
"Apa kamu lupa! Bernard adalah anak kandungku, karena Ibunya yang telah menjebak ku, makanya aku sangat membencinya! dan aku telah mengusirnya dari kehidupanku, kanapa kamu malah mengusiknya! apa kamu tidak tahu dengan tindakanmu tersebut!!" teriak William lagi pada istrinya.
"Dia tidak berhak bahagia, dia telah mencoreng namamu karena Ibunya menjebak mu!!" teriak Lisa tidak mau kalah.
"Kamu memang dasar tidak tahu malu! mulai sekarang jangan berbuat yang tidak-tidak lagi, Bernard bukan lawan kita, dia memiliki banyak koneksi, dalam sekejap perusahaan kita bisa ditutupnya selama-lamanya, apa kamu mau hidup di rumah yang kecil?!" kata William marah.
Lisa mengepalkan tangannya tidak senang dengan perkataan William, dia ingin membalas Bernard yang telah membuat mereka mulai bangkrut.
"Tuan, ini ada orang mengirim surat tanpa nama!" petugas keamanan tergesa-gesa datang memberikan amplop putih pada William.
William menerima amplop tersebut, kemudian membukanya.
Mata William tertegun membaca surat yang ada ditangannya tersebut
"Siapa Pa?" tanya Morgan mendekat pada Ayahnya.
Semua heran melihat William yang tampak terkejut membaca surat ditangannya tersebut.
Morgan mengambil surat tersebut dari tangan Ayahnya.
Dan diapun membaca dengan kencang isi surat tersebut.
"Aku tahu rahasia istrimu!"
Semua orang yang berada diruang tengah tersebut terdiam mendengar Morgan membaca surat tersebut.
Lisa yang mendengar isi surat tersebut terkejut, tubuhnya tiba-tiba gemetar.
Siapa yang mengirim surat itu? pikir Lisa ketakutan.
__ADS_1
"Siapa yang berani kurang ajar mengatakan yang tidak masuk akal seperti itu!" kata Lisa dan dengan cepat datang mengambil surat tersebut dari tangan Morgan.
Ternyata memang benar apa yang tertulis di sana seperti yang dibacakan oleh Morgan.
Tangan Lisa gemetar tidak percaya.
Siapa yang mengetahui rahasianya? seingatnya orang yang mengetahui rahasianya sudah mati.
Lisa terlihat sangat gugup dipandang oleh William.
"Apakah kamu punya sesuatu yang akan dibicarakan padaku?" tanya William pada Lisa.
"A..aku tidak punya rahasia!" Lisa gugup.
"Tapi surat ini mengatakan kalau kamu punya rahasia!" kata William.
Morgan, Andreas dan Lidia memandang Ibu mereka, mereka seperti menunggu penjelasan Lisa lebih jauh lagi.
"Tuan ini ada surat lagi!" petugas keamanan masuk lagi kedalam ruang tengah dengan tergesa-gesa.
William menerima surat tersebut.
Seperti surat yang pertama tadi tidak mempunyai nama pengirimannya.
William membuka surat tersebut, lalu menarik kertas didalam.
Ternyata ada dua lembar foto.
Mata William tampak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
Keningnya berkerut melihat foto tersebut, foto lama yang dicetak ulang kembali.
Foto Lisa sedang menyerahkan sesuatu pada seorang pria, dan foto satu lagi, Lisa sewaktu masih muda duduk di bar bersama seorang pria asing.
Tunggu bukan asing, sepertinya dia mengenal orang itu.
Terlihat sangat mirip dengan seseorang.
William membaca surat yang ada di amplop tersebut.
"Rahasia masa lalu Lisa, yang dia tutup rapat!"
Itu kata-kata yang tertulis di selembar kertas tersebut.
"Apa maksudnya ini Lisa, coba jelaskan padaku!" William melemparkan foto tersebut kehadapan Lisa.
Andreas memungut foto-foto tersebut.
Dia melihat foto itu, dan matanya tampak tertegun melihatnya.
"Pria ini terlihat mirip seperti kak Morgan!" kata Andreas.
"Apa?!" Lidia dan Morgan bergegas melihat foto tersebut.
"Eh, iya!" kata Lidia setelah melihat foto tersebut.
Sementara Morgan malah terbengong melihat foto tersebut, sangat mirip dengannya.
Lisa sontak tersadar dari lamunan nya, dia bergegas meraih foto tersebut dari tangan Andreas.
__ADS_1
Bersambung.....