Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
165. Apa Josku??!....


__ADS_3

Jos memegang kedua tangan Lidia, dan membawanya untuk menjauh dari lehernya yang dielus Lidia.


Lidia mengerutkan keningnya melihat Jos yang menyingkirkan tangannya.


"Istirahat lah, besok pagi kita sudah akan kembali ke kota, dan kamu sudah saatnya akan kembali pulang kerumah!" kata Jos masih menggenggam tangan Lidia didalam telapak tangannya yang besar.


"Oke, baiklah!" kata Lidia akhirnya mengalah.


Lidia menarik tangannya dari genggaman tangan Jos.


Tapi Jos masih memegang tangannya, sepertinya begitu enggan untuk melepaskannya.


Lidia menatap Jos.


"Baiklah!" ucap Lidia lagi, dan mencoba menarik tangannya.


"Apakah kamu marah padaku? besok kita akan kembali ke kota, dan kita..."


"Akan bertemu kembali!" kata Lidia menyambung kata-kata Jos, "Memangnya aku terlihat sedang marah?" tanya Lidia menatap mata Jos.


"Aku merasa kamu marah, karena menyuruh mu untuk cepat istirahat?"


"Ha..ha..haa!" Lidia tertawa mendengar perkataan Jos, dia merasa geli melihat Jos yang kelihatannya takut kalau dia marah.


Kembali dia mengecup bibir Jos.


Wajah Jos memerah diperlukan Lidia begitu mesra.


"Aku hanya menuruti apa yang Josku katakan, aku memang harus istirahat agar besok pagi terasa bugar, lebih awal tidur lebih bagus!" kata Lidia tersenyum lebar.


Jos jadi begitu gemas melihat Lidia, membuat dia tidak tahan lagi.

__ADS_1


Jos menarik kembali tengkuk Lidia, lalu mencium bibir Lidia lagi.


Tentu saja disambut oleh Lidia, dia semakin memajukan tubuhnya agar lebih dalam merasakan ciuman Jos.


Mereka saling mengulum sebentar, lalu sama-sama melepaskan ciuman mereka.


"Istirahat lah, aku akan bekerja sebentar dengan Tuan Bernard, sampai ketemu besok pagi!" bisik Jos sembari mengelus pipi Lidia, dan kemudian mengelap bibir Lidia dengan jempolnya perlahan.


"Baik Josku!" jawab Lidia patuh.


Lidia perlahan merebahkan tubuhnya ketempat tidur.


Jos menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Lidia, lalu mengecup kening Lidia dengan lembut.


"Aku pergi dulu!" bisik Jos tepat didepan wajah Lidia.


"Iya!" jawab Lidia.


Di luar pintu kamar, Jos memegang dadanya yang masih berdegup kencang.


Dia merasa bermimpi, akhirnya memiliki seseorang yang spesial di dalam hidupnya mulai malam ini.


Kini dia baru tahu bagaimana perasaan Tuannya yang begitu posesif pada Nyonya nya, selalu ingin berduaan kemanapun pergi.


Seperti saat ini, Jos merasa enggan berjauhan dengan Lidia.


Perasaannya mulai negatif, memikirkan akan ada lelaki yang melirik Lidia, lelaki yang lebih baik darinya.


Jos berbalik menghadap pintu kamar Lidia, dia rasanya ingin masuk lagi dan ingin memeluk Lidia.


Ingin mengatakan, jangan tergoda dengan lelaki lain.

__ADS_1


Sesaat Jos ragu, tapi kemudian diurungkan nya untuk masuk.


Dia berbalik lagi, dan dengan langkah perlahan meninggalkan depan pintu kamar Lidia.


Jos melangkah menuju kantor Bernard.


Esok harinya jam delapan pagi, mereka semua terlihat sudah berkumpul lagi di restoran Resort untuk sarapan pagi.


Jos terlihat sangat bersemangat membantu Lidia, menggendong Lidia sarapan bersama dengan begitu perhatian.


Semua mata melihat kearah mereka yang terlihat berbeda dengan tadi malam.


Jos dan Lidia terlihat sangat mesra, dan wajah mereka yang berbinar-binar satu sama lain terlihat jelas sekali kalau mereka seperti sepasang kekasih.


Semua mata memandang mereka selama sarapan pagi.


Bernard yang biasanya lebih fokus memperhatikan istrinya, pagi ini jadi teralihkan untuk melihat gelagat asistennya yang sepertinya sedang jatuh cinta.


"Suamiku, apakah kamu melihat mereka sepertinya berbeda pagi ini?" tanya Viona pelan sembari mendekatkan wajahnya pada suaminya tersebut.


"Iya, benar, Jos terlihat seperti bukan Jos yang biasanya, dari tadi wajahnya berbinar terus!" kata Bernard mengamati Jos yang terlihat begitu bahagia.


"Iya, Lidia juga terlihat sangat bahagia sekali!" gumam Viona.


Mereka semua melihat terus ke arah dua orang yang lagi kasmaran tersebut.


"Josku, tidak suka makan tomat ya, untukku saja ya!" kata Lidia mengambil tomat dari piring Jos.


"Apa Josku??!" semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakan Lidia.


Semua nyaris tersedak makanan mereka, Bernard sampai menyemburkan makanan yang tengah dia kunyah.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2