Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
152. Mengusir para wanita penggoda.


__ADS_3

Kening Bernard berkerut merasa tidak senang melihat para wanita tersebut tidak tahu malu.


Dan Bernard juga jadi kesal pada istrinya, terlihat cuek saja melihat ada wanita lain menatap suaminya dengan terang-terangan.


"Sayang!" panggil Bernard, nada suaranya terdengar kesal.


"Ya kak?"


"Kamu senang melihat para wanita itu memandang suamimu?"


"Mereka hanya bisa memandang saja, tidak bisa menyentuh suamiku!" kata Viona tersenyum, dia terlihat santai saja tidak merasa cemburu.


"Apa kamu ingin menyerahkan suamimu pada mereka?" tanya Bernard dengan nada penuh selidik, dia terlihat tidak senang.


"Suamiku, mana mungkin, aku sangat mencintaimu, aku akan marah siapapun yang mencoba mendekat padamu!" kata Viona dengan nada kesal.


Bernard tersenyum senang mendengar perkataan istrinya itu.


"Kamu lihat mata mereka, seperti kelaparan.. ingin mendapatkan respon dari ku!"


"Jadi, apa yang harus kita lakukan agar mereka tidak melihat padamu lagi suamiku?" tanya Viona.


"Kemari lah, merapat padaku" kata Bernard menarik Viona merapat padanya.


Viona menggeser tubuhnya merapat pada suaminya itu.


Bernard berbaring telentang, membuat tubuhnya yang berotot semakin terlihat jelas.

__ADS_1


Bernard menarik satu kaki Viona masuk diantara kakinya, karena tubuh Viona yang pendek 156cm, lututnya jadi menyentuh daerah sensitif Bernard.


Bernard meletakkan satu tangan Viona diatas dadanya yang bidang.


"Tatap aku sayang, lakukan sesuatu bahwa aku adalah milikmu seorang, cium aku" bisik Bernard menatap Viona.


Viona mencoba mencerna apa yang dikatakan suaminya itu, dia pun akhirnya mulai mengerti apa yang harus dilakukannya.


Viona merasa geli dengan tingkah mereka berdua, ingin mengusir mata para wanita genit tersebut, mereka terpaksa harus membuat suatu pertunjukan romantis.


Viona mengangkat wajahnya menatap wajah Bernard tepat diatas wajah suaminya tersebut.


Tangan Bernard memeluk pinggang Viona.


Tangan Viona yang berada diatas dada Bernard mulai beraksi mengelus dada bidang suaminya.


Jemari tangan Viona membelai dada suaminya dengan perlahan, dan memainkan jemarinya diujung dada Bernard yang berotot.


Memilin ujung dada Bernard dengan jemarinya, dia melakukannya bergantian kiri dan kanan.


Mata para wanita yang tadi memandang Bernard terkejut dengan apa yang mereka lihat, mulut mereka menganga tidak percaya.


Mereka jadi malu melihat pemandangan yang mereka lihat, wajah mereka merah menahan malu.


Itu seperti peringatan buat mereka, bahwa mereka tidak boleh melihat ataupun melirik suami orang.


Terlihat ada cincin pernikahan di jemari manis Viona yang tengah membelai dada bidang Bernard.

__ADS_1


Mereka tadi mengira Viona adalah adik Bernard, karena Viona terlihat masih sangat muda.


Ternyata wanita yang ada disamping Bernard adalah istrinya.


Mereka pun jadi malu.


Mereka memalingkan wajah mereka menghindari pemandangan yang membuat iri tersebut.


Mereka tidak berani lagi untuk melihat Bernard.


Viona dan Bernard tidak menyadari kalau mata para wanita tersebut sudah tidak berani lagi memandang kearah Bernard.


Bernard dan Viona jadi hanyut dengan apa yang mereka lakukan, menikmati drama mereka.


Bernard mengulum bibir istrinya dengan semangat, dia sangat senang menunjukkan kemesraan mereka didepan umum.


Menunjukkan kepada siapa saja yang mencoba menggoda salah satu dari mereka, bahwa mereka adalah sepasang suami istri yang saling mencintai.


Bernard menarik tengkuk Viona, membuat ciuman mereka semakin dalam.


Tangan kecil Viona masih tetap bertengger di dada Bernard yang kekar, mengelus dan kemudian merayap turun kebawah.


Membelai perut Bernard yang berotot, menelusuri setiap otot perut Bernard yang berbentuk dengan jemarinya.


Wanita-wanita yang melirik Bernard tadi akhirnya menyingkir dari sana.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2