
Esok harinya, Bernard karena masih merasakan mengidam, pagi-pagi sekali mengajak Jos dan Leo menemaninya untuk jogging di luar Mansion.
Kalau bangun pagi badan Bernard rasanya tidak enak, merasa mual dan stamina tubuhnya jadi terasa lemah.
Dengan jogging dan mengeluarkan keringat, dia akan bersemangat lagi dan juga akan terasa bugar.
Udara gunung sangat sejuk, membuat mereka terlihat begitu menikmati jogging mereka.
Dua jam mereka melakukan jogging, dan benar-benar mengeluarkan keringat.
Bernard merasakan tubuhnya terasa segar, dan tidak merasa lemas lagi.
Mereka kemudian kembali Mansion, karena sudah waktunya untuk sarapan dan bekerja.
Hari ini Bernard akan pergi untuk memantau pembangunan gedung baru bersama Jos.
Bernard membagi Mansion kastil dua bagian, di sisi sebelah bagian utama Mansion adalah tempat utama Tuan rumah.
Sementara di bagian sisi dalam halaman belakang samping, khusus untuk anak buah Bernard.
Jos dan Leo sebenarnya telah memiliki rumah masing-masing, tetapi karena Jos dan Leo sudah terbiasa bersama dengan Bernard, mereka tidak ingin jauh dengan Tuan mereka.
Prioritas mereka adalah selalu menjaga Bernard.
Kalau ada waktu libur barulah mereka bersantai untuk pulang kerumah mereka, dan menikmati kesendirian mereka untuk beristirahat.
Semenjak Jos dan Leo ikut dengan Bernard, mereka telah membangun istana mereka sendiri, hasil dari kerja keras mereka selama ini.
Jos masih tinggal di Panthouse mewah di salah satu kota mereka, dan telah merenovasi nya menjadi dua tingkat.
__ADS_1
Sementara Leo lebih memilih membangun sebuah Villa disalah satu kompleks Villa termewah di kota mereka.
Mereka hanya mengatur pelayan saja untuk selalu menjaga istana mereka tetap terjaga.
Bernard menemui istrinya yang telah menunggunya sarapan pagi.
Sebelum Bernard mandi, dia menyempatkan diri untuk mengecup pipi istrinya.
Barulah dia pergi untuk membersihkan diri.
Jos dan Leo kembali ke Mansion belakang untuk membersihkan diri dan juga sarapan.
Leo merasakan ponselnya bergetar.
Dengan santai dia mengambil ponselnya dari saku, dan melihat layar ponsel, siapa yang meneleponnya.
Jos melirik kearah Leo, dengan wajah datar dia tidak tertarik dengan apa yang di alami oleh Leo.
Dia hanya sekedar melirik saja, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Mereka pria-pria kaku, yang tidak bisa mengekspresikan wajah mereka untuk menunjukkan kepedulian.
Leo terkejut melihat nama yang tertera di layar ponselnya, dia terlihat gugup.
Nona Anna.
Itu nama penelepon yang ada dilayar ponselnya.
Leo tidak percaya dengan nama yang ada di layar ponselnya, Anna meneleponnya?
__ADS_1
Leo jadi gugup, tangannya gemetar, seumur hidupnya belum pernah ada wanita yang meneleponnya.
Ponselnya terus bergetar.
Leo perlahan membungkuk mengambil ponselnya yang terjatuh, kemudian dia menghela nafas dengan panjang.
Setelah merasa tenang, dia pun menekan tanda hijau, lalu meletakkannya ke telinganya.
"Halo.." ucapnya dengan sedikit gugup.
Leo mendengarkan apa yang dikatakan Anna di seberang sana, tangannya terlihat gemetar memegang ponselnya.
"Baik Nona" jawab Leo.
Kemudian setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Anna di seberang sana, Leo pun menutup ponselnya.
Dia terlihat merenung sebentar, tapi beberapa detik kemudian sudut bibirnya bergerak perlahan menyunggingkan senyuman.
Dan Leo pun meledak, senyumannya yang tadi terlihat di sudut bibirnya, sekarang menjadi suara tawa.
"Ha..ha..ha..haaaa!" suara tawanya terdengar sangat keras.
Leo begitu senang, dia pun melompat kesenangan.
Lalu memegang dadanya untuk menenangkan dirinya, dia tidak tahu bagaimana lagi untuk meluapkan perasaan senangnya.
Sepertinya Anna mengatakan sesuatu yang membuat hati Leo begitu bahagia.
Bersambung.....
__ADS_1