
"Aku ingat Mama pernah mengatakan, kalau dia mengetahui rahasia tentang Nyonya Lisa, ini menyangkut tentang Morgan!" kata Bernard.
"Kenapa Mama mertua bisa mengetahui tentang rahasia Tante Lisa?" tanya Viona.
"Mama sudah bekerja pada Kakek sebelum Tuan William menikah dengan Nyonya Lisa"
"Oh!"
Berarti Mama mertua sudah lama mengenal keluarga Kakek suamiku! pikir Viona.
"Mama pernah cerita kalau Morgan bukan putra Tuan William"
"Hah?!" Viona terkejut mendengar perkataan suaminya tersebut.
"Selain Mama ada seorang lagi yang mengetahui tentang rahasia Nyonya Lisa"
"Oh!"
"Untung Jos bisa menemukan orang tersebut, cukup lama juga menemukan orang ini!" kata Bernard
Viona tidak menyangka keluarga Antonius mempunyai masalah keluarga yang sangat rumit, dan ini semua menyangkut tentang harta.
Dan tidak menyangka Ibu tiri suaminya memiliki rahasia yang sampai saat ini bisa dijaganya dengan rapi.
Pasti dia menutup mulut orang-orang yang terlibat dengannya dan mengetahui masalahnya dengan uang.
Apapun bisa diselesaikan kalau mempunyai banyak uang.
"Sayang, siang ini makan siang kita, kamu yang masak ya?" kata Bernard meraih tangan Viona dan menggenggam nya dengan lembut.
"Oke!" angguk Viona setuju.
"Terimakasih istriku" ucap Bernard sangat senang.
__ADS_1
Sementara itu di kota, di Mansion keluarga Antonius.
William terlihat sangat marah.
Prangg!!
Vas porselen kesayangan Lisa dilempar William ke lantai dengan keras.
Vas antik seharga tiga puluh juta itu terbelah dua.
Ternyata apa yang dilakukan oleh kedua putranya tersebut atas suruhan istrinya.
Lisa dibalik dalang semua kerusuhan yang terjadi.
Para Bodyguard tersebut Lisa yang membayarnya.
William tidak pernah menduga kalau istri yang dinikahinya selama empat puluh tahun ini, ternyata belum dikenalnya lebih dalam lagi.
Dia seperti wanita berdarah dingin.
Bisa berbuat sadis.
William memandang istrinya dengan pandangan tidak percaya.
Tadi saat William akan menghajar Morgan, Lisa langsung datang melindungi putranya tersebut.
Dan tanpa sadar mengakui bahwa dia yang bersalah, merancang ide untuk mengambil harta Bernard.
Dan yang tidak di sadari Lisa kalau Bernard pandai berkelahi.
"Jadi kamu yang menyuruh para Bodyguard tersebut untuk menangkap istri Bernard?" tanya William untuk memastikan perkataan Lisa, bisa jadi karena dia ingin membela Morgan jadi berbohong.
"Iya!" angguk Lisa.
__ADS_1
William terdiam ditempatnya berdiri.
"Aku merasa kalau Bernard tidak bisa mengelola usahanya tersebut, dia terlihat bodoh dan pendiam, nanti akan dimanfaatkan oleh orang lain, jadi sebelum itu terjadi alangkah baiknya kalau kita yang mengambilnya!" kata Lisa mengakui kesalahannya.
"Apa kamu tidak malu! kita sudah mengusirnya, buat apa kamu mengganggunya lagi?!" teriak William.
"Itu terlalu banyak untuknya, kita harus ambil sebagian!!" teriak Lisa.
"Apa kamu sudah gila?!" teriak William dengan kencang.
"Ini semua kulakukan untuk keluarga kita! untuk anak-anak kita! Bernard tidak boleh memiliki terlalu banyak harta! apa kamu tidak tahu?! dia memiliki Mansion besar bagaikan kastil, dan juga memiliki pesawat pribadi!!" teriak Lisa begitu kencangnya.
William terkejut dengan mendengar perkataan istrinya tersebut.
Ternyata istrinya menyelidiki Bernard.
William tidak tahu lagi mau berkata apa, istrinya ternyata terobsesi pada harta Bernard.
Dan sekarang jadi berimbas dengan harta mereka.
Bisnisnya jadi anjlok karena telah menyinggung Bernard, dan ini akibat ulah istrinya.
Dan bodohnya lagi, anak-anaknya ikut termakan perkataan istrinya.
"Apa kamu tidak tahu! akibat dari ulahmu ini kita akan bangkrut dan jatuh miskin!!" teriak William.
William meraih lagi vas porselen kesayangan Lisa.
Prangg!!
Lisa tersentak kaget, tubuhnya gemetar melihat keramik kesayangannya tersebut terbelah tiga.
Bersambung.....
__ADS_1