
Matahari terlihat sangat indah terbenam dengan warna jingga keemasan.
Viona mengambil ponselnya, lalu mengabadikan momen tersebut.
Ombak laut yang bergulung ke tepi pantai terlihat semakin indah, dan suara deburan ombak yang terus terdengar sahut menyahut sangat menenangkan.
Para pengunjung Resort terlihat menikmati indahnya matahari terbenam ditepi pantai, mereka terlihat berdiri diatas pasir sambil menikmati deburan ombak yang menyapu kaki mereka.
Banyak yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel mereka.
"Sangat indah pemandangannya, kamu suka sayang?" Bernard yang berbaring di kursi malas bersebelahan dengan Viona bergumam lembut ditelinga Viona.
"Iya kak!" angguk Viona tersenyum senang.
Bernard mengecup pipi Viona merasa puas dengan jawaban istrinya tersebut.
Drrr!
Tiba-tiba ponsel Viona bergetar.
Viona dan Bernard sama-sama menoleh melihat ponsel yang bergetar.
"Siapa?" tanya Bernard.
Viona melihat layar ponselnya.
"Temanku Lidia kak!" kata Viona setelah membaca nama dilayar ponsel.
__ADS_1
Viona menekan tombol hijau dilayar ponsel.
"Halo!"
Viona mendengarkan suara diseberang ponsel.
Setelah beberapa detik Viona mematikan ponselnya.
"Lidia baru pulang dari luar negeri, dia ingin bertemu denganku, dia mengajak reunian dengan Anna dan yang lainnya!" kata Viona.
"Tidak boleh, aku tidak kasih kamu pergi!" kata Bernard tidak senang.
Dia ingat waktu terakhir kali Viona bertemu dengan teman-temannya, ada juga teman lelaki mereka yang bergabung, dia tidak suka.
Dan lelaki itu menyukai Viona, Bernard tidak mau istrinya berbicara dan dilihat lelaki lain.
"Bagaimana kalau kita ajak kemari saja Lidia dan Anna untuk datang?" tanya Viona memberi usul.
"Ya, boleh juga, kamu suruh saja mereka datang sekalian berlibur disini!" kata Bernard setelah berpikir sebentar.
"Terimakasih suamiku!" kata Viona tersenyum senang.
Viona kemudian mengirim chat kepada Lidia.
"Aku sudah memberitahukan alamat Resort pada mereka, mungkin agak malam baru tiba disini!" kata Viona.
"Nanti aku akan suruh Jos untuk mengatur kamar mereka!" kata Bernard mengelus tangan Viona.
__ADS_1
Bernard kembali membaringkan tubuhnya, menarik kepala Viona keatas lengannya.
Menjadikan lengannya menjadi bantal Viona agar dia bisa mendekap istrinya.
Dengan posisi sama-sama miring mereka bisa menikmati indahnya pemandangan matahari yang akan tenggelam kedalam lautan.
Bernard berulang kali mengecup puncak kepala Viona, dan tangannya sesekali mengelus perut istrinya.
Dia sangat bahagia akhirnya akan memiliki sebuah keluarga, istri dan anaknya yang sekarang lagi tumbuh di rahim istrinya.
Terimakasih istriku sayang, terimakasih telah diam-diam memperhatikan aku sedari dulu, ternyata kita ada ikatan yang begitu kuat, gadis kecilku yang imut, teman masa kecilku yang lucu, aku sangat mencintaimu! bisik hati Bernard dalam hati, lalu mengecup kepala Viona.
Seandainya Mama masih hidup, dia pasti akan ikut senang juga, mengetahui menantunya ternyata gadis kecil temannya yang ditolongnya dulu, bisik hati Bernard lagi.
Dia kembali mengecup puncak kepala Viona tanpa bosan, sampai suara decakan kecupan nya terdengar.
Viona mengelus tangan suaminya yang bertengger di perutnya, dia tersenyum bahagia merasakan puncak kepalanya tidak bosan-bosannya terus dikecup oleh suaminya.
"Kak!" panggil Viona.
"Iya sayang!" jawab Bernard sembari kembali memeluk erat tubuh istrinya tersebut.
"Apa yang ingin kakak makan malam ini?" tanya Viona.
Dia sekarang tahu suaminya lagi mengidam mewakili dirinya, tentu akan memilih makanan sesuai selera yang diinginkan bayi mereka.
"Aku ingin makan buah dengan bumbu yang pedas!" kata Bernard malu-malu, wajahnya dia benamkan dileher Viona.
__ADS_1
Viona terkikik mendengar perkataan suaminya, ternyata suaminya benar-benar mengidam.
Bersambung......