Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
138. Bernard kerumah sakit.


__ADS_3

Bernard melakukan gerakan perlahan dibawah sana, menikmati sensasinya dan tidak ingin terburu-buru.


Suara manja istrinya membuat dia semakin melambung dan bergairah, ini benar-benar sangat indah.


Bernard memeluk istrinya memperdalam sensasinya, membenamkan wajahnya di ceruk leher istrinya.


Viona memeluk tubuh kekar suaminya, mengelus rambut Bernard dengan penuh sayang.


Dia menyukai cara suaminya membuat mereka melambung, gerakan lembut suaminya semakin membuat dia merengek manja.


"Suamiku" bisiknya parau.


Tidak lama kemudian mereka merasakan ingin meledak, gerakan pinggul Bernard semakin menggelitik dibawah sana.


Dan merekapun sama-sama bergetar dengan disusul suara mendesah mereka yang panjang.


Mereka berpelukan erat, dan pinggul Bernard semakin terbenam dibawah merasakan ledakan tubuh mereka yang bergetar puas.


"Ah...!" Bernard ambruk diatas tubuh Viona.


Peluh membasahi tubuh mereka.


Bernard cepat-cepat menyingkir dari atas tubuh istrinya, membaringkan tubuhnya disamping istrinya.


Dia takut tubuhnya yang besar akan menyakiti tubuh mungil istrinya.


Bernard kemudian menarik Viona kedalam dekapannya, memeluk tubuh mungil istrinya dalam dekapannya.


Menarik selimut dan menutup tubuh mereka yang polos.


Bernard mengecup puncak kepala istrinya, lalu memejamkan matanya.


Mereka pun tidur dengan puas.


Suara deburan ombak terdengar terus menerus saling bersahutan tanpa henti, terdengar mengalun dengan merdu menenangkan.


Besoknya mereka tertidur sampai siang.

__ADS_1


Tapi Bernard tidak tahu kenapa merasa perutnya tidak enak, dia yang masih merasa mengantuk terpaksa memaksakan diri untuk bangun.


Dia berlari ke dalam kamar mandi.


Viona jadi ikut terbangun karena suara Bernard yang begitu berisik bangun dari tempat tidur.


Viona turun dari tempat tidur, menyusul suaminya ke kamar mandi.


Ingin melihat apa yang terjadi dengan suaminya.


Tampak Bernard menunduk di wastafel seperti ingin muntah.


Viona mendekati suaminya tersebut, dia melihat wajah Bernard di cermin begitu pucat.


"Kak...ada apa denganmu?" tanya Viona heran.


"Tidak tahu, perutku tidak enak!"


Viona menyentuh kening Bernard, lalu menyentuh keningnya.


Suhu mereka ada perbedaan sedikit.


"Tidak tahu, beberapa hari lalu juga aku ada merasakan seperti ini"


"Ayo kita periksa ke rumah sakit kak! takutnya ada penyakit, lebih bagus kita periksa saja!" kata Viona khawatir.


"Baiklah, setelah sarapan kita pergi ke kota untuk periksa!" kata Bernard menyetujui usul Viona.


Mereka kemudian membersihkan diri, dan setelah itu pergi ke restoran Resort untuk sarapan.


Setelah sarapan Bernard memberitahukan pada Jos untuk membawa mereka ke rumah sakit.


Jos tidak menanyakan siapa yang sakit, dia langsung patuh menjalankan apa yang diperintahkan Bernard padanya.


Mereka pun kembali ke kota untuk pergi ke rumah sakit.


Kebetulan Bernard mempunyai rekan bisnis yang mempunyai keluarga Dokter spesialis Internis.

__ADS_1


Jadi Bernard tidak perlu repot-repot lagi untuk mencari Dokter yang berhubungan dengan penyakit dalam.


Setelah sampai di rumah sakit, Bernard langsung menemui Dokter tersebut.


Bernard dan Viona memasuki ruang Dokter tersebut.


Dokter menyambut Bernard dengan ramah, dia sudah mengenal Bernard melalui saudaranya.


"Apa yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Dokter tersebut.


Bernard menceritakan apa yang dirasakannya, dan dari semenjak kapan dia seperti itu.


Dokter tersebut memeriksa Bernard.


Sampai tiga kali dia memeriksa Bernard untuk memastikan hasil yang dia dapatkan mengenai penyakit Bernard.


"Anda baik-baik saja, tidak ada penyakit apapun!" ucap Dokter tersebut.


"Tapi, kenapa saya merasa tidak enak badan, rasanya tidak nyaman!" kata Bernard sedikit kesal.


"Apa saya boleh bertanya pada istri anda, Tuan?" tanya Dokter tersebut pada Bernard.


"Oh, iya silahkan!" kata Bernard.


"Nyonya...kapan anda terakhir kali datang bulan?"


"Bulan lalu!" kata Viona bingung.


"Saya anjurkan Tuan dan Nyonya untuk periksa kebagian spesial kandungan, ini kartunya di bagian bangsal 6-p dilantai dasar!" kata Dokter tersebut.


Bernard dan Viona keluar dari ruang Dokter tersebut.


Diluar ruangan Jos masih berdiri menunggu mereka.


Bernard terus saja berjalan melewati Jos sambil menggenggam tangan Viona.


Mereka kemudian sampai di lantai dasar, dan langsung menuju bangsal 6-p.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2