Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
205. Hadiah yang istimewa.


__ADS_3

Mereka saling berpelukan sesaat karena Lidia yang begitu senang mendengar Jos memanggil sayang padanya.


Lidia senyum-senyum sambil memeluk Jos, pelukannya semakin erat sampai membuat Jos sesak nafas.


" Lidia...nafasku sesak, apa kamu ingin membunuh calon suamimu?" tanya Jos merasakan tekanan tenaga Lidia yang begitu erat memeluknya.


" Oh, tidak, aku tidak bermaksud untuk melukai Josku " Lidia dengan cepat melepaskan pelukannya.


" Huff..." Jos menghela nafas panjang setelah Lidia melepaskan pelukannya.


Lidia menepuk dada Jos dengan lembut untuk membantunya bernafas dengan lega.


" Maaf Josku...kamu baik-baik saja kan?"


" Iya, aku sudah merasa lega " kata Jos tersenyum, dielus nya kepala Lidia yang tampak cemas melihatnya.


Cup!


Lidia mendaratkan ciumannya ke pipi Jos, lalu tersenyum manis menatap Jos.


Sontak wajah Jos merona mendapatkan ciuman dari Lidia, dia tidak menyangka calon istrinya tersebut selalu melakukan hal yang spontan.


Dan juga seorang wanita yang sangat lincah, yang tanpa malu-malu menunjukkan rasa sayangnya.


Mereka saling menatap mata masing-masing, sementara Lidia tetap memasang senyuman manisnya pada Jos.


Jos pun akhirnya tersenyum juga menatap Lidia, dan lagi-lagi mendapatkan ciuman dari Lidia.


Cup!


Kali ini pipi yang satu lagi.


" Josku sangat tampan kalau tersenyum, aku suka sekali " kata Lidia setelah mendaratkan ciumannya di pipi Jos yang satu lagi.


Jos hanya bisa diam saja tidak bisa bicara, dia tidak tahu mau mengatakan apa mendapatkan ciuman dari Lidia.


Di dasar hatinya dia sangat bahagia, mendapatkan calon istri yang selalu terang-terangan menunjukkan apa yang ada di pikirannya.


Jos meraih tangan Lidia, dan menariknya mendekat padanya.


" Aku juga ingin mengungkapkan rasa sayangku padamu Lidiaku " ucap Jos dengan lembut sambil tersenyum.


Lidia kembali merasakan sesuatu yang membuat dia semakin menyukai Jos, kata-kata Jos yang spontan kalau memanggil dirinya dengan sebutan spesial.

__ADS_1


Jos si lelaki sopan dan kaku yang awalnya memanggil dirinya dengan sebutan 'Nona' dengan sopannya, dan kemudian berubah memanggil namanya dengan nada yang masih kaku 'Lidia'.


Dan kemudian tanpa sadar memanggil dirinya dengan sebutan yang sangat manis 'sayang', dengan nada yang terdengar sedikitpun tidak kaku.


Dan sekarang Jos kembali membuat Lidia begitu bahagia sekali, Jos tanpa sadar memanggil dia dengan sebutan 'Lidiaku'.


Ucapan spontan dari Jos tersebut membuat Lidia seperti mendapat 'suprise' dari Jos.


Itu sangat imut, membuat Lidia ingin mencium Jos untuk mengungkapkan rasa sukanya mendengar Jos memanggil dirinya dengan kata-kata yang manis.


Mata Lidia terlihat berbinar-binar, dan senyumannya semakin lebar.


Lidia dengan cepat merangkul leher Jos, dan merapatkan dirinya pada Jos.


" Aku suka Josku memanggil aku dengan sebutan yang spontan, aku sukaaa sekali " kata Lidia dengan manjanya.


Tadinya Jos ingin mengungkapkan rasa sayangnya, sekarang malah jadi gugup mendapat pelukan spontan dari Lidia.


" Eh...!" Jos jadi tidak bisa bicara.


