Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
129. Penyebab kematian Peter Antonius.


__ADS_3

Begitu pintu Penggugat terbuka tadi, William terkejut juga melihat ternyata Bernard yang menggugat Lisa atas pembunuhan Ayahnya dan Bella.


William merasa malu untuk melihat Bernard, dia begitu bersalah pada Bernard selama ini.


Dia ingat masa kecil Bernard yang selalu diabaikannya, dan selalu mendapat amarah dari Lisa.


Dan Bernard selalu diam tidak melawan, dan tidak pernah minta perhatiannya.


Semenjak Bernard keluar dari rumahnya, dia terlihat lebih bahagia dengan perhatian Viona yang menyayanginya.


Saat pertama kali melihat Viona yang menerima pernikahannya dengan Bernard, William merasa heran.


Viona terlihat tenang dan tidak ada keberatan sedikitpun menjadi istri Bernard.


Dan saat melihat Viona membela Bernard sewaktu ditindas keluarga suaminya sendiri, dia sangat gigih membela Bernard.


William merasa kalau Viona adalah penyelamat Bernard, yang datang untuk menyelamatkan Bernard dari belenggu mereka yang selalu menindas Bernard.


Dan William dapat melihat keadaan Bernard sekarang, terlihat mempunyai semangat hidup yang berlipat-lipat.


Dalam hati, William mengucapkan terimakasih pada Viona yang telah menerima Bernard sedari awal dengan apa adanya.


Hakim ketua memasuki ruang sidang.

__ADS_1


Dan sidang pun dimulai, pihak Penggugat mengajukan gugatannya pada Terdakwa karena telah melakukan rencana pembunuhan pada keluarga Penggugat.


Pengacara Bernard memberikan bukti-bukti yang cukup kuat mengenai rencana pembunuhan yang dilakukan Lisa.


Lisa sesekali membantah tuduhan yang diberikan padanya, tetapi bisa dipatahkan oleh Pengacara Bernard dengan bukti-bukti yang ada.


Pengacara Bernard mengatakan kalau Lisa melakukan rencana pembunuhan tidak secara langsung, tetapi secara perlahan mencekoki korban dengan memasukkan racun kedalam makanan dan minumannya, dengan dosis sedikit setiap harinya.


Lisa mengatur cara memberi dosis pada pelayan Peter agar ditaruh didalam makanannya setiap hari, dan itu akan merusak jantungnya.


Karena itulah saat Peter meninggal didiagnosis Dokter akibat penyakit jantung kronis.


Mendengar bukti-bukti tentang kematian Ayahnya, William merasa jantungnya serasa berhenti berdetak.


Air matanya mengalir, sekarang dia akhirnya sadar kenapa waktu itu Ayahnya pernah mengatakan kalau Lisa bukan istri yang baik.


William memegang dadanya yang terasa sakit.


Pengacara Bernard mendatangkan saksi yang menjadi kaki tangan Lisa pada waktu itu.


Seorang wanita paruh baya masuk ke ruang sidang, Petugas membawanya ke kursi saksi.


Alangkah terkejutnya Lisa melihat wanita tersebut, dia tidak menyangka wanita itu berkhianat padanya.

__ADS_1


"Sialan! ternyata kamu mengkhianati ku!!" teriak Lisa pada wanita paruh baya yang duduk di kursi saksi.


Tok! tok! tok!


Hakim ketua mengetuk palu dengan kencang.


"Nyonya tolong jangan berteriak, harap tenang!" sahut Hakim ketua dengan tegas.


Petugas Polisi memaksa Lisa untuk kembali duduk.


Dan sidang pun dilanjutkan mendengarkan kesaksian dari saksi yang dibawa pihak Bernard.


Wanita tersebut membenarkan semua apa yang dipertanyakan pihak Penggugat, dan membantah apa yang dipertanyakan pihak Tergugat.


Lisa kembali berteriak pada wanita tersebut, dia sangat marah karena wanita itu, kesaksian nya memperberat hukumannya.


Lagi-lagi Hakim ketua harus mengetuk palu untuk memerintahkan agar Lisa diharap untuk diam.


William kenal betul siapa wanita paruh baya yang menjadi saksi tersebut, pengganti Pelayan Ayahnya yang dipecat tanpa alasan yang jelas.


Ternyata itu semua taktik Lisa agar bisa mengendalikan dan memantau rumah Ayah William.


Semua sudah diatur oleh Lisa.

__ADS_1


Andreas dan Lidia tidak menyangka Ibunya bisa sejahat itu, berani meracuni Kakek mereka.


Bersambung.....


__ADS_2