
Anna mendekat pada Naira, ditatapnya Naira dengan tajam, Anna benar-benar tidak senang dengan apa yang barusan dikatakan Naira.
"Coba katakan sekali lagi, kamu ngomong apa barusan?" tanyanya dengan tajam.
"Oh, kamu tidak tahu ya! temanmu itu, adikku sayang Viona, dia itu licik! dia sengaja tidak memberitahukan tentang siapa Bernard sebenarnya, agar aku tidak menyukai Bernard, supaya dia yang menikah dengan Bernard!" ujar Naira dengan lantang.
"Apa perlu aku menampar wajahmu agar sadar diri! bukankah kamu sendiri yang menolak Tuan Bernard sampai ingin bunuh diri kalau dijodohkan dengan Tuan Bernard waktu itu?!" sahut Anna dengan tajam.
"Aku tidak tahu kalau Bernard ternyata bukan seorang sampah, kalau tahu dia ternyata tidak ingin pamer kekayaannya pada semua orang, aku tentu saja mau menikah dengannya!"
"Dalam mimpimu!!" teriak Anna marah.
"Ka..kamu!!" Naira spontan berdiri tidak senang mendengar ejekan Anna.
"Asal kamu tahu ya! aku lebih tahu kalau Viona itu sudah lama menyukai Tuan Bernard, sebelum kalian dijodohkan, Viona sudah mencintai Tuan Bernard jauh sebelum kamu kenal dengan Tuan Bernard!" sahut Anna dengan bangga, dia tersenyum sinis memandang Naira.
"Oh..ternyata seperti itu, Viona menikah dengan Tuan Bernard karena sudah jatuh cinta sejak lama!" bisik-bisik pelanggan salon kembali riuh setelah mendengar perkataan Anna.
"Untung saja kakaknya tidak mau, akhirnya adiknya bisa menikah dengan lelaki yang dicintainya!" bisik yang lain.
"Diam!!" teriak Naira semakin emosi mendengar bisik-bisik pelanggan salon tersebut.
"Kalau kamu tidak senang mendengar apa yang sebenarnya terjadi pada Viona, karena mau menggantikan dirimu jadi pengantin Tuan Bernard, jangan banyak cerita yang akan membuat orang menertawai mu, huh! sungguh memalukan!" sindir Anna dengan tajam sambil mendengkus sebal.
__ADS_1
"Kamu...dasar kamu..!!" Naira jadi kalap mendengar perkataan Anna tersebut.
Dia bergegas dengan cepat ingin menampar Anna.
Dengan sigap Leo menghalangi Naira mendekat pada Anna, Leo menarik Anna ke balik punggungnya.
"Nona! tolong jangan melakukan kekerasan, jaga emosi anda!" sahut Leo mendorong Naira menjauh.
"Siapa kamu! jangan menghalangi aku memberi pelajaran padanya!" teriak Naira emosi.
"Astaga...sungguh memalukan, sifatnya jauh beda dari adiknya, lelaki mana yang mau menikah dengan wanita kasar kayak dia!" ujar seorang Pelanggan salon.
Naira semakin kalap mendengar perkataan wanita tersebut.
Tangannya berusaha untuk meraih tangan Anna yang berada di balik punggung Leo.
"Jangan buat saya yang jadi kasar pada anda Nona! menjauhlah dari Anna, saya tidak akan sungkan pada anda, kalau anda terus memaksa ingin berbuat kasar!" ujar Leo dengan tajam.
"Aku tidak takut padamu! minggir! awas! aku ingin menamparnya!" teriak Naira semakin kalap.
Leo tetap menghalangi Naira untuk berbuat kasar pada Anna.
"Minggir!!" teriak Naira marah, matanya melotot memandang Leo.
__ADS_1
Leo tetap memasang badan menghalangi Naira untuk mendekat pada Anna.
Anna yang berada di balik punggung Leo semakin kesal dengan sikap Naira yang arogan.
Anna keluar dari balik punggung Leo, dan bergegas dengan reflek menampar pipi Naira.
Plakk!!
"Aaaw!!" Naira menjerit mendapat tamparan dari Anna.
"Berisik! dasar rubah betina, tidak punya rasa malu sedikitpun, kamu sendiri yang membuat keributan, kamu sungguh kasar! perlu kena tampar supaya sadar!" sahut Anna dengan tajam.
"Si..sialan! kamu menampar aku, berani-beraninya kamu! brengsek!!" jerit Naira semakin kalap.
Naira bergegas mengejar Anna yang kembali ditarik Leo ke balik punggungnya.
"Stop!" teriak Leo.
Naira otomatis menghentikan langkahnya.
"Sudah saya katakan berkali-kali, anda jangan kasar! anda yang membuat diri anda dipermalukan, apakah perlu seseorang untuk menyeret anda keluar dari salon ini?!" wajah Leo yang menggelap menatap Naira dengan tajam.
Aura Leo terlihat sangat menakutkan, dan dia sepertinya bersungguh-sungguh dengan perkataannya.
__ADS_1
Naira tanpa sadar menelan air ludahnya merasa takut.
Bersambung....