Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
97. Ternyata saudara tiri.


__ADS_3

Bernard melihat pisau yang ditempelkan dileher istrinya, seolah-olah ditusukkan ke jantungnya.


Tiba-tiba tidak tahu entah apa yang terjadi pria yang menyandera Viona meringis kesakitan, bahunya yang memegang pisau berdarah.


Ternyata Bernard melemparkan senjata rahasianya tanpa disadari siapapun.


Sebuah belati kecil dan ringan telah melayang mengenai bahu pria tersebut.


Satu keahlian Bernard adalah sebagai pelempar senjata rahasia dari jarak radius 10 meter.


Saat dia tadi berlari tanpa disadari oleh siapapun, telah melepaskan senjata rahasianya.


Keahlian Bernard ini tidak bisa dipelajari oleh anak buahnya, perlu keluwesan tubuh yang lentur dan tangan yang ringan agar dapat mengenai sasaran.


Kakeknya cukup lama juga mengajarkan tehnik cara melempar senjata rahasia tersebut pada Bernard.


Jaringan bawah sangat keras, nyawa sewaktu-waktu bisa melayang.


Bernard bertahun-tahun mempelajari tehnik tersebut, tiga tahun!


Dia menghabiskan tiga tahun mempelajari tehnik tersebut, sampai dia bisa dengan lentur menggerakkan tangannya melempar dari jarak 10 meter.


Belati yang ditodongkan ke leher Viona terjatuh.


Pria tersebut meringis kesakitan memegang bahunya, dia tidak menyangka Bernard memiliki tehnik senjata rahasia.


Dia tersungkur dipinggir jalan.


Mereka tidak menyangka ternyata Bernard tidak bisa diprovokasi, dia lawan yang sangat tangguh.


Bernard berlari menghampiri Viona, dipeluknya Viona erat-erat.


Dia melihat ada luka di leher Viona dan pergelangan tangannya.


Bernard menyingkirkan Viona kesamping.


Lalu dengan wajah menyeringai Bernard melompat menendang pria yang menyandera Viona tadi.


Tubuh pria tersebut terpental, dan Bernard kembali dengan langkah cepat melayangkan tendangannya.


Dan bogeman nya menghantam wajah pria tersebut, darah muncrat dari mulutnya dan mengenai wajah Bernard.


Bernard menyeringai tertawa dengan sinis, mode on pyaco.

__ADS_1


Tubuhnya terasa ringan, dia tampak bersemangat.


Dia menghantamkan bogem nya lagi ke wajah pria tersebut, dan satu gigi pria itu tanggal.


Sekali angkat, tubuh pria tersebut dibanting ketanah.


Krakk!!


Terdengar suara tulang patah, dan pria tersebut pun menjerit.


Tinju Bernard kembali melayang ke wajah pria tersebut.


Tubuhnya berputar melayangkan tendangannya tepat mengenai rahang pria tersebut, dan terpental beberapa langkah.


Dengan langkah ringan Bernard menghampiri pria itu lagi.


Dan sekali lagi, dengan ringan tinjunya pun berkali-kali dihantamkan nya ke wajah pria tersebut, dan tangan Bernard penuh dengan darah.


"Sialan!!" maki Bernard, "Kamu sudah menyentuh istriku, kamu mau cari mati ya! tangan mana tadi yang telah menyentuh istriku!!"


"Yang ini ya!!"


Bernard menarik tangan pria itu dan memutarnya kebelakang.


Krakk!!


"Aaaa...!" suara lolongan kesakitan keluar dari mulut pria tersebut.


Bernard belum puas.


Dia tersenyum sinis, emosinya sudah tidak bisa dibendungnya lagi.


Mereka mencoba untuk bermain-main dengannya, mencari kelemahannya agar bisa mengalahkannya, baiklah! mari kita bermain.


"Tangan yang ini juga ya!!" kata Bernard dengan tajam, matanya terlihat sangat merah.


Kembali tangannya menarik satu lagi tangan pria tersebut, dan memutarnya kebelakang punggung pria itu.


Krakk!!


"Katakan siapa yang memerintahkan kalian untuk bermain-main denganku!!"


Tidak ada jawaban.

__ADS_1


Kembali Bernard memiting tangan pria tersebut.


Krakk!!


"Aaaa....!!" suara lolongan kesakitan keluar dari mulutnya.


"JAWAB!!" bentak Bernard dengan keras.


"Morgan dan Andreas!"


"Apa?!" sepertinya pendengaran Bernard salah.


"Antonius bersaudara!" jawab pria tersebut dengan jelas, wajahnya terlihat sudah memucat dan tidak berdaya.


Bernard benar-benar terkejut mendengar fakta yang sebenarnya.


Saudara tirinya menginginkan dia mati, sungguh ironis.


Viona terkejut juga mendengar Jawaban pria tersebut.


"Apa tujuan mereka?" tanya Bernard mencoba untuk tenang.


"Aset bisnis anda!" jawab pria tersebut sambil meringis menahan sakit.


Bernard melepaskan tangan pria tersebut.


Wajah pria tersebut terlihat sangat mengerikan, hancur, dan kedua tangannya patah.


Jos datang memberikan saputangan pada Bernard.


Bernard menerima saputangan tersebut, lalu mengelap tangannya yang penuh darah.


"Antarkan mereka kepada Tuannya!" perintah Bernard pada Leo.


"Baik Tuan!" angguk Leo dengan patuh.


Bernard menghampiri Viona yang berdiri tidak jauh dari tempat dia menghajar pria yang menyandera Viona tadi.


"Suamiku, apakah kamu terluka?" tanya Viona memeriksa tangan Bernard, wajahnya terlihat cemas.


"Tidak ada sayang, aku baik-baik saja" Bernard memeluk Viona, lalu mengecup kepalanya dengan sayang.


"Ayo kita pulang!" kata Bernard, lalu merangkul pinggang Viona masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Ternyata saudara tirinya adalah musuhnya.


Bersambung.....


__ADS_2