
Di kamar suite Bernard mendapat pesan dari Jos mengenai kaki Lidia yang keseleo.
"Sayang...kaki Lidia keseleo, sekarang sudah di gips oleh Dokter" kata Bernard.
"Apakah parah kak?" tanya Viona khawatir.
"Kata Jos tidak begitu parah, apakah kamu mau melihatnya?" tanya Bernard.
"Iya, Ayo kak!" kata Viona bergegas turun dari tempat tidur.
"Hati-hati istriku, kamu lagi hamil!" kata Bernard panik melihat Viona sembarangan akan turun dari tempat tidur.
Dengan langkah panjang Bernard membantu Viona turun dari tempat tidur.
Lalu menggeser letak sandal dibawah kaki Viona.
"Jangan suka sembarangan bergerak sayang, kamu harus ingat bayi kita!" kata Bernard khawatir.
"Iya kak" kata Viona patuh.
Bernard mengecup puncak kepala Viona, dia senang Viona patuh padanya.
Bernard mengambil mantel untuk dikenakan Viona, angin pantai sangat kencang.
Dia tidak ingin Viona masuk angin dan mempengaruhi bayi mereka.
Mereka pun pergi ke kamar Lidia dan Anna.
Sepanjang jalan menuju kamar Lidia dan Anna, Bernard dengan penuh perhatian merangkul bahu Viona menyamakan langkahnya dengan langkah Viona yang pendek.
Sesampainya dikamar Lidia dan Anna, Viona melihat kaki Lidia yang di gips dengan rapi.
__ADS_1
Bernard membiarkan Viona mengobrol dengan teman-temannya, pria bertato itu duduk di sofa sambil melihat ponselnya.
"Kenapa bisa keseleo?" tanya Viona khawatir melihat kaki Lidia yang di gips.
"Kesandung batu, terlalu asik melihat laut!" kata Lidia terkekeh.
"Apakah masih terasa sakit?" tanya Viona.
"Tidak lagi, sudah dioles obat dengan Dokter" kata Lidia.
"Besok kalau belum sembuh, biar diantar sama Jos saja ke rumah sakit!" kata Viona memberi saran.
"Iya, lihat besok kalau masih bengkak, biar diantar Jos saja ke rumah sakit, dirawat inap saja di sana!" sahut Bernard menyetujui apa yang dikatakan istrinya.
"Oke, baiklah!" kata Lidia.
"Hidung kamu kenapa Anna?" tanya Viona melihat hidung Anna yang merah seperti lebam.
Wajah Anna memerah diledek sama Lidia.
Viona pun jadi ikutan cekikikan.
"Kenapa bisa kena bentur?" tanya Viona di sela-sela cekikikan nya.
"Dia jalan sambil melamun, tidak lihat Leo berhenti, jadilah dia menabrakkan dirinya ke punggung Leo!" kata Lidia menjelaskan.
"Sudah dioles obat?" tanya Viona.
"Sudah, tidak terasa sakit lagi" kata Anna.
"Baiklah, istirahat lah, ini sudah larut, sudah waktunya tidur, kami pergi dulu!" kata Viona.
__ADS_1
"Ayo kak!" sahut Viona menoleh ke arah Bernard.
Bernard bangkit dari duduknya, kemudian merangkul bahu Viona.
Mereka pun kembali ke kamar mereka.
Besok paginya kaki Lidia sudah tidak bengkak lagi, hanya saja tidak bisa dibawa jalan dulu.
Lidia terpaksa sarapan dikamar.
Rencana Anna dan Lidia untuk berenang di laut gagal total, karena kaki Lidia keseleo.
Viona juga pergerakannya dipantau terus sama Bernard, dia tidak memperbolehkan Viona melakukan jalan cepat, atau membawa barang yang berat.
Bernard terpaksa memakan apa yang disajikan oleh restoran Resort, walau kadang dia merasa tidak bisa makan banyak.
Viona merasa kasihan pada suaminya itu, semenjak mereka tahu bahwa dia hamil, makan Bernard tidak begitu banyak lagi.
Itu karena Bernard tidak berapa suka makanan buatan orang lain.
Viona berencana akan memasak untuk Bernard setelah mereka kembali lagi ke Mansion, agar tubuh suaminya itu naik lagi.
Siang hari, Viona dibawa Bernard berjemur di kursi malas di tepi pantai.
Lidia terpaksa dibantu oleh Jos untuk ikut bergabung dengan mereka ke pantai.
Jos menggendong Lidia dipunggung nya seperti saat malam Lidia tersandung batu.
Bengkak kakinya sudah tidak ada lagi, hanya saja dia dianjurkan oleh Dokter tidak boleh berjalan dulu.
Bersambung....
__ADS_1