Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
51. Melayang.


__ADS_3

Karena tinggi badan Viona dan Bernard tidak seimbang, mereka jadi lamban dan berjalan perlahan masuk ke dalam rumah.


"Istriku..ternyata kamu kuat juga...kita sampai dirumah!" kata Bernard tersenyum lebar masih terus bicara.


"Rumah nya kenapa besar sekali...mana tangganya!" Bernard mengedarkan pandangan nya keseluruhan ruangan Mansion.


"Di sebelah sini" Viona menuntun Bernard naik ke tangga.


"Oh iya...disini rupanya!" kata Bernard hampir tertawa.


"Ayo istriku...kamu jangan melihat kebelakang, tinggi sekali ternyata tangga ini!" Bernard melepaskan rangkulan tangannya di bahu Viona.


Lalu mendorong Viona untuk jalan di depannya, sementara Bernard berjalan di belakang Viona memegang kedua bahu istrinya itu.


Viona sudah mau tertawa melihat suaminya tersebut, ternyata kalau mabuk tingkahnya sangat menggelikan.


"Mana kamar kita?" setelah sampai di lantai atas Bernard celingukan dibelakang Viona mencari kamar mereka.


"Di sebelah sini suamiku!" kata Viona memegang kembali tangan Bernard untuk dirangkul kan ke bahunya.


Viona menuntun Bernard masuk ke dalam kamar mereka.


"Oh iya...di sini ternyata!" kata Bernard tertawa.


Viona membuka pintu kamar, lalu membawa Bernard ke atas tempat tidur.


Meletakkan tubuh besar Bernard, lalu kemudian mengunci pintu kamar.


Setelah Bernard berbaring ditempat tidur, Bernard sudah tidak berbicara lagi.

__ADS_1


Viona membantu suaminya untuk menanggalkan pakaiannya.


Membuka sepatu Bernard dan kaus kakinya, lalu meletakkan sepatu tersebut ke dalam walk in closet.


Kemudian menanggalkan pakaian Bernard, dan celana panjangnya.


Bernard diam saja saat badannya dibolak-balikkan Viona untuk menanggalkan pakaiannya.


Viona berhasil menanggalkan semua pakaian Bernard, kini hanya tinggal memakai pakaian dalamnya saja.


Viona menarik selimut untuk menutup tubuh suaminya.


Viona kemudian membuka bajunya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Viona mematikan shower setelah badannya bersih.


"Istriku..kamu wangi sekali!" bisik Bernard entah sejak kapan bangun dan berjalan ke kamar mandi.


"Suamiku..bukannya kamu sudah tidur?" tanya Viona memutar tubuh polosnya menghadap pada Bernard.


"Istriku tidak ada ditempat tidur, jadi aku pergi mencarinya!" Bernard menundukan wajahnya ke wajah istrinya itu.


Lalu Bernard mencium bibir Viona, mengulumnya dengan lembut.


Viona merasakan tubuhnya melayang, Bernard mengangkat tubuh Viona dalam gendongannya.


Bukankah dia tadi mabuk? pikir Viona.


Bernard membopong tubuh polos Viona keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Masih dengan mencium bibir Viona, Bernard membawa istrinya tersebut ke tempat tidur.


Bernard membaringkan tubuh polos Viona ke atas tempat tidur, sembari masih tetap mengulum bibir istrinya.


Viona mengalungkan tangannya ke leher Bernard, membalas ciuman suaminya itu.


Bernard membelai dada Viona dan sesekali meremas nya.


Berlahan bibir Bernard turun ke leher Viona, mengecup leher itu dengan gemas.


Mengecup dada Viona dan memberi tanda di sana, menyesap ujung dada Viona dengan lembut.


Viona terlonjak merasakan sensasi yang dibuat suaminya tersebut.


Lama Bernard menikmati dan menyesap ke dua dada Viona, dia melakukannya dengan sangat lembut.


Viona merasa kepalanya berputar merasakan apa yang diperbuat oleh suaminya tersebut.


" Istriku...kamu sangat enak " kata Bernard parau, di belainya perut Viona.


Viona seperti mabuk merasakan tangan suaminya membelai tubuhnya, Viona meracau merasakan tangan Bernard turun lebih ke bawah lagi.


Ini sungguh gila, suaminya benar-benar membuatnya melayang.


Viona seakan melayang ke udara semakin tinggi, tangan Bernard membelai daerah sensitif nya.


Jemari Bernard bermain disana, membuat tubuh Viona bergetar merasakan sensasinya.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2