
Bernard melihat foto-foto tersebut begitu sempurna memperlihatkan wajahnya.
Viona mengambil foto nya dengan menampilkan wajahnya dengan jelas.
Bibir Bernard tersenyum tidak percaya dengan penemuannya ini.
Dia merasa ini luar biasa, istrinya tidak berbohong mengenai penjelasan tentang perasaan nya, yang memang mengatakan bahwa dia telah lama diam-diam menyukainya.
Kalau tidak salah waktu itu dia sudah tidak bersama dengan Irina lagi, Irina telah pergi keluar negeri kuliah.
Dan, setelah itu Bernard mendengar kabar tentang Irina menikah dengan sugar Daddy nya.
Bernard melihat fotonya begitu banyak dikoleksi oleh istrinya, galerinya penuh dengan foto dirinya.
Bernard bisa membayangkan, kalau istrinya tersebut pasti selalu memperhatikan dirinya melalui foto yang diambilnya diam-diam tersebut.
Perasaannya sangat senang, istrinya sangat setia padanya.
Padahal kalau dipikir-pikir, bisa saja Viona menaruh perasaan pada lelaki lain karena mereka tidak pernah saling bertegur sapa.
Untunglah istrinya tidak jatuh cinta pada pria lain, enam tahun tidak pernah melihat dirinya lagi, pasti istrinya merasa kesepian.
Memikirkan istrinya dengan pria lain, hati Bernard tidak senang.
Tapi untung lah tidak terjadi seperti itu.
Rasa suka hanya lewat memandang jarak jauh, bisa saja hilang begitu saja.
Tapi istrinya tetap menyimpan rasa sukanya didalam hatinya terus bertumbuh.
Dan herannya, kenapa Bernard kala itu tidak menyadari ada seseorang memperhatikan dirinya.
__ADS_1
Padahal kalau dipikir-pikir insting nya sangat kuat, bisa merasakan kalau seseorang mengintainya, dan bisa merasakan kalau ada orang yang mencurigakan.
Tapi kalau diingat-ingat lagi, dia sama sekali merasa tidak ada merasakan apapun mengenai seseorang memperhatikan nya dari jarak jauh.
Bernard melihat istrinya menggeliat ditempat tidur.
Sepertinya dia mulai bangun, dan benar saja.
Perlahan mata Viona mulai membuka, pandangan nya masih kabur untuk melihat sekitarnya.
Perlahan dia mulai fokus untuk melihat didepannya.
"Sudah bangun istriku yang cantik?" tanya Bernard tersenyum menatap wajah bangun tidur istrinya tersebut.
Dia mendekat untuk duduk disamping istrinya.
"Suamiku!" panggil Viona.
Bernard merasakan perasaannya sangat bahagia berlipat ganda melihat istrinya setelah melihat fotonya sangat banyak didalam ponsel istrinya.
Bernard mengulurkan tangannya membelai pipi istrinya dengan lembut.
"Badanku kenapa begini pegal?" tanya Viona merasakan tubuhnya rasanya begitu pegal dan nyeri.
"Tentu saja, karena tadi malam istriku bagaikan kucing liar" kata Bernard sambil tersenyum.
Viona mencoba mencerna apa maksud suaminya tersebut.
Tiba-tiba wajahnya langsung merona, dia ingat sekarang.
Dia begitu sangat bersemangat menerkam suaminya tadi malam.
__ADS_1
Viona menarik selimut menutup wajahnya, dia sangat malu.
"Jangan merasa bersalah istriku, itu akibat perbuatan orang yang ingin cari mati telah lancang membuat istriku menderita!" kata Bernard membelai kepala istrinya.
Dan Bernard tidak tahan melihat tingkah istrinya, dia pun terkekeh melihat istrinya tersipu.
Bernard menarik selimut yang menutup wajah Viona.
"Kenapa?" tanya Bernard tersenyum lucu melihat tingkah istrinya.
"Jangan malu istriku, kemari lah!" Bernard menarik Viona masuk kedalam dekapannya.
Bernard kemudian mengecup puncak Kepala istrinya dengan sayang.
Lalu dia memperlihatkan ponsel Viona yang menampilkan foto-foto nya tersebut.
"Apakah ini fotoku?" tanyanya.
"Eh..!" Viona terkejut, itu kan ponselnya.
Wajahnya langsung bertambah merona.
Dia mencoba meraih ponselnya dari tangan Bernard.
"Istriku cocok jadi paparazi, kenapa waktu itu aku tidak mengetahui ada yang mengambil foto ku ya!" katanya tersenyum jahil.
"Aku tidak tahu, mungkin kamu terlalu serius dengan apa yang kamu perhatikan saja suamiku, tidak memperhatikan sekeliling, jadi tidak tahu ada orang yang mengambil foto"
"Oh iya, bisa juga" angguk Bernard setuju dengan penalaran istrinya tersebut.
"Tapi aku senang, seandainya aku tahu waktu itu ada anak remaja memperhatikan ku, pasti lebih seru bisa jalan dengan anak gadis remaja!" kata Bernard terkekeh lucu.
__ADS_1
Bersambung.....