Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
102. Morgan mulai beraksi.


__ADS_3

William merasa berita mengenai viral nya video tentang Lidia, ternyata bukan Bernard yang mengeksposnya.


Dia telah salah menuduh Bernard, yang dia rencanakan untuk membuat Bernard mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Lidia.


Tapi belum sempat dia menemukan siapa yang menyebarkan video Lidia tersebut, sudah ada yang lebih dulu mendapatkan pelakunya.


Sedari awal dia sudah akan membuat perhitungan pada orang yang menghancurkan karir putrinya, tapi ternyata malah bertolak belakang.


Yang kenyataannya dia dapatkan adalah ternyata putrinya lah yang pembuat masalah itu sendiri.


Ini bagaikan tamparan yang sangat keras menampar wajah William, sangat memalukan!


Putrinya yang dia anggap tidak bersalah telah membuat dia sangat malu, dan untuk menunjukkan wajahnya didepan umum pun rasanya tidak ada muka lagi.


William terduduk lemas di sofa.


"Ternyata kamu yang menggoda kekasih orang, sungguh membuat aku malu sekali Lidia! putri macam apa kamu mencoreng wajah kami! aku membelamu dengan percaya diri, ternyata kamulah yang tidak bisa menjaga reputasi mu!!" teriak Lisa marah pada Lidia.


Lidia menjatuhkan tubuhnya kelantai membungkuk dalam-dalam sampai keningnya nyaris mengenai lantai.


"Maafkan aku Papa, aku menyukai Erick, dia tipe pria yang aku sukai, aku mencintainya!" kata Lidia meminta ampun.


William tidak bisa lagi berkata-kata, putri yang ingin dibelanya ternyata penyebab anjloknya saham mereka.

__ADS_1


Kelakuan putrinya yang memalukan dan viral nya video menunjukkan sifat aslinya, dan membuat orang-orang menghujatnya.


Sanjungan serta pujian dari masyarakat semakin banyak di tujukan kepada Bernard.


Membuat saham Mall dan gedung Hotel milik Bernard melonjak naik.


Para Haters menghina keluarga Antonius, dan berterimakasih karena telah membuang Bernard, kalau tidak pasti akan terkena sial dari keluarga Antonius.


Tiba-tiba ponsel Andreas berbunyi.


Andreas mengangkatnya, dan belum sempat dia mengatakan 'halo' orang diseberang sana sudah langsung berteriak.


Ponsel Morgan juga berbunyi, dan sama seperti Andreas belum sempat mengatakan 'halo' orang diseberang sana sudah berteriak.


"Saham kita semakin turun!" kata Morgan.


Tubuh William semakin lemas mendengar penjelasan Morgan tersebut.


Tubuh Lidia yang masih berlutut di lantai didepan Ayahnya gemetar mendengar perkataan kakaknya itu, akibat emosinya yang tidak bisa dikendalikan nya membuat keluarganya hancur.


Dia sangat marah pada Bernard dan Viona saat itu karena tidak menegurnya, yang seharusnya dia abaikan karena Bernard sudah dikeluarkan Ayahnya dari kartu keluarga mereka.


Lidia sangat menyesali kecerobohannya tersebut, dan sekarang semuanya tidak bisa dikendalikan lagi tentang rumor mengenai dirinya tersebut.

__ADS_1


Morgan merasa dia harus bertindak, sepertinya mengenai teman Lidia yang akan mereka temukan untuk klarifikasi mengenai video, ada pihak lain yang lebih dulu mendapatkannya untuk menjatuhkan mereka.


Ini tidak bisa dibiarkan! pikir Morgan.


Dia kemudian menghubungi seseorang.


Setelah itu dia memberi kode pada Andreas agar mengikutinya untuk pergi.


"Bagaimana kak?" tanya Andreas pada Morgan.


"Sepertinya aku mencurigai Bernard, dia mencari teman Lidia untuk membalas dendam padaku karena hampir mencelakai istrinya!" kata Morgan sambil menyetir membawa mobil keluar dari halaman Mansion mereka.


"Apa? kamu gila ya? kenapa mau mencelakai istrinya?!" tanya Andreas terkejut.


"Itu hanya sebuah gertakan untuknya, agar dia takut dan mau menandatangani surat pengalihan aset bisnisnya padaku, aku telah menyewa dua perkumpulan Bodyguard untuk menakutinya!" kata Morgan tersenyum senang.


"Kamu yakin mereka bisa mengatasi si Bernard itu?" tanya Andreas.


"Tenang saja, hari ini kita akan bertemu dengan mereka!" kata Morgan dengan penuh percaya diri.


Andreas tersenyum senang mendengar perkataan kakaknya tersebut, dia pun tampak bersemangat juga.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2