
Semua yang ada diruang tamu tersebut terkejut mendengar perkataan Ayah Anna.
Terutama Leo, dia tidak bisa bergerak ditempatnya sangking terkejutnya mendengar apa yang dikatakan calon Ayah mertuanya tersebut.
" Kenapa! kamu tidak mau menikahi putriku?" tanya Ayah Anna.
" Saya mau..mau " angguk Leo dengan cepat, dia takut calon mertuanya membatalkan pernikahannya dengan Anna.
" Bagus! tidak perlu melamar lagi..langsung saja besok pagi kamu urus keperluan pernikahan kalian...kalau biayanya kurang, katakan saja padaku " kata Ayah Anna.
" Tidak apa-apa...Tuan..eh..Papa Mertua tidak usah khawatir...biar saya yang mengeluarkan semua biayanya " sahut Leo gugup, dadanya berdebar-debar.
Leo tidak menyangka Ayah Anna langsung ingin menikahkan mereka, tentu saja dia sangat senang sekali.
Ini adalah sebuah hadiah lagi yang didapatkannya, hari pernikahannya yang mulus tanpa hambatan apapun.
Ayah Mertuanya langsung mengikatnya dengan pernikahan.
Hati Leo begitu bahagia, dia ingin berteriak ditempat yang sepi dan jauh dari keramaian agar teriakannya memuaskan.
Teriakan kebahagiaan.
" Baiklah kalau begitu...ini sudah malam, Aku mau istirahat...menginaplah malam ini, supaya besok bisa sama-sama pergi dengan Anna mengurus segala sesuatunya untuk pernikahan kalian " kata Ayah Anna.
Selesai berkata dia pun meninggalkan ruang tamu tersebut.
" Eh..!" Leo jadi terbengong sendiri ditempat duduknya.
__ADS_1
Menginap?
" Menantuku..anggaplah seperti rumah sendiri...jangan sungkan " sahut Ibu Anna ikut meyakinkan perkataan suaminya, bahwa Leo memang akan menginap malam ini dirumah Anna.
" Baik Nyonya...eh..Mama Mertua " Leo gelapan begitu gugupnya.
" Anna bawalah suamimu tidur dikamar tamu" sahut Ibu Annna kepada Anna.
" Baik Ma, ayo kak " Anna menarik tangan Leo untuk ikut dengannya naik kelantai dua.
Leo dengan mode masih terbengong mengikuti langkah Anna, dan sampai didepan pintu kamar tamu Leo masih seperti bermimpi.
" Kak Leo, ini kamarmu...masuklah " kata Anna membuka pintu kamar tamu, " Aku akan ambil baju ganti kak Leo "
" Iya...baik " jawab Leo masih dengan mode tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.
Leo masuk ke dalam kamar, mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar.
Kemudian duduk di tepi tempat tidur.
Pintu kamar terbuka, dan muncullah Anna membawa pakaian ganti untuk Leo.
Anna mendekati Leo yang langsung berdiri begitu melihat Anna berjalan kearahnya.
" Kak Leo...ini pakaian Papa, mungkin agak sempit...hanya ini yang agak besar setelah aku mencari-cari dilemari pakaian Papa, ini yang agak besar size nya " Anna menyerahkan baju ganti sementara untuk Leo.
" Iya...tidak apa-apa sayang, aku akan pakai " kata Leo menerima baju yang disodorkan oleh Anna tersebut.
__ADS_1
" Istirahatlah kak, aku pergi dulu...mau istirahat juga " kata Anna.
Lalu berbalik berjalan menuju pintu, tapi tiba-tiba tangannya dipegang Leo.
" Tunggu " sahut Leo.
Leo begitu enggan ditinggalkan Anna, dia ingin memeluk kekasihnya tersebut, dan juga calon istrinya.
" Ada apa kak?" tanya Anna kembali berbalik berhadapan dengan Leo.
Leo meletakkan baju yang pegangnya keatas tempat tidur.
" Aku ingin memeluk sebentar calon istriku, rasanya aku tidak percaya...aku akan menikah dengan kekasihku yang baru saja kudapatkan " kata Leo.
Lalu menarik Anna masuk kedalam pelukannya, mendekap tubuh Anna dengan eratnya.
Anna membalas pelukan Leo dengan erat juga, perasaan Anna sama juga seperti Leo tidak mempercayai apa yang tadi Ayahnya katakan.
Dia sangat bahagia karena Ayahnya langsung mengikat mereka dengan pernikahan, ini luar biasa.
Leo melepaskan pelukannya setelah memeluk Anna beberapa saat, kemudian memandang wajah Anna dan mengelus pipi Anna dengan lembut.
" Sudah sayang...pergilah istirahat, selamat malam " Leo mengecup bibir Anna sebentar, lalu melepaskan dengan cepat.
Lalu membelai kepala Anna dengan sayang.
Bersambung.....
__ADS_1