Lidia berjinjit mendekatkan wajahnya kewajah Jos, dan menarik wajah Jos untuk menunduk menatapnya agar dia jangan terlalu tinggi berjinjit.


Otomatis membuat wajah Jos jadi semakin merona, wajah mereka sangat dekat.


Apakah Jos berinisiatif untuk mencium bibirnya, dan menatap bibirnya yang menggoda.


Lidia membuat bibirnya terlihat menggoda, dengan membuka sedikit bibirnya seolah-olah telah siap untuk dicium Jos.


Dan akhirnya mata Jos perlahan turun menatap bibir Lidia yang terlihat menggoda tersebut.


Ayo, cium aku! bisik hati Lidia dengan penuh harap.


Dan ternyata keinginan Lidia pun terkabul, tangan Jos memeluk pinggang Lidia.


Dan Lidia pun semakin memeluk leher Jos.


Perlahan Jos memiringkan wajahnya turun untuk mendapatkan bibir Lidia, dan bibirnya pun mendarat juga di bibir Lidia.


Lidia begitu bahagia sekali akhirnya bibirnya dicium Jos, pria kaku dan sopan yang sangat dicintainya.


Lidia membuka bibirnya menyambut ciuman Jos, dan merasakan bibir Jos dengan lembut mulai mengulum bibirnya.


Mereka berciuman dengan lembut, dan Jos semakin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Memeluk Lidia dengan erat sampai membawa tubuh Lidia semakin keatas, sehingga kaki Lidia menggelantung tidak lagi menyentuh lantai kamar.


Lidah Jos masuk lebih dalam lagi melewati gigi Lidia untuk mencari lidah Lidia.


Dan Lidia dengan patuh menjulurkan lidahnya menyambut lidah Jos, dan merekapun saling memilin dengan sangat lembut.


Jos sesekali menyesap lidah Lidia dengan lembut, mereka memejamkan mata menikmati ciuman mereka.


Jos mencium dan mengulum bibir Lidia disetiap inci bibir Lidia, menyesap bibir bawah Lidia lalu bibir bagian atas Lidia.


Jos begitu bersemangat ingin menumpahkan rasa cinta dan bahagianya pada calon istri yang begitu menggemaskan.


Lidia adalah hadiah yang sangat istimewa yang didapatkannya dalam hidupnya.


Sampai mereka kehabisan nafas barulah ciuman mereka terlepas.


Wajah mereka terlihat memerah satu sama lain, dan bibir Lidia terlihat membengkak.


Dan mereka kemudian perlahan menyunggingkan senyuman mereka, melihat penampilan diri mereka pada satu sama lain.


Lidia melihat wajah Jos sangat merona, dan Jos melihat bibir Lidia membengkak.


Dia ingin mencium kembali bibir Lidia yang terasa lembut itu, Jos sangat menyukai rasa bibir Lidia saat diciumnya.


" Ayo kita kebawah, aku akan membongkar belanjaan kita " kata Lidia akhirnya membuka suara.


Jos mengerjapkan matanya yang terhipnotis untuk mencium kembali bibir Lidia.


" Iya sayang...ayo masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan " kata Jos tersadar.


Perlahan Jos menurunkan Lidia dari dekapannya, lalu mengelap bibir Lidia yang basah dengan jempolnya.


Mereka pun kemudian dengan saling menggenggam tangan keluar dari kamar Jos.


Sesampainya dilantai bawah Lidia membuka satu persatu paper bag yang mereka beli.


Sementara Jos hanya ikut membantu meletakkan barang yang dibongkar Lidia di meja.


Sekitar dua jam Lidia menyusun barang-barang nya, meletakkan disetiap tempat diruang Panthouse Jos.


Dan meletakkan beberapa vas bunga diruang tamu, meja makan, kamar tidur dan menempatkan beberapa vas bunga hidup dibalkon kamar mereka.


Panthouse Jos akhirnya bisa menunjukkan bahwa kalau ada seorang wanita disana.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2