Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
170. Tidak sengaja bertemu Naira.


__ADS_3

Tiga hari telah berlalu setelah berlibur dari pantai.


Bernard dan Jos kembali bekerja seperti biasanya, menyelesaikan masalah dibeberapa gedung milik Bernard.


Dan meninjau pelatihan Bodyguard di pulau. Dan merekrut beberapa Bodyguard yang menyewa jasa mereka.


Lantai dua puluh lima Mall Gold Star setelah direnovasi menjadi incaran para pebisnis barang branded.


Semua toko yang direnovasi sudah terisi, dan saham Mall Gold Star semakin naik melambung tinggi.


Para pecinta barang branded, selalu merasa tidak pernah merasa bosan untuk berbelanja di sana.


Hari ini Viona ingin memanjakan dirinya, dia akan pergi ke salon.


Dia telah membuat janji pada Anna dan akan menghabiskan waktu mereka ke salon.


Lidia telah kembali beraktifitas juga setelah kakinya sembuh, dan akan bekerja di salah satu perusahaan Desainer Perhiasan ternama di kota mereka.


Tadinya Lidia ingin ikut bersama Viona dan Anna, tapi terpaksa batal karena dia mendapat panggilan dari perusahaan barunya, bahwa dia diterima bekerja.


Dan hari ini Bernard ada urusan di gedung Antares untuk memperpanjang proses sewa gedung, jadi dia tidak bisa mengantar Viona ke salon.


Bernard memerintahkan Leo untuk mengantar Viona untuk pergi ke salon, dan memberi perintah agar menjaga Viona baik-baik.


Dengan patuh Leo mematuhi apa yang dikatakan Bernard.


"Silahkan Nyonya..." Leo membuka pintu mobil belakang untuk Viona.

__ADS_1


"Terimakasih" ucap Viona, lalu masuk kedalam mobil.


Perlahan mobil keluar dari halaman Mansion, dan secara otomatis pintu gerbang Mansion terbuka.


"Kita menjemput Anna terlebih dahulu, baru pergi ke salon!" sahut Viona.


"Baik Nyonya!" Leo mengangguk.


Leo tidak perlu petunjuk dari Viona untuk memberi alamat Anna, karena Leo sudah mengetahui alamat Anna.


Terakhir kali saat pulang berlibur dari pantai, Leo mengantar Anna pulang sampai kerumahnya.


Perlahan mobil hitam tersebut memasuki daerah perumahan Anna.


Ternyata Anna sudah bersiap sedari tadi menunggu Viona, begitu mobil berhenti dijalan depan rumahnya, Anna langsung bergegas menghampiri mobil hitam tersebut.


"Sudah lama menunggu?" tanya Viona.


"Tidak, baru saja siap dan menunggu, dan ternyata pas sekali waktunya!" kata Anna sembari menutup pintu mobil.


Mobil pun perlahan meluncur ke jalan menuju salon.


Tidak berapa lama mereka pun memasuki area pelataran parkir salon.


Anna membantu Viona untuk turun dari mobil, dan membantu membawakan tas kecil Viona.


"Ada ruang tunggu didalam, ikutlah masuk, lebih nyaman duduk di dalam sambil menikmati secangkir kopi!" kata Viona kepada Leo.

__ADS_1


"Baik Nyonya.." angguk Leo.


Mereka bertiga kemudian masuk ke dalam salon, dan memang benar ada ruang tunggu disediakan untuk pelanggan salon.


Saat Leo akan melangkah menuju ruang tunggu, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita berseru dengan suara mencibir.


"Wahh..siapa ini, adikku tersayang, yang merebut calon suamiku, sekarang sudah menjadi Nyonya besar, sungguh tidak kusangka bertemu disini, ck..ck!"


Naira kakak Viona ternyata pelanggan salon Pure Line Clinic itu.


Viona memandang kearah Naira yang tengah duduk santai di sofa di tengah ruang salon, tampaknya menunggu giliran untuk dilayani.


Semua mata menoleh kepada Viona setelah Naira mengatakan perkataannya itu.


"Bukankah dia istrinya Tuan Bernard, dan bukankah yang menolak menikah dengan Tuan Bernard adalah kakaknya sendiri?" beberapa pelanggan yang menunggu giliran tidak jauh dari Naira, saling berbisik satu sama lain.


"Iya benar, jadi wanita yang baru berkata itu adalah kakaknya? kenapa dia mengatakan seperti itu, apakah dia tidak malu mengatakan seperti itu?" bisik yang lain.


"Mungkin dia cemburu, tidak terima ternyata lelaki yang ditolaknya seorang pria yang sangat kaya, hi..hi..hii!" para pelanggan tersebut cekikikan merasa lucu dengan sikap Naira.


"Diam! kalian tahu apa! kalian semua tidak tahu yang sebenarnya seperti apa adikku ini, dia licik, dia menutupi siapa sebenarnya Bernard, agar dia yang menikah dengan calon suamiku!" teriak Naira dengan keras seraya berdiri, wajahnya terlihat begitu emosi.


Anna yang mendengar perkataan Naira tersebut jadi ikutan emosi, dia mendekati Naira.


Viona mencoba menarik tangan Anna agar jangan meladeni Naira.


Tapi Anna menarik kembali tangannya yang nyaris ditahan Viona.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2