Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
126. Lisa dibawa Polisi.


__ADS_3

Andreas merasa seperti tidak mengenal Ibunya, dia takut melihat seringai Ibunya tersebut.


Sungguh menyeramkan seperti orang yang hilang akal.


Sementara William jantungnya serasa sudah mau berhenti, dia memegang dadanya yang terasa sesak.


Dia tidak menyangka telah menikahi wanita monster, sungguh mengerikan!


"Papa?" panggil Lidia melihat Ayahnya yang semakin lemas.


Lidia memapah Ayahnya untuk duduk di kursi.


William duduk di kursi dengan lemas.


"Lisa, aku sungguh menyesal menikah denganmu, aku sungguh bodoh selama ini telah menikahi seorang monster yang mengerikan, aku ingin bercerai denganmu!" kata William dengan tajam.


"Tidak! suamiku, aku tidak mau! aku bukan monster, ini semua kulakukan untuk kebahagiaan keluarga kita, aku menyingkirkan orang-orang yang mencoba untuk mengganggu keluarga kita!!" kata Lisa histeris.


William memegang dadanya yang semakin sesak, dia tidak bisa lagi mengatakan apapun untuk memarahi Lisa.


Istrinya ternyata sudah gila, pikiran dan cara bicaranya sudah tidak sejalan lagi.

__ADS_1


Lisa mempunyai obsesi yang menyimpang, dia menginginkan sesuatu yang menurutnya sudah menjadi haknya, dan menyingkirkan sesuatu yang menurutnya mengganggu.


"Tuan...Tuan! ada polisi datang mencari anda!!" seru Petugas keamanan Mansion masuk kedalam ruang keluarga dengan tergesa-gesa.


William sudah tahu apa yang terjadi kenapa polisi datang mencarinya.


"Tuan William, kami datang atas laporan seseorang, bahwa istri anda, otak pelaku tindak kejahatan pembunuhan berencana atas nama Tuan Peter Antonius dan Nyonya Bella Raynald, kami akan membawa dan menahannya sekarang juga!!" Petugas polisi menunjukkan surat penangkapan atas nama Lisa.


Dua petugas polisi bergegas menghampiri Lisa dan memborgol tangannya.


"Tidak! tidakk!! aku bukan pembunuh!!" teriak Lisa berusaha berontak dari petugas polisi tersebut.


"Maaf Nyonya, harap jangan berontak, tolong kerjasamanya!!" kata petugas polisi dengan suara yang lantang.


"Tuan William, kalau anda ingin melakukan pembelaan atas istri anda, silahkan datang dengan pengacara anda, dan bukti-bukti yang menguatkan bahwa istri anda tidak bersalah!" kata petugas dengan tegas.


William tidak menjawab, dia tidak perlu lagi membela istrinya.


Kematian Ayahnya ternyata rencana dari istrinya, William menekan dadanya yang terasa sesak.


Para petugas membawa Lisa tanpa menunggu jawaban dari William lagi, mereka menyeret Lisa yang memberontak.

__ADS_1


"Tidakkk!! suamiku, tolong aku!!" teriak Lisa menjerit histeris.


William tidak menjawab, hancur sudah perasaannya.


Istrinya membunuh Ayahnya dan Bella.


William merasa sangat bersalah pada Bernard, karena Lisa dia membenci Ibunya Bernard.


Bella yang sedikitpun ternyata tidak ada niat untuk menggodanya.


Jantung William terasa semakin sakit, seandainya waktu bisa diulang, dia ingin meminta maaf pada Bella karena telah membencinya dan juga bersikap kasar padanya.


Lisa yang dibawa paksa petugas Polisi terus saja berteriak dan berontak, suaranya terdengar menjerit dan melengking sangat kencang.


Morgan, Andreas dan Lidia tidak bisa berbuat apa-apa, mereka hanya bisa diam menyaksikan Ibu mereka dibawa diborgol dan dibawa paksa oleh Polisi.


Mereka memang akui bahwa Ibu mereka lah yang selalu mengatur apa yang harus mereka lakukan.


Dan dari sejak mereka kecil, Ibu merekalah yang memegang kendali atas rumah dan keuangan.


Dan Ibu mereka sering melakukan suatu perintah pada mereka tanpa sepengetahuan Ayah mereka.

__ADS_1


Dan bahkan menyingkirkan orang-orang yang menurut Lisa menjadi penghalang di perusahaan mereka tanpa belas kasihan.


Bersambung....


__ADS_2