Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
45. Tuan Bernard, apa kabar?


__ADS_3

Viona tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan Kakaknya tersebut.


"Barang di sini sangat mahal, apa kamu segitu menyedihkan nya sampai datang ke sini seolah-olah punya banyak uang?" kata Naira terkekeh mengejek.


"Iya..suamiku membelikan beberapa gaun padaku!" kata Viona menunjuk ke arah Bodyguard yang menenteng belanjaannya.


"Apa??" Naira tidak percaya melihat paper bag yang begitu banyak di tenteng empat orang Bodyguard yang dari tadi tidak diperhatikannya.


"Kakak datang sendirian?" tanya Viona.


"Te..tentu saja tidak, aku datang dengan pacarku!" katanya dengan sombong untuk menghilangkan rasa terkejutnya melihat Viona ternyata bisa berbelanja di Mall orang kaya tersebut.


Tidak mungkin, Viona pasti berbohong! pikir Naira, dia dari tadi keliling Mall, satu gaun pun belum dibelikan oleh pacarnya.


Sementara Viona sudah berbelanja sangat banyak.


Tidak mungkin! tidak mungkin! bisik hati Naira tidak percaya, suaminya kan seorang pengangguran kelas kakap.


Mereka mungkin bersandiwara agar orang melihat kalau kehidupan Viona baik-baik saja setelah menikah dengan Bernard.


"Aku tidak melihat pacar kakak!" kata Viona melihat ke sekitar Naira.

__ADS_1


"Dia pergi ke toilet sebentar!" kata Naira masih nada yang ketus.


"Kalau begitu kami pergi dulu, ini sudah siang..kami mau makan siang, apa kakak mau ikut?" tanya Viona menawarkan makan siang pada Naira.


"Tidak, terimakasih..aku masih mau berbelanja!" kata Naira datar.


"Tuan Bernard..apa kabar?" tiba-tiba sebuah suara terdengar menegur Bernard.


Orang itu terlihat tergesa-gesa berjalan kedepan Bernard, lalu membungkuk kan tubuhnya dengan sopan pada Bernard.


"Maaf..saya tidak melihat anda berdiri disini!" sahut pria tersebut masih sikap membungkuk seperti kepada majikannya.


"Sayang...kenapa kamu membungkuk pada orang itu, dia itu Bernard pria tidak berguna!" kata Naira terkejut melihat pacar nya membungkuk pada Bernard.


"Apa?!" Naira hampir jatuh terduduk. Tidak mungkin! bisik hati Naira menggelengkan kepalanya.


"Mari istriku..kita pergi!" Bernard merangkul pinggang Viona untuk pergi dari sana. Dia tidak menanggapi pacar Naira.


"Iya ayo..kami pergi dulu ya kak, selamat berbelanja!" kata Viona.


Naira melihat Viona dan Bernard menuju lift khusus pelanggan VVIP.

__ADS_1


Dan salah satu pria yang membawa paper bag tersebut membantu untuk membukakan lift untuk Bernard dan Viona.


Setelah lift terbuka hanya Bernard dan Viona saja yang masuk.


Sementara keempat Bodyguard tersebut pergi menuju lift khusus untuk pelanggan biasa saja.


Naira merasa seperti orang bodoh menyaksikan kejadian tersebut, Viona menikahi Bernard yang ternyata seorang pria yang kaya.


Karena itulah Viona mau menikahi Bernard, apa dia sebelumnya mengetahui kalau Bernard adalah orang kaya? pikir Naira.


Berarti Viona telah mengambil jodohnya, yang seharusnya menikah dengannya.


Tidak bisa, Bernard seharusnya yang jadi suamiku, bisik hati Naira merasa dibohongi Viona.


Awas kamu Viona, aku yang seharusnya diposisi mu, aku akan ambil kembali yang seharusnya menjadi milikku! bisik Naira marah.


Naira tidak perduli lagi pada pacarnya, dia langsung pergi pulang meninggalkan pacarnya.


Dia mau bicara pada Ayahnya, ingin membujuk Ayahnya untuk membatalkan pernikahan Viona dan Bernard.


Mau bagaimana pun caranya dia menginginkan Bernard menjadi suaminya.

__ADS_1


Dia tidak rela Viona menikmati hidup enak, sementara dia sangat susah, pacarnya yang dia pikir orang kaya ternyata kere.


Bersambung....


__ADS_2