
Saat mereka sampai di Mall Gold Star, keriuhan terlihat di lobby Mall.
Sepertinya ada sesuatu yang terjadi hingga membuat orang banyak berkerumunan.
Jos menghentikan mobil agak jauh dari kerumunan massa tersebut.
Bernard merasa ada yang tidak beres, mungkin pemegang saham toko Mall Gold Star mempunyai masalah, sehingga adanya keributan.
Jos memerintahkan anak buahnya untuk berjaga di sekeliling Tuan mereka.
Para Bodyguard Bernard selalu berjaga tidak jauh dari Bernard, mereka bagaikan pasukan bayangan yang tidak bisa disadari oleh masyarakat sekitar, ataupun seseorang yang akan mencelakai Bernard.
Bernard tinggal menggerakkan tangannya memberi satu tanda atau kode, mereka akan langsung bergerak mendekat.
Mereka selalu bersiaga menjaga pemimpin mereka.
Mereka harus waspada, bisa jadi ada hal yang tidak terduga.
"Lihat itu Tuan Bernard, pemilik gedung, kebetulan sekali dia muncul disini!" seru seseorang dari antara keriuhan tersebut.
Bodyguard Bernard langsung bersiaga ke depan Tuan mereka, mereka langsung memasang badan menjadi pagar.
"Tuan Bernard! Tuan Bernard! tolong jelaskan pada kami Tuan! kenapa anda tidak memperbolehkan kami untuk membeli toko dilantai dua puluh lima, bukankah anda sedang merenovasi beberapa toko dilantai dua puluh lima?" seru seorang pria seumuran Bernard.
__ADS_1
Apa? kapan aku membuat peraturan seperti itu? pikir Bernard, dia semakin curiga, ada seseorang yang ingin bersinggungan dengannya.
"Dari mana anda mendapatkan informasi seperti itu?" tanya Bernard.
"Itu...Manajer Mall yang mengatakan!" kata pria tersebut terlihat sedikit bimbang.
Bernard tidak bertanya lagi lebih lanjut pada pria tersebut, dia membawa Viona masuk kedalam Mall.
Mereka menaiki lift khusus.
Bernard dan Viona kemudian sampai dilantai 25 gedung.
Ting!
Tampak suasana lantai dua puluh lima sepi, hanya beberapa orang saja yang terlihat di sana.
Begitu Bernard keluar dari lift mereka langsung bergegas menghampiri Bernard.
"Tuan Bernard, apakah benar anda menghentikan sementara merenovasi lantai 25 ini?" tanya seseorang dari antara mereka.
"Siapa yang bertanggung jawab mengurus renovasi ini!" kata Bernard sudah semakin curiga, ada orang yang coba-coba mau bermain dengannya.
"Saya Tuan!" seorang pria yang lebih muda dari usia Bernard datang maju ke depan Bernard.
__ADS_1
"Katakan!" kata Bernard berusaha tetap tenang tapi nada suaranya sudah mulai mendingin.
"Saudara anda yang mengatakan kepada saya, bahwa anda memberi arahan padanya untuk menghentikan sementara renovasi gedung lantai 25!" kata Pria muda tersebut.
"Saudara? aku tidak punya saudara!" sahut Bernard dingin.
"Andreas Antonius, bukankah dia saudara anda?" sahut pria tersebut.
"Anda bekerja pada saya atau pada dia?" tanya Bernard dengan dingin, tapi tetap mencoba untuk setenang mungkin, walau sebenarnya dia sudah mulai marah.
"Satu jam lalu dia memberitahukan pada saya kalau anda memberi perintah agar untuk sementara renovasi ditangguhkan dulu, dan juga negosiasi mengenai toko-toko yang telah dibuat untuk sementara ditutup bagi siapa saja yang ingin membelinya!" kata pria muda tersebut menjelaskan.
"Dan anda langsung mendengarkannya tanpa mencari tahu apakah itu benar dari saya atau tidak?" mata Bernard sangat tajam memandang pria tersebut.
"Apakah anda tahu berapa pengeluaran yang sudah ku keluarkan untuk renovasi ini? dan waktu untuk renovasi ini sudah ku perkirakan harus sudah selesai minggu depan!" kata Bernard dengan nada sedikit tinggi, amarah Bernard sudah mulai meledak.
Bernard mengambil ponselnya dari saku.
Kemudian menekan satu nama.
"Jos, ganti pekerja renovasi lantai dua puluh lima, dan juga urus yang bernama Andreas Antonius, aku ingin dia kehilangan pekerjaannya!"
Setelah mengatakan itu, Bernard berbalik kembali menuju lift membawa Viona dengan menggenggam tangan istrinya tersebut.
__ADS_1
Bersambung.....