
Bernard membawa istrinya menjauh dari sana, membawanya untuk mengambil minuman.
Bernard memberikan gelas jus pada Viona, sementara dia mengambil gelas anggur.
Membawa Viona berkeliling, mengenalkan istrinya kepada beberapa rekan yang berbisnis dengannya.
Sementara William dan istrinya Lisa, jadi salah tingkah di pesta tersebut, mereka jadi merasa canggung karena di cuekin anaknya.
Bernard dan Viona memang jadi bintangnya malam ini, semua orang lebih menyoroti pasangan pengantin baru itu.
Ayah Bernard jadi lebih banyak dicuekin oleh rekan bisnisnya, karena semua lebih tertarik pada Bernard, setelah mengetahui ternyata Bernard adalah Miliarder yang dicari-cari selama ini, untuk mendapatkan investasi yang menggiurkan.
"Tuan Bernard...saya senang ingin mengundang anda bersama istri anda untuk merayakan Anniversary saya dan istri yang ke empat dua hari lagi!" sahut seorang direktur muda memberikan undangan pada Bernard.
Bernard menerima undangan tersebut, dia diam saja tidak memberi komentar apa pun.
Seorang Bodyguard Bernard datang untuk mengambil undangan itu dari tangan Bernard, dan menyimpannya kebalik jasnya.
"Tuan William dari tadi saya merasa heran..kenapa anak anda tidak menyapa anda, dia jadi sombong setelah memiliki dua gedung!" sahut seorang Pria rekan bisnis William.
William diam tidak berani menjawab rekannya tersebut, karena dialah yang telah mencampakkan anaknya itu.
"Lihat...bukankah itu anak anda Morgan dan Andreas, ternyata mereka datang juga!" kata pria tersebut.
__ADS_1
"Iya, mereka ada kerja sama juga dengan Marco!" kata William dengan tekanan nada yang tidak bersemangat.
Dan, sementara Marco berbisnis dengan Bernard sebagai pemilik gedung, sungguh ironis! pikir William merasa lemas.
Bernard lah boss terbesar di sini.
"Hei..kamu di undang juga?" suara Morgan yang baru datang terdengar mencemooh Bernard.
"Oh tentu..aku yang mengundang nya, aku sangat bersyukur karena beberapa tahun belakangan dia tidak mau datang, setelah menikah akhirnya dia datang juga!" kata Marco bersemangat.
"Dari mana anda mengenalnya? apa dia ada kerjasama dengan anda...terakhir kali dia sewaktu keluar dari rumah kami, memang terlihat mengesankan seperti orang kaya...siapa yang tahu mungkin itu hanya taktiknya saja!" kata Andreas terkekeh merasa lucu.
Aduh nak, jaga bicaramu! bisik hati William malu, dia merasa Andreas terlalu angkuh.
Bernard tetap tenang tidak merasa terganggu dengan perkataan Andreas tersebut.
Dengan santai dia mengambil satu piring kecil camilan untuk istrinya.
Menyendok camilan dengan garpu, lalu menyuapkannya ke mulut istrinya tersebut.
Viona membuka mulutnya menerima suapan Bernard, kemudian Bernard menyendok camilan itu, dan menyuapkan untuk dirinya sendiri.
Bernard makan satu piring camilan dengan istrinya, sambil mendengar ocehan ke dua saudara tirinya tersebut.
__ADS_1
Sementara William sudah mulai gelisah dengan sikap dingin Bernard yang tidak peduli dengan perkataan saudara tirinya itu.
William memang telah salah selama ini menyikapi Bernard. Bernard adalah darah dagingnya juga.
Tapi dia perlakukan tidak seharusnya sebagai anak.
"Tentu saya mengenalnya...dia seorang Pebisnis juga!" kata Marco.
"Pebisnis?!" Morgan dan Andreas terkekeh lucu, mereka merasa tengah mendengarkan lelucon yang sangat lucu.
Wajah William sudah gelap melihat tingkah kedua anaknya yang terlihat seperti orang yang tidak berpendidikan, terlalu sombong!
"Ya benar sekali...saya sudah cukup lama menjadi rekan bisnis Tuan Bernard...Tuan Bernard menyerahkan gedung Hotel ini untuk ku kelola!" kata Marco.
Morgan dan Andreas terdiam mendengar perkataan Marco tersebut, mencoba menyimak maksud dari perkataannya.
Kalau begitu, Bernard adalah Bos mereka.
Jadi? Bernard adalah pemilik sah gedung.
Astaga! Sungguh memalukan, mereka sudah bersikap angkuh dan mencemooh pemilik sah gedung yang sebenarnya.
Bersambung.....
__ADS_1