
Viona bangkit dari duduknya, dan mendekati Bernard.
Tapi suaminya yang sudah keburu dibakar rasa kesal karena merasa diabaikan Viona, berbalik badan dan pergi meninggalkan Viona kembali ketepi kolam renang.
Viona memandang punggung suaminya yang menjauh meninggalkannya, sudut bibirnya terangkat, dia tersenyum geli.
Suaminya kalau merajuk terlihat sangat imut juga, ternyata seorang Bernard yang menyeramkan bisa merajuk.
Viona berlari mengejar suaminya itu, dia ingin memeluk suaminya yang imut, sangat menggemaskan.
Bernard kembali berbaring dikursi malas tempat tadi dia berbaring saat dilihat Viona.
"Suamiku!" panggil Viona menghampiri Bernard.
Bernard tidak bergeming, dia memalingkan wajahnya kesamping.
Viona ingin tertawa melihat tingkah suaminya, tampak seperti anak kecil yang mengambek.
Viona mendekati Bernard, dan duduk disisi kursi tempat suaminya tersebut berbaring.
"Suamiku, jangan marah..tadi aku melihatmu sangat nyaman menikmati sinar matahari, jadi aku tidak berani untuk mengganggumu suamiku!" kata Viona menjelaskan dengan nada selembut mungkin, agar suaminya tidak merajuk lagi.
Dan berhasil, wajah Bernard yang berpaling kesamping, menoleh memandang wajah Viona.
Menatap Viona sesaat, tapi kemudian kembali berpaling lagi kesamping, sepertinya kesalnya belum hilang.
Viona melihat itu hampir tidak bisa menahan tawanya, dia ingin tertawa ngakak melihat suaminya yang masih merajuk.
__ADS_1
Tanpa sadar dia mengeluarkan suara kekehannya, dia sudah tidak bisa menahan rasa geli yang ditahannya.
Suamiku benar-benar sangat imut, bisik hati Viona dengan senyuman yang semakin melebar.
"Suamiku, maafkan aku sudah mengabaikanmu!" Viona memeluk Bernard.
Viona meletakkan wajahnya kedada Bernard, dan tangannya melingkari tubuh kekar suaminya tersebut.
Bernard tidak bergeming.
Viona mendekatkan wajahnya kewajah Bernard, memegang dagu suaminya tersebut lalu memutarnya untuk melihat ke arah wajahnya.
Mereka saling menatap, Viona tersenyum manis menatap suaminya yang masih mode wajah datar.
"Maaf suamiku, i love you" gumam Viona didepan wajah Bernard sembari tersenyum manis.
Bernard diam-diam senang dengan tindakan istrinya itu, tapi dia masih menahan sikap datarnya yang masih kesal karena diabaikan.
Viona melihat suaminya masih tidak bergeming, mereka kembali saling menatap.
Viona mencoba untuk merayu suaminya agar rasa kesalnya mencair.
Jemari Viona berlahan menelusuri tekstur rahang suaminya yang tegas, membelai pipinya dengan lembut.
"Suamiku..kamu sangat tampan" gumamnya seolah seperti kepada dirinya sendiri.
Mata Bernard berkedip, hatinya begitu senang mendengar gumaman istrinya tersebut.
__ADS_1
Jemari Viona berjalan turun keleher Bernard, menyentuh jakun Bernard dan membelainya dengan lembut.
"Suamiku..juga sangat maskulin" gumamnya lagi.
Tanpa sadar Bernard menelan ludahnya, dia senang istrinya mengaguminya.
Tiba-tiba tubuh Bernard menegang, dia merasakan bibir istrinya mengecup lehernya, lalu mengecup jakunnya.
"Istriku" gumam Bernard tanpa sadar, dia sangat menyukai tindakan istrinya itu.
Dan dia merasakan jemari lembut istrinya menelusuri dadanya.
Viona kembali menatap wajah suaminya, mereka kembali saling menatap, bibir Viona menyunggingkan senyuman manisnya.
Bernard tidak berkedip menatap istrinya, dia terhipnotis melihat begitu cantiknya istrinya itu.
Viona kembali menurunkan wajahnya, bibirnya mengecup dada Bernard.
Menelusuri dada suaminya dengan bibirnya, mengecup disetiap tempat dada Bernard yang kekar.
Wajah Bernard merona merasakan aksi istrinya yang tidak terduga itu, dia sangat menyukainya, ini luar biasa menyenangkan.
Bibir Viona mengecup puncak dada Bernard, menggesekkan lidahnya disana.
Tubuh Bernard menegang merespon tindakan Viona tersebut, dia menatap nanar istrinya yang menggoda dirinya.
Istriku sungguh di luar dugaan, belajar dari mana dia bisa sangat menggoda begini? pikir Bernard menikmati apa yang dilakukan istrinya.
__ADS_1
Bersambung....