
Akhirnya selesai sesi pertama dan kedua pernikahan Leo dan Anna, tinggal sesi ketiga yaitu resepsi pernikahan mereka yang diadakan di Resort tepi pantai.
Resort tepi pantai mempunyai aula yang cukup luas agak jauh dari pantai.
Aula itu dibuat Bernard untuk disewakan, untuk acara seperti Pernikahan, resepsi pernikahan, hari jadi, Anniversary dan lain sebagainya.
Malam ini aula tersebut sangat meriah dengan dekorasi yang sangat mewah dengan lampu-lampu yang terang, membuat suasana pantai sangat meriah.
Parkir pantai mulai penuh oleh mobil undangan yang datang.
Ayah Anna, mengundang banyak tamu untuk menghadiri pesta pernikahan putrinya.
Dia begitu senang ternyata Leo salah satu anak buah Bernard.
Ayah Anna kenal dengan kakek Bernard, dulu semasa kakek Bernard masih memegang kendali perusahaan yang sekarang dipegang Ayah Bernard, Ayah Anna pernah bekerja sama dengan Kakek Peter Antonius.
Dan dia tahu Bernard adalah cucu kesayangan Peter Antonius, walau Peter tidak pernah tunjukkan didepan umum rasa sayangnya.
Peter Antonius menunjukkan rasa sayangnya pada Bernard secara diam-diam, agar cucunya yang lain tidak cemburu.
Ayah Anna juga tahu Bernard dianggap sampah sebelum ketahuan indentitasnya sebagai orang terkaya nomor satu dikota mereka, tapi dia tidak pernah ambil pusing dengan hujatan orang pada Bernard waktu itu.
Dia merasa iba pada Bernard karena dibenci Ayah kandungnya sendiri, dia memikirkan kenapa William bisa membenci darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
Seharusnya William menerima Bernard, karena dia mendapatkan banyak putra untuk penerus marganya.
Sementara dia tidak memiliki putra lagi, setelah putra satu-satunya, saat umur tujuh belas tahun meninggal ditabrak sebuah mobil truk.
Dia tidak mempunyai penerus lagi, untuk meneruskan perusahaannya dan juga marganya.
Ayah Anna semakin senang begitu tahu ternyata Leo juga memiliki kisah hidup hampir sama dengan Bernard.
Dia yakin Leo memiliki sikap dan kepribadian yang penuh cinta pada Putrinya.
Jadi, dia merasa dirinya sangat pintar, karena bisa langsung mengikat Leo untuk menikah dengan putrinya.
Dia akan menganggap Leo sebagai pengganti putranya yang telah meninggal.
Yaitu seorang cucu.
Aula sudah mulai dipenuhi undangan, dan menu pertama telah sajikan oleh para pelayan ke meja para undangan.
Alunan lagu terdengar mengalun merdu dinyanyikan seorang penyanyi diatas panggung aula.
Leo dan Anna memasuki aula menuju meja khusus untuk pengantin di dekat panggung.
Disana telah menunggu kedua orang tua Anna, juga Bernard dan Viona.
__ADS_1
Leo dari tadi selalu gugup, dia seperti bermimpi bbenar-benar tidak menyangka pernikahannya bisa selancar ini.
Dan juga tidak menyangka Ayah mertuanya bisa mengundang begitu banyak tamu, pesta pernikahannya jadi tampak begitu meriah.
" Menantuku...bagaimana kalau kamu secepatnya juga menikah dengan putriku?" ujar Ayah Lidia pada Jos.
Mereka satu meja berempat sedang menikmati menu pertama makan malam yang telah disajikan dimeja mereka.
Jos sedikit terbatuk mendengar perkataan Ayah Lidia, dengan cepat dia mengambil air minum.
" Kami akan membahasnya nanti, kapan kami akan menikah " kata Lidia mewakili Jos untuk bicara.
" Lebih cepat, lebih baik...bagaimana kalau dua hari lagi, mulai besok kita akan mulai mengurus pernikahan kalian " kata Ayah Lidia langsung mengutarakan keinginannya, yang dari kemarin ingin disampaikannya kepada Jos.
Jos jadi terbatuk lagi mendengar perkataan Ayah Lidia tersebut, dia juga sebenarnya ingin mengatakan keinginannya ingin melamar Lidia.
Tapi, dia tidak punya keberanian mengatakannya, mau bicara saja dia sudah gugup.
Terpaksa dia coba pendam sampai nanti kalau dia punya keberanian baru akan dia katakan.
Tidak disangka, ternyata Ayah Lidia lebih peka diluar pemikirannya yang terlalu gugup.
Untunglah! bisik hatinya tenang, ternyata Ayah Lidia yang telah membantunya juga untuk mengucapkan isi hatinya.
__ADS_1
Bersambung.....