
Anna menekan tangannya dengan lembut didada Leo, merasakan debaran jantung Leo yang terasa kencang.
" Nona " bisik Leo menelan ludahnya lagi, Leo merasa Anna seakan menggodanya.
" Kak Leo.." panggil Anna lembut, tapi tangannya masih bertengger didada Leo.
" Iya Nona " jawab Leo.
" Maukah kak Leo jangan memanggilku dengan sebutan Nona lagi?"
" Ke..kenapa?" tanya Leo.
Anna menarik tangannya yang memeluk Leo, dan meletakkannya didada Leo.
Sementara Leo masih memeluk pinggang Anna, seakan dia tidak rela melepaskan Anna.
Dia merasa nyaman memeluk Anna.
Kedua tangan Anna menekan dada Leo dengan pelan, dan perlahan mengelus dada Leo dipermukaan kemejanya.
" Aku ingin kak Leo memanggil namaku atau panggilan apa yang menurut kak Leo saja tanpa sungkan...aku ingin lebih dekat dengan kak Leo...kalau kak Leo memanggilku dengan panggilan Nona, rasanya kita seperti ada pembatas...aku jadi tidak bisa dekat dengan kak Leo " kata Anna sembari memainkan kerah kemeja Leo.
Leo semakin berdegup kencang mendengar perkataan Anna tersebut, lagi-lagi dia menelan ludahnya gugup.
" Maksud Nona..."
" Ssstt...jangan panggil Nona lagi " kata Anna menaruh telunjuknya ke bibir Leo.
Leo membeku ditempatnya, telunjuk Anna menyentuh bibirnya.
Mata Leo nanar menatap Anna, perlahan tangan Leo tanpa sadar memegang telunjuk Anna yang menempel dibibirnya.
Anna diam saja melihat Leo memegang tangannya, mata mereka saling menatap.
__ADS_1
Lama mereka saling menatap.
Mata Leo tanpa sadar menatap bibir Anna, dia ingin juga menempelkan jemarinya disana, seperti Anna menempelkan telunjuknya ke bibirnya.
Tangan Leo perlahan menyentuh bibir Anna dengan telunjuknya, lalu menempelkan nya disana.
Anna masih tetap diam dengan tindakan Leo tersebut.
Perlahan bibir Anna bergerak, dia membuka bibirnya sedikit.
Tindakannya itu sontak membuat Leo membeku ditempatnya, jantungnya semakin berdegup.
" Kak Leo " gumam Anna.
Leo tersadar dengan tindakannya menempel kan telunjuknya dibibir Anna, dia mengerjapkan matanya.
" Ma..maaf, a..aku lancang " gumam Leo menarik tangannya.
Dengan cepat ditahan Anna, dia senang Leo mengagumi bibirnya, dia ingin Leo melakukan lebih jauh lagi.
Leo menatap mata Anna tanpa berkedip, posisi mereka yang sangat rapat membuat tubuh Leo bereaksi tanpa dia sadari.
" Aku ingin mengenal kak Leo...dan ingin menjadi pacar kak Leo " ucap Anna dengan berani, dia memasang senyuman manisnya.
" A..apa?!" Leo terkejut dengan apa yang didengarnya.
Leo tidak bisa bergerak ditempatnya, tidak percaya mendengar pengakuan Anna.
" Iya, apakah kak Leo tidak mau?" tanya Anna dengan nada yang sedikit sedih.
" Bu..bukan begitu, apakah kamu serius?" tanya Leo.
Anna mengangguk pasti, jemari Leo yang berada dibibirnya dia bawa ke pipinya.
__ADS_1
Membiarkan telapak tangan Leo menempel di pipinya.
Wajah Leo memerah merasakan pipi Anna yang begitu lembut ditelapak tangannya, tanpa sadar dia mengelus pipi Anna dengan jempolnya.
Anna berjinjit, lalu mengecup pipi Leo.
Leo membeku ditempatnya tidak bergerak, dia seperti bermimpi merasakan pipinya dicium Anna.
Wajah Leo merona dengan tindakan Anna tersebut.
" Aku menyukai kak Leo " bisik Anna dengan wajah bersemu merah.
" Nona...Anna, Anna...kamu?" mata Leo nanar menatap Anna.
" Aku jatuh cinta pada kak Leo " gumam Anna memastikan pengakuannya.
Leo hampir saja jatuh terduduk mendengar pengakuan Anna, jantungnya semakin berdegup kencang.
Tangannya semakin kencang merangkul pinggang Anna, dan sangat takut dilepaskannya.
" Aku juga..." bisiknya tanpa sadar.
Kali ini Anna yang tidak percaya dengan pendengarannya, Leo juga menyukainya.
Rasanya dia ingin terbang untuk menunjukkan betapa dia begitu sangat bahagia mendengar apa yang barusan dikatakan Leo.
" Maksud kak Leo?"
" Aku juga jatuh cinta padamu " ucap Leo berbisik di telinga Anna.
Anna langsung memeluk Leo begitu bahagia mendengar dengan jelas pengakuan Leo.
Leo pun membalas pelukan Anna.
__ADS_1
Mereka tersenyum bahagia.
Bersambung......