kemampuannya pada Bernard.
Bernard mulai melihat seberapa tangguh pria didepannya tersebut, dia maju mendekati bodyguard tersebut.
Kemudian bodyguard hasil pelatihan Bernard melayangkan tinjunya kearah Bernard.
Dengan sigap Bernard mengelak.
Dan secepat kilat begitu dia mengelak, Bernard melayangkan satu pukulannya mengenai pipi bodyguard nya itu.
Bukkk!!
Mereka saling menyerang lawan mereka.
Bakkk!!! Bukkk!!
Suara tinju, tendangan, dan bantingan terdengar memenuhi gudang tersebut.
Semua Bodyguard Bernard yang melihat mereka di bawah ring, diam tanpa bersuara menyaksikan pertarungan Tuan mereka.
Sementara Viona yang melihat itu semua sudah tidak bisa menopang tubuhnya lagi, lututnya sudah lemas untuk berdiri.
Dia pun melorot kebawah, terduduk dilantai dengan lemasnya. Suaminya ternyata benar seorang Pemimpin suatu kumpulan.
__ADS_1
Perkumpulan Bodyguard di seluruh negara, karena itu tubuhnya bertato. Dan suaminya juga pelatih para Bodyguard tersebut.
Jantung Viona berdebar-debar begitu takutnya, wajah suaminya tadi sangat mengerikan menghajar para pria kekar tersebut.
Beberapa Bodyguard yang tadi diperintahkan Bernard untuk menjaga Nyonya baik-baik, panik melihat Nyonya jatuh terduduk dilantai sepertinya mau pingsan.
Mereka tidak berani untuk menyentuh Nyonya untuk bangkit berdiri, mereka bingung sendiri melihat Nyonya terduduk dilantai bagaimana caranya untuk menolong.
Bagaimana ini?! mereka saling pandang satu sama lain memberi kode.
Mereka takut dilihat Bernard menyentuh istrinya, bisa-bisa mereka kena hajar nanti seperti keenam bodyguard tadi.
Ternyata diatas ring Bernard akhirnya melihat juga kearah istrinya, dia terkejut melihat istrinya terduduk dilantai.
Otomatis dia jadi tidak fokus dengan lawannya, satu pukulan mengenai rahangnya.
Bibirnya pecah dan mengeluarkan darah, Bernard terhuyung kebelakang.
Tapi kemudian dia cepat-cepat bangkit, dia turun dari ring dengan cara sekali lompat melompati ring.
Wajahnya sangat cemas, istrinya sepertinya ketakutan melihat dirinya yang sebenarnya.
Dia berlari menuju kearah Viona dengan perasaan ketakutan.
"Maafkan aku istriku!" kata Bernard langsung memeluk tubuh istrinya yang terduduk dilantai.
Bernard membawa Viona kedalam dekapannya.
__ADS_1
Bersambung....