Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
115. Penyelidikan.


__ADS_3

Viona membawa nampan yang dibawanya kedalam ruang kerja suaminya.


Meletakkan dua gelas jus diatas meja.


"Ini jus melon dan semangka, silahkan diminum Jos!" kata Viona meletakkan satu gelas jus ke depan Jos.


Mata Bernard nanar melihat gelas jus yang diberikan Viona tersebut untuk Jos.


Dia terlihat tidak rela jus tersebut diberikan pada Jos.


Itu buatan istriku! bisik hati Bernard.


"Jos tidak suka jus, biar aku saja yang minum!" kata Bernard dengan tekanan sedikit tajam.


Bernard mengambil gelas jus milik Jos, lalu meminumnya sampai habis.


Aduh Tuan! kapan aku bilang tidak suka minum jus, bisik hati Jos sedih.


Aku juga mau, itu buatan Nyonya pasti enak! pikir Jos menatap gelas kosong yang diletakkan Bernard diatas meja.


Viona baru tahu ternyata Jos tidak menyukai minuman jus.


"Kalau begitu aku buatkan teh saja ya?" kata Viona bangkit untuk pergi membuatkan Jos secangkir teh.


"Tidak usah lagi, Jos sudah mau pergi, lagi pula dia sudah kenyang, tadi dia sudah minum!" kata Bernard dengan cepat pada Viona.

__ADS_1


"Oh!" Viona kembali duduk.


Tuan, aku belum minum, aku dari tadi sibuk mencari informasi dan menyelidiki yang Tuan perintahkan, mana ada sempat makan, apalagi minum! bisik hati Jos sedih.


Aku juga mau minum teh buatan Nyonya, pikir Jos penuh harap, Tuan sangat pelit! bisik hati Jos sedih.


"Bagaimana, kamu sudah pastikan bahwa orang tersebut yang diperintahkan oleh wanita itu?" tanya Bernard.


"Iya Tuan, dan dia punya rekaman suaranya, dia sengaja membuat rekaman untuk berjaga-jaga, jika dia ditipu ada barang bukti untuk melawan!" kata Jos.


"Baiklah, pastikan lagi kalau dia punya barang bukti lainnya!"


"Baik Tuan!" angguk Jos.


"Baik Tuan" angguk Jos lagi, dia membungkukkan sedikit kepalanya dengan sopan.


Jos pun meninggalkan ruang kerja Bernard.


Bernard menaruh laporan yang diberikan Jos kedalam laci meja kerja Bernard.


Viona tidak bertanya pada Bernard ada masalah apa, dia tidak ingin menjadi istri yang terlalu kepoh mau mengurusi masalah yang dia sendiri tidak pahami.


Bernard meraih gelas jus miliknya, lalu meminumnya sampai habis.


"Enak sekali jusnya sayang, dapat dari mana buahnya?" tanya Bernard.

__ADS_1


"Dari kebun, Bibi Rose yang memetiknya!"


"Oh iya, aku baru ingat ada kebun dihalaman belakang" Bernard baru teringat memiliki kebun dihalaman belakang Mansion.


Viona meletakkan dua gelas kosong tersebut keatas nampan.


"Aku menyelidiki masalah tiga puluh tahun yang lalu!" Bernard mulai bercerita pada Viona mengenai masalah yang ditugaskan nya pada Jos.


"Sebenarnya aku sudah menyelidikinya dari usiaku 26 tahun, tapi aku belum dapat bukti yang kuat, dan saat aku berumur 30 tahun mencoba lagi mencari bukti, ada dapat sedikit tapi belum terlalu kuat!"


"Dan sekarang aku kembali mencari bukti-bukti yang lain, dan sepertinya kali ini aku akan berhasil mengumpulkan bukti tersebut" kata Bernard.


Viona memandang suaminya mendengarkan penjelasannya, tapi dia kurang mengerti bukti apa yang ditemukan dan masalah apa sebenarnya yang dibicarakan oleh suaminya tersebut.


Jadi Viona diam saja mendengarkan dengan baik.


"Mama tiriku, sepertinya aku curiga dia yang menyebabkan Mamaku meninggal!" kata Bernard.


Viona tercekat setelah mengetahui permasalahan apa yang diselidiki suaminya tersebut.


"Sebelum Mama hamil, dia adalah sekretaris Kakek, Mama orang kepercayaan Kakek untuk mengatur perusahaan dan aset bisnis Kakek lainnya"


Kini Viona mulai mengerti maksud dari Bernard, ternyata Mama mertuanya dahulu adalah sekretaris Kakek suaminya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2