Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
176. Terjebak macet.


__ADS_3

Leo baru merasakan sakit, begitu dia melihat punggung tangannya terluka akibat benturan ke dasbor mobil.


Anna dengan cepat mengambil tissue untuk mengelap darah yang mengalir.


Anna meraih tangan Leo, dan dengan hati-hati mengelapnya.


"Apakah di sini ada kotak P3K kak?" tanya Anna seraya membuka laci dasbor.


Leo belum menjawab pertanyaan Anna, gadis itu sudah menemukan plester dan obat untuk luka dari dalam dasbor.


Anna dengan cekatan mengoles obat pada luka Leo, menutup dengan kain kasa lalu membalutnya dengan plester.


Leo memperhatikan cara Anna membalut lukanya, dia sangat terkesima melihat tangan kecil Anna begitu gesit.


"Terimakasih" ucap Leo.


Anna mengembalikan apa yang telah diambilnya dari dalam dasbor, dan kembali menutupnya dengan rapi.


Mereka kemudian melihat kearah depan, apakah mobil yang berhenti mendadak tadi sudah akan jalan kembali.


Ternyata mobil tersebut belum bergerak lagi, terlihat jalanan di sekitar mereka sangat macet.


"Kenapa jadi macet kak?" tanya Anna bingung melihat jalan terlihat sangat padat.


Mereka melihat mobil yang di depan mereka tersebut, tampak ada beberapa orang datang menghampiri.


"Sebentar ya!" sahut Leo.


Leo membuka pintu mobil, dia keluar akan melihat sebentar apa yang terjadi di depan sana.

__ADS_1


Anna diam duduk di tempatnya, menunggu kabar dari Leo, apa sebenarnya yang terjadi di depan sana.


Tidak berapa lama Leo datang kembali ke mobil, membuka pintu dan kembali duduk di depan kemudi.


"Mobil tersebut tidak sengaja menabrak pengendara sepeda motor, mereka berdebat, sepertinya tidak ada yang mau mengalah!" kata Leo memberitahukan apa yang telah dilihatnya di depan sana.


"Kita bakalan lama disini kalau mereka tidak mau berdamai!" ujar Anna.


"Iya!" jawab Leo.


Mereka kemudian saling diam, melihat sekeliling mereka yang padat macet.


Setengah jam berlalu, keadaan di depan belum juga bergerak.


Anna mulai bosan di dalam mobil.


Leo melihat tidak jauh dari tempat macet mereka, ternyata banyak pedagang kaki lima berjualan.


"Sambil menunggu masalah di depan selesai, bagaimana kalau kita makan di sana dulu!" sahut Leo menunjuk arah trotoar jalan yang sudah ramai oleh pedagang dan pembeli.


Leo mengusulkan pada Anna karena dia melihat Anna sudah sangat bosan sekali.


Anna melihat ke arah yang ditunjuk oleh Leo, dan Anna tampaknya setuju apa yang dikatakan oleh Leo.


"Iya, Ayo kak!" kata Anna setuju.


Anna membuka sabuk pengamannya, kemudian membuka pintu mobil.


Tapi ternyata pintu tidak bisa dibuka karena mobil begitu rapat karena macet.

__ADS_1


"Lewat sini saja!" kata Leo.


Leo turun terlebih dahulu dari kursi supir, baru setelah itu membantu Anna untuk turun juga melalui pintu supir.


Leo menahan pintu mobil untuk terbuka lebar, agar memudahkan Anna turun.


"E..eh!" kaki Anna salah injak saat akan melangkah keluar dari mobil.


Tubuh Anna oleng ke depan, dengan sigap Leo menangkap tubuh Anna.


Tapi sayangnya keseimbangan kaki Leo tidak stabil, alhasil berat tubuh Anna mendorong Leo terjerembab kebelakang.


Dan, mereka pun terjatuh bersama ke sisi jalan yang berumput, dan Anna menindih badan Leo.


Tangan Anna masih dipegang Leo karena mencoba membantunya tadi turun dari mobil.


"Maaf kak, aku salah injak tadi!" sahut Anna merasa bersalah.


Anna menegakkan tubuhnya yang berada di atas tubuh Leo, tanpa sadar tangan Anna bertengger didada Leo untuk menopangnya untuk tegak.


Anna tidak sadar kalau posisi mereka terasa sangat intim.


Leo membeku diam ditempatnya tidak berani bergerak, Anna duduk di atas perutnya.


"Kak...kamu tidak apa-apa kan?" tanya Anna.


Anna malah menurunkan wajahnya untuk melihat wajah Leo, karena hari sudah mulai gelap, hanya diterangi lampu jalan yang tidak begitu terang.


Wajah Anna sangat dekat ke wajah Leo, dia ingin memastikan apakah Leo pingsan akibat terjerembab ke tanah barusan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2