Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
113. Tubuh Bernard terasa aneh.


__ADS_3

Bernard merasakan dirinya akan meledak, pria bertato itu memeluk istrinya dengan erat dan membenamkan wajahnya ke balik leher Viona dalam-dalam.


Viona juga merasakan hal yang sama, dibawah sana terasa begitu sangat menggelitik membuat tubuh Viona begitu sangat menyukai gerakan suaminya tersebut.


Dan akhirnya mereka sama-sama meledak dengan suara mendesah yang panjang.


Nafas mereka terdengar sama-sama memburu. Bernard sangat puas.


Tubuhnya terasa rileks dan ringan.


Perlahan Bernard menarik dirinya dari dalam istrinya, dia masih merasakan sisa rasa yang menyenangkan dari dalam tubuh istrinya tersebut.


Perasaan di dada Bernard sangat membuncah, istrinya sangat manis dan membuat dirinya begitu candu.


Bernard mengecup bibir Viona sekilas, kemudian diapun berbaring disebelah istrinya.


Merengkuh tubuh mungil tersebut kedalam pelukannya, mengecup ujung kepala Viona dengan penuh sayang.


Viona mengalungkan tangannya memeluk tubuh kekar suaminya dengan nyaman.


"Sayang, istriku..aku mencintaimu" bisik Bernard tersenyum bahagia mengecup kembali ujung kepala Viona.


Bernard pun kemudian menyelimuti tubuh mereka yang polos.


Dan mereka pun kemudian tidur dengan perasaan puas dan bahagia.


Besoknya mereka bangun kesiangan, Bernard yang terlebih dahulu bangun.


Dia merasa perutnya tidak enak, dan buru-buru masuk kamar mandi.


Berkumur di wastafel, mencoba merasakan apa yang terjadi dengan dirinya.


Bernard diam beberapa saat memandang wajahnya di cermin, menelusuri wajahnya dan matanya.

__ADS_1


Dia merasa tidak ada apa-apa pada tubuhnya, Bernard pun menyikat giginya, lalu membersihkan dirinya dibawah shower.


Setelah selesai Bernard menarik handuk kering dari lemari kaca disamping wastafel.


Melilitkan handuk ke pinggulnya.


Bernard keluar dari kamar mandi.


Ditempat tidur Viona masih terlelap dengan nyenyak nya.


Bernard menghampiri istrinya yang masih tertidur lelap, wajahnya tampak sangat imut dengan mata terpejam.


Bernard tersenyum mengelus pipi Viona.


Krukk!


Tiba-tiba perutnya terasa sangat lapar.


Bernard merasakan tubuhnya benar-benar sangat kelaparan, hasrat yang ada di dirinya ingin menikmati makan yang banyak.


Bernard mengecup kening istrinya, lalu pergi masuk kedalam walk in closet.


Dia bergegas berpakaian, lalu pergi untuk mencari Bibi Rose.


Di dapur tampak Bibi Rose sedang membuat sarapan.


Bibi Rose langsung mengerti begitu melihat Bernard memasuki dapur.


"Saya akan siapkan sarapan anda Tuan, ini sudah selesai!" kata Bibi Rose.


Begitu Bibi Rose mengatakan seperti itu, Bernard pun menuju ruang makan.


Menarik kursi lalu duduk, dan menunggu Bibi Rose datang menyiapkan sarapannya.

__ADS_1


Bibi Rose datang membawa sarapan Bernard, lalu menyajikannya dihadapan Bernard.


Bernard menelan ludahnya melihat sarapan yang disajikan, kelihatannya lezat.


Bernard pun mulai menikmati sarapan yang dibuat Bibi Rose.


Tapi entah kenapa begitu dicicipi lidahnya terasa tidak enak, rasanya sangat hambar.


Terpaksa Bernard mencoba memakan sarapan tersebut, dia sangat lapar.


Tapi semakin dipaksakan nya, dia merasa mual.


Terpaksa Bernard menghentikan makannya.


Bernard mendorong kursinya kebelakang, dia akan minta tolong pada Viona untuk dibuatkan sarapan, dia sangat lapar sekali.


Bergegas Bernard naik ke kamarnya, lalu membuka pintu kamar.


Ternyata Viona sudah bangun, dia melihat tempat tidur sudah rapi dan bersih.


Bernard mencari istrinya tersebut, dia membuka pintu kamar mandi.


Viona tidak ada di sana, dia menuju walk in closet.


Viona ternyata sudah selesai mandi dan tengah berpakaian.


"Sayang...istriku, aku lapar!" sahut Bernard menghampiri Viona, lalu memeluknya dari belakang.


"Aku juga lapar" kata Viona.


"Sayang, kamu masak sarapan untuk kita ya? aku ingin sarapan mie buatan tangan, apakah kamu bisa membuatnya?" tanya Bernard.


"Bisa!" angguk Viona.

__ADS_1


"Kalau begitu, Ayo cepat, mari buat! aku sudah lapar sekali!" Bernard menarik tangan Viona setelah Viona selesai memakai pakaiannya.


Bersambung......


__ADS_2