
Bernard meraih handuk kering, lalu memberikannya pada Viona.
Viona menerima handuk yang diberikan suaminya tersebut, kemudian mengelap tubuhnya yang basah.
Bernard mendorong kursi santai miliknya merapat pada kursi santai istrinya.
Kemudian membaringkan dirinya, menarik Viona kedalam pelukannya.
"Ahh...!" jerit Viona karena tiba-tiba ditarik oleh Bernard.
Bernard mengecup puncak kepala Viona yang basah.
"Mari dekat disini, aku ingin memelukmu istriku" kata Bernard mengelus punggung Viona.
Viona tidak bisa berontak lagi, dia diam saja dipeluk oleh Bernard.
"Nanti malam kita akan pergi ke acara Anniversary rekan bisnis, apakah kamu ingin berbelanja lagi istriku?"
"Tidak, belanjaan kemarin masih belum dipakai, aku akan pakai salah satu mana yang cocok saja nanti!" kata Viona.
"Baiklah istriku, sepertinya perhiasanmu belum ada, apakah kamu ingin berbelanja perhiasan?"
"Tidak, pakai kalung berlian yang kemarin saja!"
__ADS_1
"Jangan memakai kalung yang sama untuk pergi ke pesta rekan bisnis, akan ada bahan gunjingan, mereka akan mengatakan aku tidak bisa membelikan istriku perhiasan!" kata Bernard menoel ujung hidung Viona.
"Setelah makan siang kita pergi untuk melihat perhiasan untukmu istriku, kita akan beli beberapa set, untuk kamu pakai bila ada undangan pesta!" kata Bernard lagi, dikecup nya pipi Viona.
"Baiklah!" angguk Viona menuruti kata suaminya.
"Nyonya Bernard adalah wanita yang istimewa, jadi harus terlihat berbeda didepan umum, suaminya bisa memberikan apapun yang diinginkannya, jadi jangan khawatir istriku!" kata Bernard mengecup bibir Viona sekilas.
"Baiklah suamiku!" kata Viona, dia tidak bisa membantah kalau memang seperti itu yang dikatakan suaminya.
"Istriku, kamu jangan sungkan, mau apapun katakan saja, pasti akan kuberikan!" kata Bernard mengelus pipi Viona dengan lembut.
"Iya suamiku" angguk Viona, "Terimakasih sudah memanjakanku"
Setelah selesai makan siang mereka pergi berbelanja seperti yang telah dijanjikan Bernard.
Tentu saja tujuan mereka Mall Gold Star.
Seperti biasa tempat parkir mobil Bernard dibagian khusus pelanggan VVIP, dan lift yang dinaiki juga khusus pelanggan VVIP.
Semenjak indentitas asli Bernard diketahui umum, banyak wanita menjadi menaruh perhatian pada Bernard.
Mereka tidak takut lagi melihat Bernard, mereka merasa selama ini telah buta melihat Bernard, ternyata Bernard pria dewasa yang sangat tampan.
__ADS_1
Tato ditubuh Bernard menjadi sangat keren di pandangan mereka, dan setelah diperhatikan ternyata tubuh Bernard sangat tinggi dan kekar.
Mata mereka rasanya tidak puas kalau tidak memandang Bernard berlama-lama.
Para wanita itu merasa cemburu pada Viona karena berhasil menjadi istri Bernard.
Dan disini di Mall Gold Star, Bernard yang sedang berjalan sambil merangkul istrinya menjadi pusat perhatian.
Mata para wanita tersebut tidak percaya dapat melihat Bernard secara langsung, wajah mereka merona begitu senangnya.
Mereka seakan menganggap Bernard bagaikan seorang bintang aktor, bintang idola mereka.
"Lihat itu Tuan Bernard, astaga terlihat begitu tampannyaaa...!" seru seorang wanita menjerit kesenangan, dia tersenyum senang melihat Bernard berjalan sambil merangkul istrinya memasuki sebuah toko perhiasan.
"Astaga..iya, aku tidak percaya bisa melihatnya disini!" seru yang lain.
"Tentu saja dia bisa disini bodoh, dia kan pemilik gedung ini!" kata wanita yang lain.
"Mimpi apa aku semalam, Tuan Bernard ternyata sangat tampan sekali!"
"Oh Tuan Bernard, aku sangat ingin mendengar suaranya, aku belum pernah mendengar suaranya!" seru yang lain lagi berjingkrak kesenangan.
Semua mata wanita hanya tertuju pada Bernard seorang, sementara Viona yang ada disamping Bernard seolah tidak terlihat sama sekali.
__ADS_1
Bersambung....