Suamiku Bukan Sampah

Suamiku Bukan Sampah
167. Diam saja...


__ADS_3

Mereka akhirnya bersiap-siap akan kembali pulang ke rumah mereka.


Bernard dan Viona satu mobil dengan Lidia, dengan sopirnya Jos.


Sementara Leo membawa Anna, Lana dan Susi, dan satu mobil lagi untuk Bodyguard Bernard lainnya.


Lidia duduk di depan bersama Jos.


Mobil merekapun perlahan meninggalkan Resort.


Dan mobil hitam anti peluru tersebut dengan mulus meluncur ke jalan dengan kecepatan sedang.


"Apakah kamu akan kembali lagi keluar negeri, Lidia?" tanya Viona pada Lidia ditengah jalan.


Sontak membuat Jos menggenggam erat kemudi mobil dengan tegang, dia tersadar kalau Lidia bekerja di luar Negeri.


"Aku sudah mengundurkan diri sebelum pulang, orang tuaku tidak mengijinkan aku untuk pergi jauh lagi!" kata Lidia.


Diam-diam Jos bernafas lega mendengar penjelasan Lidia tersebut.


"Baguslah, kalau tidak Jos akan sedih berjauhan denganmu!" kata Viona tersenyum, seakan mengetahui perasaan Jos yang tidak tenang memikirkan Lidia akan kembali pergi keluar Negeri.


Lidia menoleh pada Jos.


Wajah Jos tampak memerah menahan malu, dia sedikit gugup ditatap Lidia.


Lidia tersenyum memandang Jos, diulurkannya tangannya untuk mengelus tangan Jos yang memegang setir mobil.


Jos menoleh pada Lidia, tampak wanita yang telah membuat jantungnya dari semalam selalu berdebar-debar tersenyum manis padanya.


"Aku ingin mengenalkan Jos pada orang tuaku" kata Lidia menatap Jos dengan mata berbinar.

__ADS_1


Mendadak Jos mengerem mobil, dia begitu terkejut mendengar perkataan Lidia barusan.


Dan membuat semua yang ada di dalam terjengkang kedepan, untung semuanya memakai sabuk pengaman.


Bernard dengan reflek memegang tubuh Viona begitu mobil mendadak di rem oleh Jos.


"Joosss..!!" Bernard berteriak marah pada Jos.


Bernard sangat khawatir dengan keadaan Viona yang sedang mengandung anak mereka.


"Ma..maaf Tuan, maaf...maaf!" berulang kali Jos membungkukkan tubuhnya di depan untuk meminta maaf.


Lidia juga terkejut dengan rem mendadak Jos, dia jadi merasa bersalah karena telah bicara tidak pada waktu dan tempatnya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Jos pada Lidia khawatir.


"Iya, tidak apa-apa!" kata Lidia menggelengkan kepalanya.


Lidia menyentuh tangan Jos.


"Aku juga minta maaf, sudah membuatmu terkejut!"


"A..apakah kamu serius dengan apa yang barusan kamu katakan itu?" tanya Jos masih tidak percaya.


"Iya!" angguk Lidia dengan yakin.


"Kenapa, apa kamu belum siap untuk menikahi Nona Lidia?" tanya Bernard.


"Bu..bukan begitu Tuan, aku hanya kaget saja, rasanya tidak percaya!" kata Jos.


Viona yang memperhatikan Jos yang terlihat gugup, tersenyum melihat Asisten suaminya tersebut.

__ADS_1


Sama seperti suaminya waktu pertama kali disaat mereka menikah, bertemu dengan Ayahnya.


Bernard yang terlihat dingin dan tenang sebenarnya sangat gugup, karena tidak percaya kalau dia menikah dengan seorang gadis yang begitu muda.


Dan gadis itu selalu berupaya tersenyum padanya, tentu saja suaminya kala itu semakin tegang saja.


"Kamu harus belajar dari kak Bernard, bagaimana caranya agar tidak gugup kalau bertemu calon Mertua!" sahut Viona.


Bernard menoleh pada istrinya tersebut.


"Kenapa harus aku?" tanya Bernard bingung.


"Suamiku, kamu kan sudah mengalaminya saat bertemu dengan Papa, kamu bisa berbagi tips pada Jos!" kata Viona sembari senyum.


"Aku sudah lupa, biarkan saja dia sendiri belajar sendiri, kalau tidak bisa untuk bicara, diam saja, mendengarkan apa yang dikatakan calon Mertuanya!" kata Bernard tidak mau ambil pusing untuk memberi tips pada Jos.


Viona terkekeh mendengar apa yang dikatakan suaminya tersebut, ya! diam saja.


Karena Bernard waktu itu hanya diam saja.


Viona tahu kalau suaminya sendiri juga tidak tahu mau ngasih tips apa, sebab waktu itu suaminya kebanyakan diam saja.


"Baiklah!" kata Jos akhirnya mendengarkan apa yang dikatakan Bernard.


Sementara Lidia tersenyum lebar, melihat Jos yang masih polos menjalin hubungan dengan seorang wanita.


Lidia semakin gregetan pada Jos, dan semakin cinta.


Rasanya dia ingin memeluk Jos, tapi karena keadaan tidak memungkinkan, dia harus menahan keinginannya tersebut.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2